Jumat, 16 Desember 2011

Serba-Serbi Liga Inggris Pekan 15


Sudah lama saya tidak mengisi blog ini, sudah lama juga yang saya lewatkan untuk saya tulis.  Tapi kali ini saya akan mencoba untuk merangkum beberapa kejadian yang belakangan ini terjadi.  Tentunya bukan kejadian politik dan korupsi yang selalu hadir tiap menit di layar televise kita.

Kejadian yang saya maksud tentu saja adalah tentang sepak bola.  Khususnya sepak bola Inggris.  Tapi saya hanya akan mebahas Kematian mendadak mantan bintang Liga Inggris dan pelatih Irlandia Utara, Garry Speed, kekalahan City, dan ulang tahun Arsenal ke 125.

Garry Speed

Pria ini adalah salah satu legenda Newcastle United (NU).  Lahir pada 8 September 1969 di Wales.  Bersama Alan Shearer ia menjadi pemain besar di klub tersebut.  Ketika bermain ia mengisi pos midfielder.  22 tahun karir sebagai pemain dimulai dari klub Leeds United, selama 8 musim ia lalui di Elland Road, markas Leeds.

Keinginan untuk merasakan tantangan baru membuatnya berpindah-pindah hingga ke 4 klub seperti Everton, NU, Bolton, dan Sheffield United.  Bersama Leeds United ia menghabiskan 8 musim dengan statistik 248 main, 39 gol.  Everton (58, 15), NU (213, 29), Bolton (121, 14), dan Sheffield United (37, 6).

Bisa dikatakan masa keemasannya adalah ketika bermain bersama Leeds United dan NU.  Ia menjadi salah satu pemain penting di 2 klub tersebut.  Terlebih di NU, ia menjadi pemain besar yang paling dibutuhkan bersama dengan Alan Shearer.

Setelah melalui 22 tahun karir sebagai pemain, pada 2010 ia memutuskan untuk gantung sepatu.  Di tahun yang sama ia mulai menjabat sebagai pelatih tim nasional Wales.  Sebagai pelatih Wales ia dinilai sukses membuat regenerasi.    

Namun kecemerlangan karirnya tidak membuatnya bahagia.  Pada 27 Nov 2011, lalu,  Ia ditemukan tewas bunuh diri karena tekanan masalah, belum diketahui pasti karena masalah apa.  Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan seorang anak.

Kematiannya yang mendadak membuat kaget dan bingung semua orang, terutama sahabatnya Alan Shearer, ia mengaku sangat kehilangan.  Saking terkejut, ketika ditanyakan tanggapan oleh seorang wartawan, ia mengatakan mati rasa, tidak sedih apalagi menangis, ia hanya merasakan mati rasa.

125th   Arsenal Anniversary

Pekan ke 15 menjadi pekan kekalahan pertama liga yang di rasakan oleh Manchester City (MC).  Ya akhirnya Manchester biru mengalami kekalahan pertama setelah melalui 14 pekan dengan 12 kemenangan dan 2 seri dengan poin 38, yang membuatnya kokoh di pucuk klasemen.

Mereka kalah dari klub London Barat, Chelsea, di Stamford Bridge, dengan skor 2-1.  Padahal sang tamu sempat unggul terlebih dahulu di menit 2 melalui gol si Bengal Super Mario.  Namun gol Chelsea di menit 31 dan 82 yang dicetak oleh Meireles dan Lampard, memastikan kekalahan pertama sang tamu.

Kekalahan ini membuat beda poin MC dengan MU menjadi 2 setelah MU berhasil menghancurkan Wolves 4-1.  Chelsea sendiri kembali menempati pos 4 setelah dua hari sebelumnya di gusur oleh tim London lain, Arsenal.

Bicara Arsenal, tampaknya mereka bersama suporternyalah yang paling bahagia di pekan ini.  Ada dua alasan yang melatarbelakangi.  Pertama, kekalahan City menjadikan kekhawatiran bahwa musim unbeaten pada 2003-04 akan di samai oleh City menjadi hilang, terlalu dini memang kekhawatiran tersebut.  Namun jika dilihat dari statistik permainan dan gol, serta cara bermain mereka, hal tersebut bukan mustahil.  Belum mengalami kekalahan dengan 12 menang, 2 seri, gol 48 dan kebobolan 13 menjadi ancaman berarti.

Kedua, pada pekan ini atau tepatnya sabtu, 10 Des kemarin, Arsenal sedang merayakan hari jadi ke 125 tahun.   Fakta tersebut menjadikan pasukan muda Arsenal ngotot menang menghadapi Everton.  Meski harus bersusah payah menang dengan skor 1-0 dan baru mampu mencetak gol di menit 70 melalui Van Persie, hal itu sudah cukup memberi kado indah untuk Arsenal.

Namun tidak sampai disitu, gol yang dicetak Van Persie tersebut dinobatkan sebagai goal of the season hingga ada yang lebih spektakuler di 2011-12.  Bagaimana tidak, mendapat umpan panjang dari Alex Song, alih-alih mengontrol bola, Van Persie malah melepaskan sepakan voli keras yang mengarah ke pojok kiri jauh Tim Howard, kiper asal Amerika hanya bisa melihat bola masuk ke gawangnya.  Saking indah dan krusialnya gol tersebut, membuat kiper muda Szczesny mencium kaki sang bomber asal belanda.  Alamaaak.

Ulang tahun, Tripoin, gol indah, goal of the season, kembali ke 4 besar (meski hanya 2 hari), kokoh di puncak top skor.  Benar-benar indah.

Berbeda seratus delapan puluh derajat dari Arsenal, klub asal London Utara lain, Tottenham Hotspurs, harus menelan pil pahit setelah 11 partai beruntun tanpa nirpoin berakhir dengan kekalahan dari tim alot Stoke City dengan skor 2-1.  Adebayor cs harus mengakui keunggulan anak asuh Tony Pulis melalui dua gol Matthew Etherington yang berbalas satu oleh Adebayor melalui titik putih.  Kekalahan ini membuat mereka turun satu pos ke tangga 4 digusur oleh Chelsea.  Namun mereka masih memiliki satu tabungan pertandingan.

Well, perjalanan masih jauh dan belum memakan setengah musim, masih banyak yang akan terjadi.  Mari kita nikmati sambil berharap tim impian masing-masing mendapat yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar