Sabtu, 29 Oktober 2011

Di Datangi Orang


Pernahkah merasa sangat kesal?? Pasti pernah ya.  Ya setiap orang pasti pernah merasakan kekesalan, tidak mungkin tidak.  Karena setiap hari kita bersinggungan, berinteraksi, berkomunikasi dengan banyak orang, apalagi setiap orang memiliki karakteristik masing-masing, kemungkinan untuk kesal pasti sangat besar.  Yah, namanya juga manusia… 

Itulah yang saya rasakan belakangan ini.  Entah saya kesal dengan diri sendiri atau karena orang itu.  Bayangkan saja, hampir setiap hari dia mendatangi saya, tidak kenal waktu.  Satu waktu datang pagi hari, diwaktu lain siang hari, kadang sore, bahkan malam hari yang paling sering.  Tahu saja orang itu kalau malam hari saya suka tidak ada kerjaan.  Karena begitu kesalnya, orang itu pun tidak pernah saya gubris, setidaknya coba untuk tidak menanggapinya.  Malas sekali hati ini sebenarnya.

Akhirnya sering kali saya menanggapinya seadanya, seenaknya saya.  Seorang sahabat mengatakan untuk membiasakan saja, ajak saja bicara toh tidak ada salahnya.  Ungkapkan saja bahwa kau kesal sekali dengannya.  Saya tidak menjawab nasihat sahabat tersebut, tidak juga dalam hati.  Terlanjur kesal hati ini.

Seminggu, dua minggu tidak masalah bagi saya.  Dua minggu berubah menjadi sebulan, dua bulan hingga sekarang bulan ke empat.  Hampir setiap hari orang itu mendatangi saya, saya pikir tidak tahu diri sekali orang ini.  Apa yang dipikirkannya!?.  Ah, salah saya juga tidak tahu apa yang dipikirkannya.  Lha wong bicara saja jarang, bahkan tidak pernah berusaha mengajak bicara.  Haha, sombong sekali saya, sudah di datangi tapi tidak diajak bicara.  Di acuhkan saja.  Yang ada malah kesal dalam hati.

Dalam satu kesempatan saya berfikir.  Merenung.  Apa yang terjadi sebenarnya, mengapa saya begitu kesal, sebenarnya tidak ada salahnya kan jika di datangi.  Apa lagi jarang ada komunikasi yang baik, akibatnya saya tidak tahu apa yang dipikirkannya, terlebih orang itu juga tidak tahu bahwa saya begitu kesal dengannya.  

Sampai di satu titik saya menemukan jawabannya.  DEG!!.  Kaget saya mengetahui jawabnya, terkejut.  Ya Allah, ternyata saya sedang jatuh c*nt# (geli sebenarnya nulis c#%t&)..ok saya ganti.  Ya Allah, ternyata saya sedang menyukai orang..hhmmm..kurang dramatisir.  Ya Allah, saya sedang suka dengan orang itu….....ya sedikit lebih baik.  Ya Allah saya sedang jatuh sayang.....yup lebih enaklah.  Ok kata terakhir pemenangnya.

Begitulah, orang itu selalu datang di kepala saya.  Ternyata saya sedang jatuh c*#t@, jatuh suka, jatuh menyukai, jatuh sayang dengan orang itu.  DAMN!!!  DAMN, I love her!! DAMN, I do like her!!! DAMN, I do.....I do....I do...DAMN, DAMN, DAMN, DAMN!!!.  Kesal saya begitu menyukai dan menyayanginya.  Bagaimana orang itu tahu bahwa saya kesal karena jatuh sayang dengannya, bicara saja sangat-sangat jarang, bahkan cenderung tidak pernah.  Ya Allah…….

Namanya??? Cukup saya saja yang tahu.  Apa!? Bukan itu.  Yang bisa saya katakan orang itu ..........  Terima kasih Allah kau sudah memberi kekesalan macam ini.

Sumpah Pemuda


Sekarang adalah hari Jumat, 28 Oktober 2011.  Tahu apa artinya!?  Ya, hari ini adalah hari Sumpah Pemuda.  83 tahun lalu, para pejuang muda Indonesia berkumpul menjadi satu untuk membulatkan tekad mendirikan bangsa Indonesia yang mandiri dan bermartabat.  Dalam perkumpulan tersebut para pemuda melahirkan rumusan sumpah pemuda yang berisi 3 hal. 

Singkatnya pada waktu itu kaum muda dari penjuru Indonesia, menyatakan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang harus keluar dari penjajahan bangsa manapun.  Hingga akhirnya 17 tahun kemudian hari yang ditunggu pun hadir, 17 Agustus 1945, Hari Kemerdekaan Indonesia.

Memang, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran besar pemuda-pemuda Indonesia yang memiliki semangat juang perubahan yang sangat tinggi.  Begitu signifikannya peran seorang pemuda, Soekarno, presiden RI pertama menggambarkan dengan kata-kata “beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan dapat menaklukkan dunia”.  Begitulah.

Bicara pemuda, saya sendiri sudah berusia 21 tahun.  Usia demikian jelas saya adalah seorang pemuda, bukan lagi remaja, apa lagi anak kecil.  Tapi saya malu sebenarnya sebagai pemuda belum melakukan apapun yang bermanfaat bagi setidaknya lingkungan saya.

Ketika membaca, sering kali saya menemukan fakta bahwa terdapat orang-orang yang sudah melakukan  suatu hal yang sangat besar atau membuat satu batu untuk loncatan mereka menjadi jauh lebih baik pada usia yang relatif muda.    

Sebut saja orang luar biasa yang beberapa waktu lalu harus menyerah dengan kanker pankreasnya dan meninggal di usia 56 tahun.  Ya Steve Jobs.  Pada usia 21 tahun ia sudah mendirikan Apple Inc bersama kawannya Steve Wozniak.  Banyak karya beliau yang sangat bermanfaat untuk masyarakat dunia, masyarakat dunia.  Dimulai dari produk pertamanya Apple1, kemudian, Macintosh, IPod, IPhone, IPad, dan lain-lain hingga yang terbaru IPhone 4S.  dan kabarnya pihak Apple akan mengeluarkan IPhone 5 sebagai karya terakhir beliau.  Dikabarkan, IPhone 5 ini adalah produk yang paling akhir dari tangan beliau.

Belum lagi pemuda 27 tahun yang pada 2008 terpilih sebagai miliarder termuda dengan kekayaan $ 17 Miliar lebih!!  Betul sekali, ia adalah Mark Zuckerberg.  CEO Facebook.  Karya Facebook-nya yang dibantu oleh teman-temannya ketika masih di Universitas Harvard, membawa kejayaan begitu luar biasa baginya.

Lain lagi yang dilakukan oleh tokoh perjuangan Mesir, Hasan Al-Banna.  Di usia 21 tahun ia sudah mendirikan sebuah organisasi yang kelak sebagai sentra perlawanan terhadap penjajah, Ikhwanul Muslimin namanya.  Dalam kurun beberapa bulan cabang-cabang dari Ikhwan Al-Muslim sangat menjamur di Mesir sebagai organisasi yang mampu melawan penjajahan.

Masih ada lagi, kali ini dari dunia olahraga.  Siapa yang tidak mengenal Leo Messi?  Di usia yang ke 23 tahun ia sudah terpilih sebagai pemain terbaik dunia pilihan FIFA untuk kali kedua.  Lalu apa yang di dapat sekumpulan anak muda class of 92 di MU pada musim 98/99? Mereka berhasil menyabet seluruh gelar bergengsi di kompetisi domestik dan Eropa. 

Mereka semua adalah sedikit contoh orang-orang luar biasa yang melakukan hal luar biasa di usia yang muda.  Dan banyak cerita sebenarnya bagaimana dunia ini dapat ‘diubah’ oleh pemuda-pemuda.  Jika mereka bisa melakukan hal luar biasa untuk diri, lingkungan, dan orang lain, mengapa kita tidak?  Apa yang sudah kita lakukan!? Apa yang sudah saya lakukan!?

Selamat Hari Sumpah Pemuda J
   
…………………

Senin, 24 Oktober 2011

Rest In Peace Marco Simoncelli & Dan Wheldon

Dunia balap internasional tengah mengalami duka yang mendalam.  Dalam dua pekan, dua pebalap proffesional tewas akibat kecelakaan di sirkuit.  Mereka adalah Marco Simoncelli, 24 tahun, pebalap MotoGP dan Dan Wheldon, 33, pebalap IndyCar 300.  Keduanya mengalami luka parah pada bagian kepala.

Tak pelak, kematian mereka memberikan luka yang mendalam bagi dunia balap internasional, khususnya di ajang MotoGP dan Las Vegas IndyCar 300.

Yang terbaru terjadi Ahad, 23/10/2011 lalu.  Pebalap MotoGP asal Italia, Marco Simoncelli, harus meregang nyawa akibat kecelakaan yang terjadi di sirkuit Sepang, Malaysia.  Dari rekaman terlihat jelas Super Sic, demikian ia dijuluki, tergelincir pada lap ke-2 turn 11, kemudian ia disambar dari belakang oleh Colin Edwards dan Valentino Rossi yang tak mampu menghindar.  Akibat kecelakaan ini helm Simoncelli sampai terlepas dan mengalami luka berat di bagian kepala.

I'am Fly
Balapan yang baru berjalan 2 lap ini pun akhirnya dihentikan.  Seluruh petugas medis berkonsentrasi memberikan perawatan untuk Simon.  Pada saat evakuasi ia sebenarnya masih sadar.  Pertolongan pertama pada kecelakaan telah dilakukan, Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung & paru dilakukan ketika ia mengalami serangan jantung di ambulance.  Usaha untuk menghentikan pendarahan dada juga dilakukan.

"Ketika dia sampai ke staff medis, dia tidak sadarkan diri.  Di dalam ambulance, karena serangan jantung, tim medis melakukan CPR (Resusitasi jantung & paru).  Segera setelah sesampainya di pusat medis dengan bantuan juga dari Dokter dan staff kami di Clinica Mobile dan Dokter lokal, dia di intubasi (menjaga jalan nafas yang memungkinkannya untuk menghentikan pendarahan di dada," terang Macchiagodena, direktur medis MotoGP, dikutip dari okezone.

Saat kecelakaan terjadi, tampak Simon di tabrak oleh Colin 
Kesedihan Paolo Simoncelli, ayah Simon

Namun apa daya, Simon yang mengalami luka parah pada bagian kepala, leher dan dada harus meninggal pada pukul 16:56 waktu setempat.  Kejadian ini kurang dari setahun setelah kematian Shoya Tomizawa, rider kelas 250cc, 2010 lalu.

Marco Simoncelli sendiri dilahirkan pada 20 Januari 1987 di Cattolica, Rimini, Italia.  Ia telah memulai balapan pada usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship.  Pada 2002 ia mulai berkarir di MotoGP kelas 125cc selama 3 tahun.  Kemudian tahun 2008 ia juara dunia MotoGP kelas 250cc.  Hingga pada 2010 lalu, ia bergabung dengan seniornya Valentino Rossi di kelas 500cc.


Baaaaaaa !!!!
:)
  

Las Vegas IndiCar 300


Naik Podium


Seminggu sebelum kejadian di Sepang, Malaysia.  Dunia balap internasional juga dikejutkan dengan kematian Dan Wheldon, pebalap IndyCar Motor SpeedWay Championship 2011, di Las Vegas, Amerika, Ahad 16/10/2011 lalu.

Dan meninggal akibat hantaman benda tumpul pada kepala setelah terlibat kecelakaan di lintasan yang melibatkan 15 kendaraan.  Dan beserta kendaraannya terpelanting dan kemudian terbakar hingga menewaskannya.

Ketika kecelakaan
Kematiannya mengejutkan semua pihak, tidak terkecuali para pebalap F1.  Memang, Dan sangat terkenal di dunia balap, bahkan ia sempat mengikuti ajang balap F1 ketika tergabung di tim BMW Sauber pada 2006 sebagai pebalap cadangan tim sebelum digantikan Robert Kubica.

Jenson Button, pebalap F1 yang tergabung di tim Mclaren dan pernah bersaing dengan Dan di ajang Karting Formula Ford UK pada 1998, mengungkapan belasungkawanya.  "Saya memiliki banyak memori bersama Dan di awal tahun 90-an, ia merupakan petarung yang gigih.  Kita tidak hanya kehilangan legenda balap, tapi   juga pria yang bail," terang fan Arsenal ini.

Tidak ketinggalan Ruben Barrichello yang juga memiliki kenangan bersama Dan di Brazil.  "Baru saja mendengar kabar kematian kawan kita.  Akan selalu ingat waktu berharga saat balap karting di Brazil, rest in peace kawan," demikian terangnya.

Begitu besar nama Dan Wheldon di dunia balap 4 roda.  Pihak seri IndyCar membangun lokasi khusus untuk mengenang sang pebalap.  Penghormatan juga dilakukan oleh produsen chasis asal Italia, Dallara, namun berbeda cara, mereka memberikan nama Dan Wheldon pada produk Chasis IndyCar 2012.

Dan lahir dengan nama Daniel Clive "Dan" Wheldon pada 22 Juni 1978, di Olney, Inggris.  Ia juara seri IndyCar pada 2005 dan dua kali juara di ajang balapan legendaris Indianapolis 500 di tahun 2005 dan 2011.

Semoga kematian mereka memberikan pelajaran dan manfaat untuk dunia balap internasional.  Yang terpenting semoga kematian mereka menjadi yang terakhir di dunia balap internasional.  Selamat jalan  Dan, selamat jalan Super Sic.  Istirahat dalam damai kawan.

Bersama istri Susie Behm
:)

   

Senin, 10 Oktober 2011

“Kepuasan dari satu tugas yang berhasil diselesaikan adalah kekuatan untuk melakukan yang lain”



Kata tersebut keluar dari mulut seorang George Eliot.  Menurutnya ketika kita telah berhasil menyelesaikan satu tugas, maka keberhasilan tersebut otomatis menjadi bahan bakar untuk melakukan usaha keberhasilan yang lain.

Lalu mengapa saya menulis ini.  Saya hanya ingin berbagi yang ada hubungannya dengan kutipan tersebut.  Sebagai penulis amatir, sebagai blogger, tentu saya memiliki beberapa target yang ingin saya capai.  Salah satunya adalah agar opini atau tulisan saya masuk ke dalam Tabloid Bola.  Tepatnya masuk ke halaman 23 bagian “Suara Tifosi”.

Untuk masuk pada bagian tersebut sebenarnya yang paling sulit adalah masuk ke dalam Boks Suara Tifosi.  Tempat untuk opini yang dianggap redaksi paling berbobot, paling baik dari sekian banyak opini yang masuk.

Nah, tak disangka ternyata saya berhasil masuk.  Istimewanya bagi saya, itu adalah usaha yang ketiga bagi saya tapi sudah berhasil.  Senang sekali rasanya, nama @alfan_m dan opini saya berada di setiap ribuan eksemplar Tabloid Bola yang terbit di seluruh Indonesia. 

Tabloid tersebut edisi ‘Kamis-Jumat 6-7 Oktober’.  Kala itu saya memberikan opini setelah tema yang dilemparkan keluar.  “Menurut Anda siapakah yang mengalami krisis, Inter atau Milan.  Alasannya?”.  Lalu saya jawab “Inter.  Menempati papan bawah klasemen Serie A.  Gonta-ganti formasi dan pelatih pada awal musim plus jumlah kebobolan paling banyak.  Menunjukan bahwa Inter benar-benar mengalami krisis”

Begitu saja!? Hanya seperti itu!? Ya, betul sesederhana itu.  Tapi bagi saya itu sangat berkesan.  Hal itu membuat saya sangat bersemangat dan ingin melakukannya lagi.  Dan yang paling penting, hal itu saya anggap sebagai keberhasilan (kecil) dan bahan bakar untuk melakukan usaha (tulisan) keberhasilan lain.  Saya merasakan betul kalimat di atas.  Terima kasih.   

Rabu, 05 Oktober 2011

Pergantian Wenger?? Tidak perlu!!

Raihan gelar dan penemuan bakat untuk kemudian menjadikannya bintang.  Pastinya anda setuju jika dua hal tersebut sebagai syarat seorang pelatih bisa dikatakan hebat.  Tapi yang terjadi, tidak semua pelatih mampu memenuhi kriteria yang kedua.  Hanya sedikit pelatih yang mampu memenuhi dua kriteria tersebut.  Di Inggris sudah ada dua pelatih yang secara konsisten melakukannya.  Sir Alex Ferguson, dan Arsene Wenger.



Namun disini saya hanya akan membicarakan tentang Arsene Wenger.  Pria Prancis ini telah memiliki banyak gelar, dan secara konsisten mampu menelurkan pemain-pemain berbakat.  Antara lain 4 FA Cup, 3 trophy BPL.  Dan yang paling fenomenal, pada musim 2003/04, Arsenal, mendapat julukan The Invincible (tak terkalahkan) karena berhasil juara tanpa sekalipun beroleh kekalahan.  

Itu dari gelar.  Mari kita tengok berapa pemain yang sudah di orbitkannya.  Wenger datang ke Arsenal pada september 1996.  Tahu apa salah satu persyaratan yang dia ajukan terhadap manajemen?? Dia mengajukan syarat untuk memboyong Patrick Vieira ke Highbury.  Jadilah sang pemain sebagai rekrutan pertama Wenger di Highbury.  Saat itu Vieira di boyong sebagai salah satu pemain GAGAL di AC Milan.  Ia hanya bermain sebanyak dua kali disitu.  Namun apa yang terjadi ketika ia di tangan Wenger.  Tidak perlu saya menjabarkannya, Anda sudah tahu.

Kemudian ketika ingin memulai musim 1999/00.  Sekali lagi, ia memboyong satu pemain GAGAL di Juventus, Serie A, yaitu Thierry Daniel Henry.  Ya pemain yang sekarang dikenal sebagai "The King" di Arsenal dan sebagai pencetak gol terbanyak Arsenal hingga sekarang.  Itu adalah polesan Wenger.  Saya jadi teringat ketika pertama kali saya mengetahui pemain ini.  Pertama kali saya tahu pemain ini, pada saat ia bermain untuk Juventus dan membobol gawang lawannya, namun kemudian gol tersebut di anulir karena sebelumnya  kedapatan ia melakukan handball dengan gaya seolah-olah menyundul bola.  Belum lagi Pires, Ljungberg, A.Cole, Lauren, Toure, dll.

Ok itu pemain-pemain yang sudah lama. Ada Wilshere, Diaby dan Alex Song sekarang, dan yang mulai terlihat Francis Coquelin.  Yang paling besar Cecs. Bagaimana dengan Cesc Fabregas!? Untuk pemain yang satu ini saya berbeda pendapat dengan kebanyakan orang.  Banyak yang mengatakan ia sudah besar ketika berada di La Masia.  Saya katakan TIDAK.  Begini, mungkinkah salah satu pemain terbaik dari La Masia akan dijual oleh mereka?? Mungkinkah aset berharga masa depannya rela mereka lepas?? Apa yang dilakukan mereka ketika tahu bakat Messi walau tahu ia memiliki kelainan?? Mereka benar-benar menjaga dan 'memelihara' Messi.  Bahkan mereka sampai membuat pra-kontrak di atas selembar tisu untuk mengikat Messi.

Yang ingin saya katakan adalah mungkin Cesc adalah binaan La Masia, tapi Wengerlah yang mengasah, mengembangkan, teknik serta mental, kemudian diorbitkan. Mungkin ia bisa dikatakan yang "gagal" dan dianggap "tidak mampu bersaing" di La Masia, hingga akhirnya ia di lepas dan dijual ke Arsenal.  Beda halnya ketika dipinjamkan untuk menambah jam terbang.  Di Arsenal, ia di poles oleh Wenger hingga menjadi seperti sekarang.  Ia kembali ke Barcelona?? Karena ia memang benar-benar mencintai kampung halamannya.  Barcelona?? Saya pikir ada sela-nya ia mengambil keuntungan kecintaan pemain dengan Barca dan tentunya semakin berumurnya Xavi untuk di proyeksikan sebagai suksesor Xavi, mengingat kemampuannya yang tinggi walau masih dibawah Xavi.

Selain itu rotasi dan utak atik formasi yang berujung kemenangan dan trophy pun sudah dibuktikan.  Siapa sangka Kolo Toure bisa sukses di posisi bek tengah sementara posisi aslinya midfielder bahkan striker? Siapa sangka Henry bisa sukses sebagai striker sementara posisi sebenarnya sayap? Siapa sangka Flamini bisa sukses di bek kiri hingga mengantar final UCL 2006? Siapa sangka Song mampu bermain baik di midfielder sementara posisi asli bek tengah?

Siapa yang secara konsisten mengantar Arsenal ke Liga Champion 14 musim secara beruntun, yang hanya bisa di saingi oleh dua klub besar, MU dan Madrid?? 

Siapa yang merubah permainan yang dikenal boring, boring, boring Arsenal menjadi permainan begitu indah dan enak untuk dilihat.  Untuk yang satu ini, saya pernah membaca salah satu pernyataan Wenger mengomentari permainannya.  Menurutnya ia hanya mencari pemain-pemain yang memiliki teknik diatas rata-rata dan mengajarkan mereka untuk memegang bola tidak lebih dari 2-3 detik, maka dengan sendirinya permainan akan berjalan dengan baik, indah dan enak untuk dilihat.

Keadaan sekarang?? 6 musim nirgelar?? Oh Come on, setiap hidup, pekerjaan, pasti memasuki masa sulit dan itu yang sedang dialaminya.  Ada yang tahu berapa musim dilewati Sir Alex Ferguson untuk mendapat piala pertama di kerajaannya, Setan Merah?? 7 Musim!!! Tapi setelah itu berbagai gelar terus mengalir untuk MU.

Saat ini banyak wacana untuk mengganti manajer di Arsenal.  Karena sudah tidak layak, karena sudah kehilangan sentuhan, atau apa pun itu.  Dengan statistik dan data-data yang ada, percayalah, pergantian manajer di Arsenal?? Saya rasa tidak perlu !!!   


Selasa, 04 Oktober 2011

Target Realistis, Finish 4 Besar

Arsenal kembali kalah.  Kali ini mereka harus takluk dari musuh bebuyutan satu kota, Tottenham Hotspurs, dengan skor 2-1 di White Hart Lane, Minggu 2/10 lalu.  Praktis, hasil ini menambah panjang keterpurukan Gunners musim 2011/12.

Bermodal dua kemenangan beruntun di EPL dan UCL menghadapi Bolton dan Olympiakos, pasukan Wenger percaya diri bertandang ke White Hart Lane, kandang Spurs.  Kick Off dilakukan terlebih dahulu oleh Arsenal.  Pertandingan berjalan sangat menarik dengan kedua tim saling menyerang.  Dua tendangan kaki kiri Walcott yang berada sedikit melebar ke kanan dan berada di atas mistar gawang friedel, menjadi bukti Gunners sedikit mendominasi babak awal.  Peluang terbaik di dapatkan oleh Gervinho setelah menerima umpan datar RvP dari sisi kanan pertahanan Spurs, namun tidak dapat dikonversi menjadi gol.

Petaka bagi Arsenal terjadi lima menit sebelum waktu normal habis.  VdV berhasil membuat gol dengan sepakan voli indah setelah mendapat umpan matang Adebayor.  Skor 1-0 untuk tuan rumah.  Bagi saya pribadi sepertinya itu bukan handball seperti yang diperdebatkan.  Babak pertama tuan rumah unggul.



Memasuki babak dua Arsenal ngotot untuk merubah keadaan.  Mereka bermain agresif, bahkan Spurs terpaksa di buat bertahan.  Usaha mereka tak sia-sia.  Menit 51, Alex Song yang dimalam itu bertindak sebagai bek tengah sampai maju dan memberikan assist dari sisi kanan pertahanan Spurs kepada Ramsey.  Sama kuat 1-1.




Namun gol cantik bek kanan Spurs, Walker, di menit 73,  meredam ambisi kemenangan Arsenal.  Di sisa waktu yang ada skor tidak berubah.  Arsenal kembali kalah untuk keempat kalinya di tujuh pertandingan yang dijalani.

Hasil ini membuat Arsenal tersasar di posisi 15 klasemen sementara di atas WBA dan Sunderland.  menjadi tim dengan kebobolan terbanyak ketiga dengan 16 gol, di bawah Bolton (21) dan Rovers (17).  

Keadaan ini memaksa Wenger untuk sedikit merubah target untuk sementara waktu.  Ia mengatakan bahwa saat ini yang paling realistis adalah berjuang untuk bangkit dan berjuang untuk posisi Liga Champions.

"Saya pikir, saat ini kami harus memasang target realistis dulu dan tetap dekat dengan tim-tim yang berjuang untuk posisi Liga Champions.  Jika Anda mengatakan hari ini bahwa kami akan menjuarai liga, itu tidak realistis," ujar Wenger di situs resmi klub dikutip dari bolanews.com

"Saat ini kami tertinggal 12 poin di belakang MU dan MC.  Tidak realistis jika mengatakan kami akan menjuarai liga saat ini.  Kami harus berjuang untuk bangkit lagi menuju posisi yang lebih baik.  Itu baru realita," tutup Wenger.

Perlu dicatat.  Semenjak Wenger menangani Arsenal selama 15 musim ini, banyak pemain bintang yang datang dan pergi, namun tidak ada masalah yang dihadapi. Tapi tidak untuk kali ini.  Kepergian (terutama) Cecs dan Nasri sepertinya sangat berpengaruh dengan keadaan sekarang.  Ramsey yang digadang mengisi posisi tersebut masih belum maksimal.  Jack Wilshere yang digadang mampu (dan telah dibuktikannya) mengalami cedera hingga Desember.

Cerita Arsenal ini mirip seperti Liverpool musim lalu, namun Gunners lebih beruntung.  Musim lalu hingga pekan ketujuh The Kop hanya mampu meraih 6 poin hasil dari 1 kemenangan, 3 kalah, dan 3 seri, dan berada di zona degradasi!!  Bahkan harus finish di tangga ke 6 meski menincar big four.

Jadi yang paling mungkin memang kembali ke 4 besar terlebih dahulu.  Tidak ada yang perlu disalahkan dengan keadaan sekarang.  Tidak pemain, apalagi pelatih.  Bukan juga manajemen.  Toh secara permainan juga masih baik.  Maju terus Opa Wenger.  Maju terus Arsenal.

ARSENAL??? It's About SOUL!!!