Pembaca, tahu tidak atau minimal pernah dengar nama Houtman Zainal Arifin?? Yang baru dengar-dengar namanya, coba cari tahu perjalanan hidupnya, bagi yang sudah tahu, pasti mendapat pelajaran yang sangat berharga. Saya termasuk orang yang baru tahu tentang beliau, subhanallah saya kagum dengan orang ini. Dalam kurun 19 tahun ia memulai menjadi OB dan pensiun sebagai Vice President di City Bank, jabatan tertinggi di perusahaan tersebut di Indonesia, karena President Direktur orang Amerika asli yang tentunya tidak tinggal di Indonesia.
Pertama kali saya ingin berbagi dahulu bagaimana saya mengetahui beliau. Rabu, 10 Agustus lalu, secara tidak sengaja saya melihat TVONE di acara "Apa dan Siapa". Di acara tersebut diundang 2 (dua) orang Social Entrepeneur, salah satunya adalah Houtman Zainal Arifin. Pada awalnya, saya hanya menonton saja, tapi begitu lama diperhatikan luar biasa sekali beliau ini. Pembawaan beliau sangat-sangat tenang, berpengalaman, rendah hati, dan saya pikir beliau seseorang yang memiliki semangat yang sangat tinggi dan pantang menyerah. Suaranya serak dan berat.
Ada beberapa hal yang saya catat dari beliau di acara tersebut. Beliau adalah seorang perantau. Di jakarta ia pernah menjadi anak jalanan, pedagang asongan.
Beliau bercerita, ketika menjadi pedagang asongan dan sedang laku-lakunya, ia istirahat di suatu tempat dan tiba-tiba datang KAMTIB, saat itu juga dagangan yang sedang laku-lakunya di injak-injak lalu dibuang. Dari kejadian tersebut ia belajar dua hal. Pertama, menurutnya ia sedang diajak bercanda oleh Allah, dan ia sedang di perhatikan oleh Allah. Kedua, ketika barangnya di injak-injak dan dibuang oleh KAMTIB, yang membantu memungut, dan mengambil barang-barang dagangan beliau adalah tukang semir sepatu, tukang koran, pedagang asongan lain, pengamen, dan lain-lain yang membuatnya berfikir jika ingin sukses dekat-dekatlah denga kaum dhuafa. Untuk poin yang kedua ini saya beranggapan, (tanpa mengecilkan salah satu golongan lain) mungkin ketika kita dekat dengan kaum dhuafa, menumbuhkan semangat hidup untuk melakukan sesuatu dalam kelangsungan hidup, menjadi orang yang memiliki fighting spirit yang besar, tidak cengeng, tahan banting dan memiliki pengalaman atau pelajaran hidup begitu besar, dan sebagainya.
Bicara tahan banting, suatu ketika ia pernah berjalan-jalan selama 2 hari dengan Muhammad Ali, ya petinju legendaris itu. Di satu kesempatan, beliau iseng, memencet-mencet dan memegang-megang tangannya, kata beliau keras sekali seperti batu. Kemudian beliau bertanya pada Muhammad Ali mengapa bisa begitu keras, jawab Muhammad Ali, ia berlatih dengan sangat keras agar kuat menahan pukulan dan dihargai ribuan dolar untuk satu pukulan yang mengenainya. Jadi pada intinya untuk sukses dalam hidup diperlukan kerja keras dan kekuatan yang besar, mental maupun fisik. Begitu kira-kira. Terdengar familiar tapi sepertinya itulah jawaban yang akan selalu dikeluarkan oleh orang-orang sukses ketika ditanya kisah kesuksesannya.
Diakhir acara diberikan satu kesempatan oleh beliau untuk memberi nasihat khususnya untuk kaum muda, kurang lebih seperti ini. "Bangsa ini milik kalian, negeri ini milik kalian, jangan takut berharap dan bermimpi. Raih mimipi kalian. Jangan hanya menjual fisik, tapi jual juga ini (nunjuk kepala)"
Oh ya bagaimana kisah lengkap beliau, bisa di klik di http://www.thedollarcorner.com/kisah-inspiratif-tentang-houtman-zainal-arifin/
Semoga bermanfaat...
Pertama kali saya ingin berbagi dahulu bagaimana saya mengetahui beliau. Rabu, 10 Agustus lalu, secara tidak sengaja saya melihat TVONE di acara "Apa dan Siapa". Di acara tersebut diundang 2 (dua) orang Social Entrepeneur, salah satunya adalah Houtman Zainal Arifin. Pada awalnya, saya hanya menonton saja, tapi begitu lama diperhatikan luar biasa sekali beliau ini. Pembawaan beliau sangat-sangat tenang, berpengalaman, rendah hati, dan saya pikir beliau seseorang yang memiliki semangat yang sangat tinggi dan pantang menyerah. Suaranya serak dan berat.
Ada beberapa hal yang saya catat dari beliau di acara tersebut. Beliau adalah seorang perantau. Di jakarta ia pernah menjadi anak jalanan, pedagang asongan.
Beliau bercerita, ketika menjadi pedagang asongan dan sedang laku-lakunya, ia istirahat di suatu tempat dan tiba-tiba datang KAMTIB, saat itu juga dagangan yang sedang laku-lakunya di injak-injak lalu dibuang. Dari kejadian tersebut ia belajar dua hal. Pertama, menurutnya ia sedang diajak bercanda oleh Allah, dan ia sedang di perhatikan oleh Allah. Kedua, ketika barangnya di injak-injak dan dibuang oleh KAMTIB, yang membantu memungut, dan mengambil barang-barang dagangan beliau adalah tukang semir sepatu, tukang koran, pedagang asongan lain, pengamen, dan lain-lain yang membuatnya berfikir jika ingin sukses dekat-dekatlah denga kaum dhuafa. Untuk poin yang kedua ini saya beranggapan, (tanpa mengecilkan salah satu golongan lain) mungkin ketika kita dekat dengan kaum dhuafa, menumbuhkan semangat hidup untuk melakukan sesuatu dalam kelangsungan hidup, menjadi orang yang memiliki fighting spirit yang besar, tidak cengeng, tahan banting dan memiliki pengalaman atau pelajaran hidup begitu besar, dan sebagainya.
Bicara tahan banting, suatu ketika ia pernah berjalan-jalan selama 2 hari dengan Muhammad Ali, ya petinju legendaris itu. Di satu kesempatan, beliau iseng, memencet-mencet dan memegang-megang tangannya, kata beliau keras sekali seperti batu. Kemudian beliau bertanya pada Muhammad Ali mengapa bisa begitu keras, jawab Muhammad Ali, ia berlatih dengan sangat keras agar kuat menahan pukulan dan dihargai ribuan dolar untuk satu pukulan yang mengenainya. Jadi pada intinya untuk sukses dalam hidup diperlukan kerja keras dan kekuatan yang besar, mental maupun fisik. Begitu kira-kira. Terdengar familiar tapi sepertinya itulah jawaban yang akan selalu dikeluarkan oleh orang-orang sukses ketika ditanya kisah kesuksesannya.
Diakhir acara diberikan satu kesempatan oleh beliau untuk memberi nasihat khususnya untuk kaum muda, kurang lebih seperti ini. "Bangsa ini milik kalian, negeri ini milik kalian, jangan takut berharap dan bermimpi. Raih mimipi kalian. Jangan hanya menjual fisik, tapi jual juga ini (nunjuk kepala)"
Oh ya bagaimana kisah lengkap beliau, bisa di klik di http://www.thedollarcorner.com/kisah-inspiratif-tentang-houtman-zainal-arifin/
Semoga bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar