Sudah
lama saya tidak mengisi blog ini, sudah lama juga yang saya lewatkan untuk saya
tulis. Tapi kali ini saya akan mencoba
untuk merangkum beberapa kejadian yang belakangan ini terjadi. Tentunya bukan kejadian politik dan korupsi
yang selalu hadir tiap menit di layar televise kita.
Kejadian
yang saya maksud tentu saja adalah tentang sepak bola. Khususnya sepak bola Inggris. Tapi saya hanya akan mebahas Kematian
mendadak mantan bintang Liga Inggris dan pelatih Irlandia Utara, Garry Speed, kekalahan
City, dan ulang tahun Arsenal ke 125.
Garry Speed
Pria
ini adalah salah satu legenda Newcastle United (NU). Lahir pada 8 September 1969 di Wales. Bersama Alan Shearer ia menjadi pemain besar
di klub tersebut. Ketika bermain ia
mengisi pos midfielder. 22 tahun karir sebagai pemain dimulai
dari klub Leeds United, selama 8 musim ia lalui di Elland Road, markas Leeds.
Keinginan
untuk merasakan tantangan baru membuatnya berpindah-pindah hingga ke 4 klub
seperti Everton, NU, Bolton, dan Sheffield United. Bersama Leeds United ia menghabiskan 8 musim
dengan statistik 248 main, 39 gol.
Everton (58, 15), NU (213, 29), Bolton (121, 14), dan Sheffield United
(37, 6).
Bisa
dikatakan masa keemasannya adalah ketika bermain bersama Leeds United dan
NU. Ia menjadi salah satu pemain penting
di 2 klub tersebut. Terlebih di NU, ia
menjadi pemain besar yang paling dibutuhkan bersama dengan Alan Shearer.
Setelah
melalui 22 tahun karir sebagai pemain, pada 2010 ia memutuskan untuk gantung sepatu. Di tahun yang sama ia mulai menjabat sebagai
pelatih tim nasional Wales. Sebagai
pelatih Wales ia dinilai sukses membuat regenerasi.
Namun
kecemerlangan karirnya tidak membuatnya bahagia. Pada 27 Nov 2011, lalu, Ia ditemukan tewas bunuh diri karena tekanan
masalah, belum diketahui pasti karena masalah apa. Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan
seorang anak.
Kematiannya
yang mendadak membuat kaget dan bingung semua orang, terutama sahabatnya Alan
Shearer, ia mengaku sangat kehilangan.
Saking terkejut, ketika ditanyakan tanggapan oleh seorang wartawan, ia
mengatakan mati rasa, tidak sedih apalagi menangis, ia hanya merasakan mati
rasa.
125th Arsenal Anniversary
Pekan
ke 15 menjadi pekan kekalahan pertama liga yang di rasakan oleh Manchester City
(MC). Ya akhirnya Manchester biru
mengalami kekalahan pertama setelah melalui 14 pekan dengan 12 kemenangan dan 2
seri dengan poin 38, yang membuatnya kokoh di pucuk klasemen.
Mereka
kalah dari klub London Barat, Chelsea, di Stamford Bridge, dengan skor
2-1. Padahal sang tamu sempat unggul
terlebih dahulu di menit 2 melalui gol si Bengal Super Mario. Namun gol Chelsea di menit 31 dan 82 yang
dicetak oleh Meireles dan Lampard, memastikan kekalahan pertama sang tamu.
Kekalahan
ini membuat beda poin MC dengan MU menjadi 2 setelah MU berhasil menghancurkan
Wolves 4-1. Chelsea sendiri kembali
menempati pos 4 setelah dua hari sebelumnya di gusur oleh tim London lain,
Arsenal.
Bicara
Arsenal, tampaknya mereka bersama suporternyalah yang paling bahagia di pekan
ini. Ada dua alasan yang
melatarbelakangi. Pertama, kekalahan
City menjadikan kekhawatiran bahwa musim unbeaten
pada 2003-04 akan di samai oleh City menjadi hilang, terlalu dini memang
kekhawatiran tersebut. Namun jika
dilihat dari statistik permainan dan gol, serta cara bermain mereka, hal
tersebut bukan mustahil. Belum mengalami
kekalahan dengan 12 menang, 2 seri, gol 48 dan kebobolan 13 menjadi ancaman
berarti.
Kedua,
pada pekan ini atau tepatnya sabtu, 10 Des kemarin, Arsenal sedang merayakan
hari jadi ke 125 tahun. Fakta tersebut
menjadikan pasukan muda Arsenal ngotot menang menghadapi Everton. Meski harus bersusah payah menang dengan skor
1-0 dan baru mampu mencetak gol di menit 70 melalui Van Persie, hal itu sudah
cukup memberi kado indah untuk Arsenal.
Namun
tidak sampai disitu, gol yang dicetak Van Persie tersebut dinobatkan sebagai goal of the season hingga ada yang lebih
spektakuler di 2011-12. Bagaimana tidak,
mendapat umpan panjang dari Alex Song, alih-alih mengontrol bola, Van Persie
malah melepaskan sepakan voli keras yang mengarah ke pojok kiri jauh Tim
Howard, kiper asal Amerika hanya bisa melihat bola masuk ke gawangnya. Saking indah dan krusialnya gol tersebut,
membuat kiper muda Szczesny mencium kaki sang bomber asal belanda. Alamaaak.
Ulang
tahun, Tripoin, gol indah, goal of the
season, kembali ke 4 besar (meski hanya 2 hari), kokoh di puncak top skor. Benar-benar indah.
Berbeda
seratus delapan puluh derajat dari Arsenal, klub asal London Utara lain, Tottenham
Hotspurs, harus menelan pil pahit setelah 11 partai beruntun tanpa nirpoin
berakhir dengan kekalahan dari tim alot Stoke City dengan skor 2-1. Adebayor cs harus mengakui keunggulan anak
asuh Tony Pulis melalui dua gol Matthew Etherington yang berbalas satu oleh
Adebayor melalui titik putih. Kekalahan
ini membuat mereka turun satu pos ke tangga 4 digusur oleh Chelsea. Namun mereka masih memiliki satu tabungan
pertandingan.
Well,
perjalanan masih jauh dan belum memakan setengah musim, masih banyak yang akan
terjadi. Mari kita nikmati sambil
berharap tim impian masing-masing mendapat yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar