Minggu, 24 Juli 2011

Arsenal 125th Anniversary

Seperti janji saya minggu lalu, inilah posting pertama saya dalam program 9 minggu menulis.  Tulisan ini untuk merayakan 125 tahun klub favorit saya sejak kecil.  ARSENAL.  Selamat membaca.

Tahun ini adalah tepat 125 tahun hari jadi Arsenal, yaitu pada tanggal 10 bulan Desember nanti..  Sejak kedatangan manajer Herbert Chapman, klub dari Barclays Premier League ini telah menjelma menjadi salah satu kekuatan besar di sepak bola era modern.  Untuk mengenang 125 tahun Arsenal, saya akan merangkum beberapa momen-momen penting yang dilalui, mulai dari awal terbentuk, hingga sekarang.
 
1.      1886 : Terbentuk
Atau 125 tahun lalu, Arsenal dibentuk dengan nama Dial Square oleh beberapa pekerja pabrik senjata Royal Arsenal yang berbasis di Woolwich.  Pria 22 tahun bernama David Danskin, asal Kirkcaldy, Skotlandia, yang berinisiatif membentuk sebuah tim sepak bola.  Ia memutuskan membentuk sebuah tim ketika bertemu dengan teman kerjanya yang juga menggilai sepak bola seperti dirinya.  Sabtu, 11 Desember 1886 menjadi hari yang sangat bersejarah bagi tim yang baru terbentuk ini.  Saat itulah mereka menjalani pertandingan resmi pertama menghadapi Eastern Wanderes di Isle of Dogs.  Mereka menang telak 6-0.  Setelah pertandingan, nama tim menjadi Royal Arsenal.


2.      1889-90 : Trophy Pertama
Trophy pertama di dapat, mereka menjuarai Kent Senior Cup.  Gelar tersebut menjadi hiburan besar bagi Danskin yang pensiun dini akibat cedera yang di dapat pada januari 1889.  Sedangkan di London Senior Cup mereka menjadi runner-up.

3.      1891 : Menjadi Klub Professional
Seiring dengan prestasi yang di dapat, para pemain Royal Arsenal mulai dilirik klub-klub lain.  Waspada terhadap ancaman tersebut, akhirnya Royal Arsenal berubah menjadi klub professional dengan nama Woolwich Arsenal.



4.      1893 : Bergabung dengan Footbal League
Di tahun ini Woolwich Arsenal dirangkul oleh Footbal League, FA pada saat itu.  Mereka ditempatkan dan bermain di Divisi II.  11 (sebelas) tahun kemudian berhasil promosi ke  Divisi I 

5.      1910 : Henry Norris Datang
Ia adalah pengusaha properti terkemuka di London.  Setelah membeli mayoritas saham Woolwich Arsenal, akhirnya ia menjadi chairman.  Perubahan besar terjadi di eranya.  Ia yang mengalihkan home base Woolwich Arsenal ke Highbury di London Utara.  Ia juga yang banyak mengorbankan uang untuk membangun stadion Highbury, dan 3 tahun kemudian dia menjadi orang yang sangat bahagia karena Highbury rampung.  Setahun kemudian nama klub menjadi Arsenal.  Pada saat inilah perseteruan dengan Tottenham Hotspurs yang lebih dahulu bermarkas di London Utara dimulai.



6.      1925 : Herbert Chapman sebagai Manajer
Pelatih yang pertama kali menghiasi lemari Arsenal dengan trophy professional pertama.  Di musim kelimanya menukangi Arsenal, ia membawa Arsenal juara piala FA musim 1929-30.  Musim selanjutnya membawa Arsenal menjuarai liga untuk pertama kalinya.  Gelar tersebut diulangi di musim 1932-33, meskipun di januari 1934 ia meninggal mendadak akibat pneumonia, ia telah mewariskan tim luar biasa.  Tim besutannya mencatat kemenangan liga tiga kali berturut-turut sejak 1932-33 hingg 1934-1935.  Di masa kepelatihannya, 7 (tujuh) dari sebelas pemain timnas inggris adalah anak didiknya di Arsenal.  Ia juga yang melahirkan pemain top pada saat itu, diantaranya adalah legenda top Arsenal yang mecatat rekor gol semusim sebanyak 42 gol, Ted Drake, lalu ada Cliff Bastin tandemnya di depan, serta George Male.  Dan yang paling penting dari andil beliau adalah, dialah pencetus nomor punggung di sepak bola inggris.  Berkat jasa-jasanya, harian The Times memilih Chapman sebagai Greatest English Manager sepanjang masa.  Bukan Sir Matt Busby maupun Sir Alf Ramsey.




7.      1969-70 : Piala Fairs, Gelar Eropa Pertama
Ketika itu, tim dibesut oleh Bertie Mee yang sebenarnya adalah seorang fisioterapis tim, tapi karena kewibawaan dan pengorganisasiannya yang ciamik, ia mampu membawa kesuksesan Arsenal di Eropa.  Arsenal bertemu dengan Anderlecht, sempat kalah 1-3 dikandang lawan, mereka membalas di rumah sendiri dengan skor 3-0.  Gol dicetak oleh Eddie Kelly, John Radford, dan Jon Sammels.

                                        



8.      1974-75, 1975-76 : Masa Kelam
Sejak kembali ke Divisi I pasca perang dunia di tahun 1919, masa ini adalah masa terkelam Arsenal, selama dua musim tersebut mereka terperosok ke papan bawah.  Namun tidak sampai degradasi.



9.      1986 - 1994  : George Graham, dan Masa Kembali ke Tangga Juara
Setelah gagal mendapatkan Sir Alex Ferguson dari Aberdeen karena terdesak oleh waktu, Arsenal menunjuk mantan pemainnya era 70-an George Graham.  Masa kembali ke tangga juara ditandai dengan memuncaki klasemen pada natal 1986, itu adalah pertama kalinya sejak satu dekade terakhir!! Ditambah berhasil mencatat 22 partai tak terkalahkan antara oktober 1986 dan januari 1987.  Optimisme pun berkobar-kobar.  Selama 9 (Sembilan) musim kepelatihannya, ia memberikan enam gelar. Gelar pertamanya adalah piala liga 1986-87 yang sekaligus mengakhiri puasa gelar selama delapan tahun.  Selain itu juga ada, satu gelar liga yang di dapat secara dramatis di musim 1988-89 dari Liverpool. Ketika itu pasukan Arsenal tertinggal dua poin dengan selisih dua gol, fakta tersebut mewajibkan Arsenal memenangi pertandingan di Anfield dengan selisih dua gol.  Terasa mustahil, mengingat Liverpool tidak pernah kalah dengan selisih sebanyak itu sejak 1986, namun semua terjadi di babak kedua, sundulan Alan Smith di menit ke 52 dan sontekan Michael Thomas di masa injury time membunuh Anfield.
Meski The Gunners mendapat pengurangan dua poin akibat perkelahian dengan pemain MU, gelar tersebut diulangi kembali dua musim kemudian.  Musim 1993-94 menjadi musim penutup bagi George Graham, meski begitu di musim terakhirnya ia berhasil membawa Arsenal meraih gelar eropa kedua, Piala Winners (sekarang UEFA) di dapat.  Sayang itulah gelar terakhir Arsenal di Eropa hingga sekarang.






10.  1996 : (Proffesor) Arsene Wenger Datang
Arsene who?” Tulis Evening Standard.  “Siapa dia?Apa yang akan dilakukam disini?” sinis Tony Adams, kapten Arsenal saat itu.  “…dengan kaca matanya, dia lebih mirip guru sekolahan..” Tambah Adams.  Memang kedatangan Wenger ke Arsenal pada awalnya diragukan oleh banyak pihak.  Dia datang dari sepak bola yang notabene dinilai kelas dua, J-League (Liga Jepang) Nagoya Grampus Eight.  Namun dia membuktikan siapa sebenarnya dirinya.  Musim kedua ia melatih, berhasil mengawinkan dua gelar domestik, Liga Inggris dan Piala FA.  Hasil itu memutus dominasi MU. Double Winner diulanginya kembali musim 2001-02, sekali lagi memutus dominasi MU.  Puncaknya adalah pada musim 2003-04, The Gunners memenangkan liga inggris tanpa sekalipun beroleh kekalahan.  Ia juga dikenal dengan kejeliannya membeli pemain, beberapa pemain ia beli justru ketika mereka sedang turun, diantaranya, Patrick Vieira, dan Thierry Henry.  Sejak kedatangannya ke Arsenal 1996-97 lalu, hingga sekarang, 11 gelar telah ia sumbangkan untuk lemari trophy Arsenal.



 
11.  2001-02 : Juara di Theater Of Dreams     
Ya, di musim ini Arsenal menjuarai liga inggris di rumah bebuyutan, Old Trafford, MU, yang dijuluki Theater Of Dreams.  Pada awal musim mereka terseok-seok, tapi titik balik terjadi di pekan ke-18 ketika menang 2-1 dengan Liverpool.  20 laga berikutnya, mereka hanya seri tiga kali dan sisanya dimenangkan.  3 tahun hanya membayang-bayangi MU, membuat gerah, namun semua itu terbayar di musim ini.  Emosi kemenangan membuncah ketika gol tunggal Sylvain Wiltord di Old Trafford memenangkan hasil akhir sekaligus kepastian juara dari MU.  Semakin manis dirasakan karena empat hari sebelumnya telah memastikan juara FA dari Chelsea.  We Won The League at Old Trafford, We Won The League in Manchester!!!  Glory, Glory, Glory Arsenal!!!




12.  2003-04 : Puncak Kejayaan
Puncak kejayaan Arsenal terjadi di musim ini, begitu berkesannya, membuat Wenger ogah menukarnya dengan trophy apapun.  Kemenangan ini begitu indah karena selama satu musim penuh tak tersentuh kekalahan, 26 kemenangan, 12 seri, 0 kekalahan, dan 90 poin.   Menjadi klub paling subur dengan 90 gol, kemasukan paling sedikit dengan 26 gol, Thierry Henry sebagai pemain terbaik versi PFA (Asosiasi Pemain Professional), dan top skor dengan 30 gol.  Wenger sebagai manajer terbaik.  Lengkap sudah.




13.  2005 : Rekor
24 Oktober 2005, Arsenal resmi memecahkan rekor 49 kali tak terkalahkan.  Pada tanggal ini seharusnya Arsenal bisa menggenapkan menjadi 50 kali tak tersentuh kekalahan, namun apa daya, lagi-lagi MU, Ferguson dengan kerajaan MU-nya memutus rekor tetap di angka 49 dengan mengalahkan Arsenal 2-0 di Old Trafford.  Selama itu Arsenal memeroleh 121 poin, 2,3 rataan gol per partai, 112 gol, 20 jumlah clean sheet, 34 kemasukan, 36 kemenangan, 17 laga tanpa putus mencetak gol antara 6/12/2003 s/d 9/4/2004, 4 jumlah laga tanpa memasukan, dan 39 jumlah gol yang dihasilkan Henry, yang setara 34,82% dari keseluruhan gol Arsenal.  42 tanpa kalah Nottingham Forest musim 1977-78 juga terlewati.  Satu musim Preston North End tanpa kalah juga dilewati, pasalnya pada saat itu mereka hanya bermain 24 kali.


 

14.   2006 : Menangis di Saint Dennis
Tepatnya 17 Mei 2006, partai paling menyesakkan bagi para Gooner (sebutan pendukung Arsenal).   Di waktu tersebut Arsenal bermain di final liga Champions untuk pertama kali, Barcelona lawannya.  Sempat unggul melalui sundulan Campbell di menit 37, Barca membalikkan skor melalui Eto’o dan Belleti masing-masing di menit 76 dan 80.  Aarrgghh, 14 menit lagiii!!!  Semakin menyesakkan karena Piala Champions menjadi satu-satunya asa Arsenal mendapatkan trophy di musim tersebut.




 
15.  2006 – 2011 : Masa Kelam
Berbeda dengan masa kelam era 70-an, kali ini Arsenal sudah berubah status menjadi klub besar dengan tradisi satu gelar di tiap musim.  Selama masa kelam ini, Arsenal tidak sekalipun mendapat trophy, mereka dinilai hanya menjadi tim penghibur saja karena selalu bermain indah namun tidak disertai dengan trophy di akhir kompetisi.  Pada awal-awal musim, pasukan Arsenal selalu saja menjadi pesaing utama MU, Chelsea, Liverpool, untuk menjadi kampiun di segala ajang. Namun memasuki akhir musim menjadi tidak diperhitungkan.  Kebijakan Wenger menggunakan pemain muda mulai diragukan, karena kondisi ini bahkan Arsenal terancam kehilangan sejumlah pemain bintang, macam Samir Nasri dan Francesc Fabregas.





Itulah beberapa kejadian yang mewarnai perjalanan 125 tahun Arsenal.  Semoga dengan hari jadi yang ke 125 tahun ini, memberikan semangat baru untuk musim depan.  Dan tentunya yang paling ditunggu adalah Arsenal kembali mengangkat trophy dan memberikan gelar pertama kali untuk Emirates Stadium.  Salam VVC !!!

Kamis, 14 Juli 2011

Lakukan Saja

Banyak orang bilang susah sekali untuk mulai menulis, tidak sedikit juga yang bilang mudah, menurutnya tulis saja apa yang ingin ditulis.  Berdasar pernyataan kedua itu akhirnya saya tulis apa yang ingin saya tulis sekarang ini.  Raditya Dika dalam sebuah bincang-bincang di salah satu stasiun telivisi swasta awal 2011 mengatakan, tulis saja apa yang ingin anda tulis, seburuk apapun mood yang dirasakan, ketika mood baik periksa kembali tulisan anda dan coba revisi.

Lain halnya Menurut Jonru Ginting (syukron katsir pak), pendiri Writers Academy Indonesia, menurut beliau motivasi dan konsistensi menjadi satu hal yang wajib dipelihara apalagi untuk penulis pemula macam saya ini.  Tanpa motivasi ibarat kendaraan bermotor tanpa bensin.

Sebenarnya saya juga termasuk orang yang merasakan kesulitan ketika ingin mulai menulis, sekarang pun masih begitu meskipun sebenarnya banyak ide-ide yang ada di fikiran saya.  Pepatah mengatakan untuk menjadi pembicara yang baik kita terlebih dahulu harus menjadi pendengar yang baik.  Bagaimana jika ingin menjadi penulis yang baik??  Untuk menjadi penulis yang baik kita perlu menjadi pembaca yang baik, artinya kita harus banyak membaca.  Baca sebanyak mungkin apa yang bisa dibaca, baca sebanyak mungkin tulisan yang bisa dibaca.  Baca sebanyak mungkin apa yang bisa dibaca selain tulisan.

Minggu ini adalah yang pertama setelah saya selesai mengikuti satu program dari http://www.writersacademyindonesia.com.  Programnya adalah memberikan e-book mengenai segala sesuatu tentang dunia tulis menulis selama 9 minggu.  Terus terang saya sangat menikmati pembawaan atau gaya penulisannya, ringan, sistematis, informatif, dan tidak menggurui.

Banyak hal baru yang saya dapat dari program tersebut.  Di pekan awal, e-Book tentang motivasi menjadi pilihan pertama yang dikirim.  Betapa tidak, bagi pemula apapun yang dilakukan memang diperlukan satu motivasi yang besar untuk memulainya.  Bagi kebanyakan orang mungkin memang  berbakat dalam menulis, dan bagi kebanyakan orang tersebut, pasti juga ingin menjadi penulis hebat macam John Grisham, Stephen King, Helvy Tiana Rosa atau Gumira Ajidarma.  Namun semua itu tidak akan terwujud jika tidak memiliki motivasi.  Tanpa motivasi anda hanya menjadi mobil tanpa ada bensin.

Sebagai penulis pemula, kita bisa memulai dengan menulis kegiatan, perasaan, dan hal lain tentang diri kita sendiri.  Ya, macam diary.  Bukan rahasia lagi bahwa Laskar Pelangi adalah curhatan atau diary dari sang penulis Andrea Hirata sendiri.

Pekan kedua dengan judul Rahasia Terbesar Dunia Penulisan.  Begitu saya menerima tulisan ini dan membaca-baca dibagian awal, dalam hati saya berkata bahwa sepertinya memang ada rahasia besar dalam dunia penulisan, tapi ternyata sangat sederhana.  kuncinya adalah Otak Kiri dulu baru Otak Kanan.  Apa maksudnya???

Begini.  Otak kanan adalah otak yang penuh dengan kreativitas, suka spontanitas, suka kebebasan sebebas bebasnya, dan tak peduli aturan apapun.  Sementara otak kiri adalah otak yang suka menganalisis, berfikir dan mempertimbangkan banyak hal.

Banyak orang yang mencoba menulis tapi tidak jadi-jadi atau bahkan belum memulainya sama sekali, itu karena mereka terlalu banyak berfikir, mempertimbangkan teori A dan teori B dalam penulisannya.  Semua itu memenuhi otaknya dan terus menghantui.  Sebagai pemula, mulai menulis dengan cara seperti itu pasti akan sangat sulit dan bahkan tidak jadi satu tulisan pun.  Lakukan saja.

Pekan ketiga terus berlanjut hingga ke pekan sembilan, hingga akhirnya saya mendapatkan banyak pelajaran.  Banyak sekali manfaat yang bisa saya ambil. 

Berdasar program tersebut, hati berkata mengapa tidak saya coba!?  Ok mulai hari ini Kamis, tanggal 14 Juli, pukul 23.20 WIB, memutuskan bahwa, selama sembilan minggu kedepan saya akan menulis.  Menulis apapun yang bisa saya tulis.  Menulis apapun yang saya punya di kepala.  Menulis apapun yang pernah saya ikuti dan ketahui.  Saya akan menulis tentang sepak bola sebagai olahraga tercinta saya sejak kecil.  Bagaimana sejarah dari olahraga paling populer ini, perkembangannya, sampai pada pemain. Pengalaman sekolah saya dan perkuliahan saya   Bisa juga dengan Parkour yang telah saya geluti selama 3 tahun ini.  Permasalahan yang muncul di dalam Parkour itu sendiri, samakah Parkour dan Freerunning.  Siapa David Belle dan Sebastian Foucan, bagaimana latihan untuk pemula, dsb.  Hahaha, saya semangat.  So, lakukan saja!!!

Sabtu, 21 Mei 2011

Kung Fu Peremuk Tulang (Chinmi Kung Fu Boy)

This is it!!



Memang tampaknya mustahil menyamai kekuatan (&stamina) Chinmi dari kuil Dairin Shaolin Kungfu :p, tapi segala prinsip Kungfu peremuk tulang adalah valid & benar dalam konsep seni bela diri Kungfu.

1. Pukulan yang dilancarkan dengan kecepatan yang sama, lebih bertenaga kalau dilakukan orang yang lebih berat badannya. Lantas bagaimana dengan orang yang badannya ringan? Maka esensi dari kungfu peremuk tulang Shaolin Kungfu adalah melipatgandakan berat badan di saat memukul, yang juga akan melipatgandakan tenaga pukulan yang dilancarkan. Lihat Kungfu Academy dan Kung Fu Schools.

2. Biasanya tenaga pukulan (Shaolin Kung Fu) diperoleh dengan memberi jarak kemudian diberi kecepatan. Tapi kungfu peremuk tulang hampir tak memberi jarak. Kunci pertama adl pada hentakan kaki yang sangat kuat. Semakin kuat hentakan kaki, semakin besar berat badan yang bisa menambah tenaga pukulan. Klik Kungfu Fighting dan Kungfu Shaolin.

3. Kunci kedua adl memperkuat hentakan kaki penopang. Sewaktu memukul atau menendang, titik pukul diperkecil menjadi satu titik (Kungfu Shaolin). Maka dalam kungfu peremuk tulang (Shaolin Kung Fu), bagian yang harus diperkuat adalah ibu-jari kaki penopang, tempat tenaga diberikan sampai akhir. Hentakan ibu jari menentukan kekuatan pijakan. Lihat Kung Fu Schools dan Kungfu Fighting.

4. Kunci ketiga adalah menjalarkan tenaga (Academy Kungfu) yang didapat dari pijakan kaki. Pijakan kaki bukan hanya menambah laju pukulan, tapi juga menghasilkan tenaga tambahan, yang kemudian harus dipindahkan ke lengan sambil memuntir pinggang

Sumber: akhmadguntar.com

Selasa, 17 Mei 2011

Setelah Membaca "Cinta di Rumah Hasan Al Banna"




Buku ini secara tidak sengaja saya beli di toko buku di masjid besar (lupa namanya) Universitas Indonesia karena kebetulan murah, hanya 25.000 rupiah dan menarik karena beberapa waktu sebelumnya saya lihat di wall facebook penulis kang mas Herry Nurdi (maklum saya salah satu penyuka tulisannya,hehe).

Cinta di Rumah Hasan Al Banna merupakan satu buku tentang kehidupan Imam Hasan Al Banna rohimahullah.  Buku setebal 92 halaman ini menceritakan bagaimana Al Banna mengajarkan anak-anaknya agar kelak menjadi mujahid sejati.  Al Banna memiliki 6 anak yang terdiri dari lima anak perempuan dan satu anak laki-laki.  Sulung seorang wanita bernama Wafa, kedua laki-laki bernama Ahmad Saiful Islam, ketiga Tsana, kemudian Roja lalu Hallah dan terakhir Istisyhad.

Dalam buku ini tentu saja banyak berdasar kesaksian dari anak-anaknya, namun tidak semua anak dari beliau yang memberikan kesaksian.  Kesaksian banyak bersumber dari anak pertama, Wafa hingga Tsana, ditambah sedikit keterangan dari Roja.  Hal ini dikarenakan hanya mereka yang merasakan bimbingan, pendidikan, pengayoman, dan kasih sayang langsung dari Al Banna.  Sedangkan anak kelima dan keenam yaitu Hallah dan Istisyhad ditinggal syahid terlebih dahulu sejak masing-masing berusia 2 tahun dan masih berbentuk janin.

Siapakah Hasan Al Banna??

Sebenarnya, sudah cukup lama saya mengetahui nama Hasan Al Banna.  Jika saya tidak salah, sejak SMP, kala itu saya mengetahui dari satu buku saku doa kecil tentang dzikir-dzikir yang dilakukan Rasulullah tiap pagi dan petang.  Ya Al Matsurat, dilembar pertama itu selalu terpampang nama beliau.  Tapi saya masih belum mengerti kenapa nama beliau selalu ada di sebagian besar Al Matsurat.  Hasan Al Banna lahir tahun 1906 di desa Mahmudiyah, satu daerah Buhairah, 90 km dari Kairo dari seorang bapak terhormat, seorang ulama, imam, guru, dan pengarang terkenal lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, bernama Syekh Ahmad bin Abdul Rahman.

Ia tinggal di daerah petani yang terkenal dengan keagamaannya yang kuat.  Sejak kecil sudah diajarkan agama oleh sang ayah.  Di usia 14 tahun beliau telah menghafal Al quran.

Pada tahun 1928 atau ketika berumur 22 tahun beliau mendirikan Jamaah Ikhwanul Muslim (orang arab menyebut Al Ikhwan) bersama keenam tokoh lainnya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurrahman Hasbullah, Ismail Izz dan Zaki al-Maghribi (gw 21 tahun, udah bikin apa ya?haha). Ikhwanul Muslimin pada saat itu dipimpin oleh Hassan al-Banna. Pada tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimin dibuat dan disahkan pada Rapat Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September 1930. Pada tahun 1932, struktur administrasi Ikhwanul Muslimin disusun dan pada tahun itu pula, Ikhwanul Muslimin membuka cabang di Suez, Abu Soweir dan al-Mahmoudiya. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang dipimpin oleh Muhibuddin Khatib.

Dalam buku sejarah dakwahnya ditulis, Al Banna telah berhasil membentuk fondasi gerakan dakwah Ikhwanul Muslim hanya setelah ia tinggal 6 bulan di Ismailiyah, satu distrik kota Kairo Mesir.  Lalu dalam waktu 15 tahun, beliau mampu melebarkan sayap dakwahnya ikwanul muslim hingga ke 20 negara.  Di Kairo sendiri ia mendirikan fondasi pembentukan 2000 cabang Al Ikhwan.

Ia memperjuangkan Islam menurut Al-Quran dan Sunnah hingga dibunuh oleh penembak misterius yang oleh banyak kalangan diyakini sebagai penembak 'titipan' pemerintah pada 12 Februari 1949 di Kairo di usia yang terbilang muda, 43 tahun.

Menurut Herry Nurdi dalam buku “Perjalanan Meminang Bidadari” beliau dikatakan sebagai “Guru Para Syuhada”, mengapa demikian?(tolong koreksi jika saya salah) mungkin karena beliau telah mendirikan dan membangun Ikhwanul Muslim bukan hanya sebagai gerakan dakwah saja, tetapi juga sebagai gerakan perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan (khususnya terhadap Islam) sampai sekarang, dan dari Ikhwanul Muslim tersebut lahir para pejuang pembela islam di zaman modern ini untuk melawan ketidakadilan, penindasan yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya, dan salah satu nama termasyur adalah Syekh Abdullah Yusuf Azzam.

Jelaslah dengan latar belakang seperti itu beliau ingin menjadikan anaknya seperti dirinya, seperti bagaimana sang ayah Syekh Ahmad bin Abdul Rahman menjadikannya seperti sekarang.

Alur cerita

Dalam buku ringan dari penulis Muhammad Lili Nur Aulia ini, sebenarnya bukan suatu cerita yang runut dari awal sampai akhir.  Bukan cerita yang ada klimaks dan anti klimaks.  Tapi merupakan penggalan-penggalan kehidupan Hasan Al Banna dalam mendidik anak-anaknya yang insya Allah bisa diambil kebaikannya.  Membuka lembar demi lembar kehidupan Hasan Al Banna sebagai seorang ayah, bagaimana seting kehidupan yang dibina seorang pejuang dakwah yang memiliki banyak prestasi dalam hidupnya selama 43 tahun.  Bagaimana kehangatan hubungan dan warna jiwa sebuah keluarga yang dibina oleh seorang penggagas gerakan dakwah yang sibuk.

Satu contoh, yaitu beliau membuat arsip untuk anak-anaknya sendiri.  Arsip tersebut berisi sebuah map yang di dalamnya terdapat poin-poin penting.  Saiful Islam mengatakan diantaranya adalah tanggal dan sejarah kelahiran, nomor kelahiran, schedule pemberian obat dan makanan, surat dokter dan lain sebagainya hingga catatan seputar prestasi anak-anak di sekolah.  Kemudian di setiap arsip beliau menuliskan sendiri keterangan detail tentang sejarah, dan tanggal lahir pola pengaturan makan, dan seterusnya.  Beliau selalu memberikan tulisan di poin seputar prestasi.  Bahkan beliau menulis layaknya seorang wali kelas terhadap murid-muridnya. Misal, Saiful perlu peningkatan di mata pelajaran ini,…Saiful perlu perbaikan di mata pelajaran itu.  Beliau memiliki kesemua catatan untuk masing-masing anaknya dan beliau selalu menjaganya. 

Anak adalah investasi terbesar untuk dakwah dan tentu untuk kemanusiaan.  Hal tersebut dimengerti betul oleh Hasan Al Banna.  Karena itu Hasan Al Banna melakukan perencanaan yang baik untuk semua anak-anaknya.  Tidak terkecuali tentang kedisiplinan anak-anaknya.  Beliau mempunyai cara sendiri dalam mendisiplinkan anaknya, yaitu dengan memberikan tiga kategori uang kepada anak-anaknya:

  1. Uang harian 3 qirsy
  2. Uang pekanan atau mingguan 10 ma’adin
  3. Uang bulanan 50 qirsy
Tidak seperti orang tua lain yang memberikan uang kepada anaknya, tapi di waktu lain meminta lagi dengan alasan untuk menabung dan lainnya.  Selain kedisiplinan, beliau mengajarkan bagaimana anaknya agar mampu bertanggung jawab, mengatur keuangan, dan lainnya.  Selain itu maksud dari pembagian uang tersebut juga untuk memberi kecukupan pada anak.  Jumlah uang yang diberikan oleh Al Banna memang cukup besar pada zamannya, dan beliau memang dari kalangan berada.

Yang begitu menarik dan membuat saya iri adalah beliau selalu memberikan uang khusus untuk membeli buku, beliau mengajarkan anak-anaknya untuk biasa membaca.  Ia pun menyuruh anak-anaknya membuat perpustakaan mini untuk pribadi. 

“Saif, bagaimana bila ayah yang memuliakan tamumu?”.  Inilah bagian yang paling saya suka dari buku ini, begitu menyentuh saya membaca bagian ini.  Ketika itu datang sekelompok Ikhwan untuk berziarah kepada beliau, kemudian putranya (Saiful Islam) menerima mereka di pintu rumah dan segera bertanya “apakah kalian datang berkunjung kepadaku, atau ayahku??” lalu ikhwan menjawab bahwa mereka datang kepada ayahnya, sejurus kemudian Saif mengatakan kepada ikhwan “baik kalau begitu biarkanlah ayah saja yang membukakan pintu untuk kalian” kemudian Saif menutup pintu dihadapan mereka dan langsung pergi!! (apa susahnya mempersilahkan tamu tersebut untuk masuk dan mempersilahkan duduk kemudian memanggil sang ayah!!!).  Lalu  sang ikhwan tersebut berbicara kepada Al Banna.  Setidaknya sedikit banyak saya tahu reaksinya, pasti beliau tidak akan marah.  Menurut saya beliau pasti menasehati dengan lembut dan hati-hati bahwa tidak baik seperti itu.  Diluar dugaan ternyata perkataan seperti itu yang keluar dari mulut beliau.  Dan akhirnya perkataan tersebut menjadi kesepakatan anatara beliau dengan Saiful, bahwa jika ada tamu untuk beliau, saiful yang menerima dan memuliakan mereka, dan jika ada tamu untuk saiful, beliau yang menerima dan memuliakan mereka.  

Masih banyak petikan kenangan terhadap anak-anaknya, semoga saja bisa menjadi salah satu contoh nyata yang bisa diambil manfaatnya.  Perilaku atau perlakuan Hasan Al Banna terhadap anaknya bisa kita jadikan contoh yang baik.  Namun jangan lupa, paling ideal tetaplah merujuk pada baginda Rasulullah SAW. 

Jumat, 22 April 2011

Kabbalah dan Psikologi (Era Muslim)

Infiltrasi Teologi Kabbalah Dalam Psikologi

Jumat, 22/04/2011 07:05 WIB | email | print

"Mengapa kita harus terkejut ketika diberi fakta bahwa inti pelajaran-pelajaran di sekolah kita 95% adalah ajaran setanisme? Toh kita telah membuang Tuhan Yang Maha Esa dari sekolah-sekolah umum kita sudah sejak awal tahun 1960-an. Jadi, sekarang sekolah milik kita telah dibersihkan dari Tuhan selama tiga dekade, sekarang saatnya untuk memperkenalkan agama Anti-Kristus, murni Setanisme. Namun, pengenalan ini, setidaknya pada tahap awal, harus disamarkan, sehingga sebagian besar guru dan pengelola sekolah akan tertipu untuk sifat sejati ajaran ini. Jadi, Setanisme ajaran ini telah diperkenalkan ke sekolah-sekolah kita dengan kedok psikologi"
Kata-kata ini penulis ambil dari ucapan David Bay, seorang praktisi pendidikan di Amerika yang berang bukan kepalang. Ia bicara lantang dihadapan para guru untuk menyadarkan bahwa selama ini mereka telah tertipu. Tertipu oleh apa? Tertipu oleh psikologi.
Psikologi di Barat memang menjadi musuh Tuhan. Ia tidak mengenal lagi batasan teologis dimana manusia harus menghamba kepadaNya. Namun dibalik kekecewaan Bay, orang tidak menyadari darimanakah istilah psikologi ini muncul.
Pergulatan Psyche
Suatu ketika Almarhum Sukanto MM, salah seorang akademisi yang begitu konsen terhadap Psikologi, sekaligus pencetus Nafsiologi, merasa keheranan yang luar biasa. Ia begitu bingung kenapa nama psikologi harus diambil dari istilah psyche, gubahan Plato, filosof Yunani Kuno klasik dari 25 abad yang lalu itu. Padahal Plato hanya memberikan sinyal psyche dari hasil lamunan semata, bersifat insitingtif dan pastinya spekulatif. Jika ditelusuri lebih jauh Plato dalam hipotesanya membagi manusia menjadi tiga bagian, yakni, akal (kepala), afeksi (dada), dan nafsu (perut).
Almarhum Sukanto menangkap jelas bahwa struktur psyche Plato mengalami invaliditas kebenaran ilmiah. Alhasil psyche Plato telah kadung dicap gagal untuk menyerap aspirasi publik modern yang haus atas nafas keshahihan sebuah ilmu.
Selanjutnya, pengajar di Universitas Islam Batik Solo tersebut mengatakan gagasan Aristoteles dengan Entelechi-nya sedikit lebih baik, ketimbang mengacu kepada trilogi Plato itu. Sebab spekulasi yang sifatnya elementer seperti yang Plato cetuskan amat sukar dibuktikan.
Fakta menarik ditemukan bahwa sedari dulu Aristoteles sebagai murid Plato sendiri memang menyangkal adanya psyche yang diurai gurunya tersebut. Menurut Aristoteles, entelechi dengan badan membentuk kesatuan total sebagai susunan monodualis, bukan susunan dikotomi seperti dugaan Plato. Namun yang lebih penting bahwa buku-buku psikologi sendiri tidak menjelaskan bagaimana sejarah Plato dan siapa Plato sebenarnya.
Plato, Seorang Kabbalah
Adalah David Livingstone yang menjawab itu. Ia menulis dalam artikelnya “Plato The Kabbalist”. Jika anda belum mengenal studi tentang Yahudi, singkatnya Kaballah adalah "satanic ideology" yang dari zaman Mesir Kuno dan hingga saat ini telah mewarnai pemikiran keilmuan dunia demi kelanggengan gegemoni ajaran Yahudi.
Seperti kepercayaan Mesir purba, Kabbalah menolak keras bahwa hakikat material terjadi dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Kabbalah juga menitiktekankan pada esoterisme dan memvonis penciptaan manusia ala Islam menjadi sebuah isu semata.
Bagi Kaballah, manusia adalah reinkarnasi, persis seperti teori evolusi Darwin. Individu juga tidak boleh diatur dalam sekat-sekat agama, karena manusia haruslah bebas membuat apa saja yang mereka kehendaki. Manusia yang seharusnya hanya hamba, dalam kabbalah menjadi pusat materi. Dari titik tolak inilah banyak para psikolog kemudian menerjemahkannya dengan nama psikologi humanistik dan psikologi transpersonal.
Untuk lebih jeli memperhatikan pergerakan mereka, David Livingstone harus sampai menulis bahwa, “harus menjadi keprihatinan kita bahwa gurita filsuf Kabbalis seperti Plato ini telah menjadi pilar banyak doktrin yang telah melanda abad kedua puluh. Dan konyolnya, satu-satunya alasan dia telah mencapai reputasi besar adalah bahwa dalam rimba sejarah Barat dan Timur, tradisi okultisme Plato telah dianggap sebagai ‘godfather’ dari berbagai doktrin, dan sebagai wakil besar dari orang-orang yang berhubungan dengan tradisi kuno Kabbalah.”

Dalam bukunya Republik, Plato sudah merancang konsep dasar negara totaliter masa depan, yang diperintah oleh elit, atau "filsuf raja", atau "wali", dalam Kabbalah. Pada dasarnya, Republik memberikan dasar untuk semua proyek Illuminati masa depan, termasuk komunisme, penghapusan perkawinan dan keluarga, pendidikan wajib, penggunaan eugenika oleh negara, dan kerja-kerja dengan metode propaganda penipuan.
Pada sisi lain, ajaran Kaballah tanpa terendus mata kemudian berkembang biak dengan baik dalam alam konspirasi keilmuan yang dilakukan Freemasonry (perkumpulan rahasia Yahudi). Padahal tradisi tersebut bertentangan dengan semangat ilmu, sebab tradisi Kabballah berasal dari peradaban jahiliah Mesir Purba, Yunani Purba, dan Rom yang telah membangun pra konsepsi akan sebuah atheisme sains.
Penolakan Terhadap Psyche Dari Kristen
Yang menarik adalah bahwa termin psyche Plato sebelumnya sudah menjadi perdebatan sengit dalam teologi Kristen. Teolog Kristen menolak tegas penggunaan psyche. Karena mereka tahu betul bahwa menerima psyche sebagai sebuah pemahaman akan berimplikasi pada ketuhanan Yesus.
Filosof Yunani sendiri memang menganut paham dimana manusia terdiri atas dua bagian saja atau biasa disebut teori manusia dua unsur, yakni tubuh dan jiwa. Sedangkan Kristen mengenal bahwa manusia memiliki tiga unsur. Manusia terdiri dari tiga bagian karena dia diciptakan dalam gambar dan rupa Tuhan.
“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Genesis 1:26)
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita". (Ibrani 4: 12)

Namun pada dasarnya, dari fakta penjajahan Yunani ini serta fakta bahwa Perjanjian Baru awalnya di tuliskan di dalam bahasa Yunani, terjadilah perembesan paham. Menurut teologi Kristen inilah rupanya yang mengakibatkan masuknya istilah ‘psyche’ (Indonesia: ‘jiwa’) ke dalam Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, istilah ‘jiwa’ ditemukan dalam 34 ayat, tetapi yang paling tersohor adalah yang dianggap menopang Teori Manusia yang terdiri dari 3 unsur.
Dari sini kita menjadi paham pula bahwa dari pemikiran filsafat Plato (dua orang filosof Yunani) berkembanglah apa yang kita kenal selama ini, yakni Psikologi. Sejatinya psikologi bukanlah sebuah ilmu obyektif yang mempelajari perilaku dengan metode ilmiah.
Namun sejatinya psikologi tak bisa berkelit ketika tertangkap tangan tengah menyisipkan ideologi melenyapkan Tuhan di dalam seluruh pengajarannya dan menjalankan nilai-nilai kepribadian kabbalis yang bebas Tuhan (baca: atheistik). Baik itu mengeyampingkan konteks Tuhan seperti psikologi behaviorisme dan psikoanalsis atau menjadikan manusia untuk menggantikan peran tuhan seperti psikologi humanistik maupun transpersonal.
Psikologi transpersonal ini pula yang berkembang menjadi pluralisme psikologi dimana pada dasarnya tiap manusia mampu menyingkap ‘esoterisme’ apapun agamanya. Bahkan tidak hanya itu, manusia bisa mengklaim diri sebagai Tuhan apapun ‘tuhannya’. Itu memang menjadi keniscayaan hingga kini. Bayangkan Calvin Hall dan Gardner Lindzey saja dalam tiga jilid bukunya (yang menjadikan rujukan fakultas psikologi) tak satupun merumuskan tiga aliran Psikologi yang menyertakan Tuhan dalam tampilan yang sebetulnya. Setali tiga uang, John Nevid dalam Psikologi Abnormal-nya pun demikian. (pz)

The Power of Symbol (Era Muslim.Com)

Rahasia Simbol dalam Bangunan Publik (1)

Kamis, 21/04/2011 23:08 WIB | email | print
Tokoh tertinggi Freemasonry dari Lodge of London sebelum menandatangani dekrasi kemerdekaan Amerika pada tahun 1776, George Washington, pernah berkata, “Cara terbaik menyembunyikan rahasia adalah dengan meletakkannya di tempat umum…” Apa yang dikatakan Bapak Kemerdekaan Amerika ini memang benar. Mungkin juga dia terinspirasi dari pandangan ahli strategi perang asal Cina, Sun Tzu, yang berucap, “Persembunyian yang paling aman adalah di tempat yang paling terang.”
Ya, sesuatu yang paling tak terduga pihak lawan adalah cara yang paling lazim dilakukan orang untuk mencari aman dan akhirnya menang. Itu pula yang mengilhami Hitler yang kemudian menyusun konsep Blitzkrieg atau serangan dadakan yang nyaris menaklukkan seluruh Eropa. Atau yang dilakukan pesilat dengan jurus-jurus kembangannya.
Memahami hal ini dan menghubungkannya dengan fenomena tersembunyi yang banyak terdapat di berbagai gedung dan area publik, setidaknya menarik untuk dikaji. Apalagi hal ini terkait dengan penggunaan simbol-simbol. Profesor Robert Langdon, karakter utama Dan Brown dalam “The Da Vinci Code” berkata, “Simbol adalah bahasa universal, dan simbol adalah bahasa rahasia yang sudah berumur sangat tua...”
Nah, lantas mengapa Markas Besar Uni Eropa dibuat mirip dengan simbol Menara Babel? Mengapa markas besar angkatan bersenjata Amerika dibuat mengikut simbol Pentagon? Dan mengapa pula Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi di Cikarang pun ikut-ikutan berbentuk Pentagon? Ini adalah sedikit dari apa yang akan kita bahas.
Pentagram dan Tabung Erlenmeyer di Cikarang
Ada langkah sederhana. Bukalah Google Earth. Lalu ketikkan “Cikarang, Bekasi, Indonesia”. Jika bola dunia yang ada di layar telah memperlihatkan lanskap Cikarang, dekatkan sampai dengan jarak elev.214 ft. Perhatikan baik-baik, dari arah pintu keluar Tol Cikarang Pusat, terus ke selatan melewati kompleks perumahan Delta Mas, dan Anda akan menemukan sebuah struktur kompleks bangunan berbentuk Pentagram dilihat dari atas, sama sebangun dengan bentuk Pentagon, Markas Besar Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.
Anda heran? Saya pun heran. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Jangan berhenti, teruslah bergerak. Sekarang menyusur ke sebelah tenggaranya. Tetap pertahankan ketinggian di elev 214 ft. Atau agar tidak sulit “ambil” penggaris yang disediakan di atas Google Earth dan rentangkan sejauh 7,11 kilometer dari ‘Pentagon from Cikarang’ tersebut.
Kalau Anda jeli, Anda akan melihat struktur bangunan yang sangat mirip dengan Tabung atau Labu Erlenmeyer. Sebuah tabung yang lazim terdapat di laboratorium, yang berfungsi untuk menampung larutan, bahan, atau cairan. Labu Erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung akuades, kultivasi mikroba dalam kultur cair, dan lain-lainnya.
Mengapa ada simbol dunia medis di dalam struktur bangunan di tenggara ‘Pentagram from Cikarang’ tersebut? Saya juga belum bisa memastikannya.
Setelah melihat fakta di atas, mari kita kaji bersama-sama simbol tersebut. Yang pertama adalah Pentagon atau dalam bentuk yang lain juga Pentagram. Wikipedia menulis, “Pentagram digunakan secara simbolis pada masa Yunani kuno dan Babilonia. Pentagram dihubungkan dengan dunia sihir, dan banyak orang yang mempunyai kepercayaan paganisme mengenakan kalung berbentuk pentagram. Agama Kristen pernah menggunakan pentagram dengan umum untuk melambangkan lima luka Yesus, namun umat Kristen saat ini mengaitkan bentuk tersebut dengan Setan…”
Lalu ditambahkan oleh WIkipedia, “…Para pemercaya Setan menggunakan pentagram Pythagoras (satu ujung mengarah ke bawah) yang digambarkan menyentuh sebuah lingkaran ganda, dengan kepala Baphomet dalam pentagram tersebut. Mereka menggunakannya seperti Pythagoras, namun huruf-huruf Yunani yang digunakan Pythagoras biasanya digantikan huruf-huruf Ibrani לויתן yang membentuk nama Leviathan.”
Jadi jelas, Pentagon atau Pentagram merupakan simbol yang berhubungan dengan simbol Kepala Baphomet atau The Satanic Goat atau Lucifer itu sendiri. Mengapa struktur bangunan Pemerintahan Pusat Kabupaten Bekasi di Cikarang itu berbentuk The Satanic Goat? Mungkin Sa’adudin, orang nomor satu di wilayah itu punya jawabannya. [bersambung/rz]

Sabtu, 26 Maret 2011

'Sedikit' dari Briptu Norman

 

Pasti kita semua belakangan ini telah disuguhi berita dari cetak maupun televisi tentang video lipsinc yang dilakukan oleh seorang anggota di  Kesatuan Brimob Gorontalo.  Betul, video lipsinc lagu India yang dilakukan oleh Briptu Norman Kamaru.

Munculnya ia di youtube bukan merupakan sesuatu yang ia sengaja lakukan, artinya bukan Norman yang mengunggahnya ke youtube hingga akhirnya menjadi terkenal, tapi oleh seorang mahasiswa salah satu PT di Gorontalo.

Karena video lipsincnya, belakangan Norman menjadi pemberitaan banyak Media.  Pagi, siang , sore hingga malam hari selalu saja ada berita tentang Norman.  Apa yang dilakukan olehnya memang sangat menghibur (setidaknya untuk saya pribadi).  Ia melipsinc lagu yang hanya umum untuk di dengar tapi tidak untuk di ucapkan atau dinyanyikan, seperti  lagu India disertai dengan goyangan-goyangan yang tak kalah dengan Shah Rukh Khan dan Sanjay Dut, bintang asli dari India sana.  Dalam aksi 6 menit lebih itu terlihat Norman lakukan dengan sangat lepas dan memang seperti seseorang yang telah tahu/mengenal baik lagu tersebut.


Akibat dari aksinya tersebut Norman pun menjadi selebriti dadakan, selain menghiasi pemberitaan ia pun diundang untuk mengisi acara-acara musik di berbagai stasiun televisi.  Aksinya pun membuat seorang komedian ternama Tukul Arwana tak tahan untuk tidak mengundangnya .  Karena aksinya itu ia mendapatkan hadiah 2 motor.  Bahkan kabarnya sebuah label ternama ibu kota berani menyodorkan kontrak rekaman senilai 500 juta rupiah!!! (setara dengan artis professional).  Dan masih banyak hal lain hingga ia memperoleh penghasilan yang lebih dari sekedar seorang anggota Brimob.

Kejadian Norman ini bukan yang pertama kali.  Bukan juga kedua kali tapi sudah entah keberapa kali, karena memang sudah banyak orang yang mengalami hal ini.  Sebut saja artis dunia Justin Bieber yang lahir menjadi terkenal, karena sang ibu yang memasukkan video-videonya di youtube, hingga menarik perhatian seorang pencari bakat bernama Scooter Braun, sebelumnya juga ada Shinta dan Jojo yang telah melakukannya lebih dulu.

Seperti halnya dalam sebuah film, seperti halnya sebuah cerita dan kejadian, pasti ada yang bisa dipelajari, tidak terkecuali dari kisah ini, ada pelajaran sederhana yang bisa diambil dari kisah Norman Kamaru ini.  Yaitu tentang niat tulus dan keikhlasan.  Ketika ditanyakan oleh salah seorang wartawan mengapa ia melakukan lipsinc tersebut, bukan jawaban karena ingin menjadi terkenal, bukan juga karena iseng-iseng, tapi ia menjawab karena ingin menghibur temannya yang sejak pagi sedang susah hati.  Memang, perhatikan saja apa yang dilakukannya di video tersebut.  Ia sedang berusaha menghibur teman disampingnya yang sedang cemberut sembari memegang handphonenya dengan beberapa kali menggoda menggunakan gaya dan dorongan-dorongan kecil pada temannya.

Betapa niat ikhlas akan melahirkan sesuatu yang tak terduga.  Betapa niat tulus akan berbuah kebaikan kepada diri.  Betapa hal kecil akan menjadi besar.  Segala sesuatu yang mungkin sepele, akan menjadi sangat bermanfaat.  Mari kita bersihkan niat diri kita untuk melakukan aktifitas sehari-hari.




Senin, 14 Maret 2011

Arsenal lagiii



Hari ini, senin 14 Maret 2011 pukul 14.51 WIB.  Masih saja memikirkan Arsenal yang dalam hampir sebulan terlempar dari tiga kompetisi secara beruntun.  Dimulai dari kekalahan di Final Carling pada tanggal 27 Februari oleh Birmingham dengan skor 2-1.  Kemudian 7 Maret oleh Barcelona dengan hasil 3-1 (Agg 4-3).  Selanjutnya di Perempat final FA Cup 12 Maret oleh MU 2-0.  Entah apa yang akan dilakukan Wenger untuk membangkitkan mental pemain-pemainnya.  Entah apa juga respon yang diperlihatkan pasukan Arsenal di kompetisi Liga Inggris yang menjadi satu-satunya peluang  Arsenal untuk mengakhiri musim ini dengan gelar.

Dengan hanya fokus di Liga Inggris saja membuat Arsenal menjadi lebih diuntungkan sekaligus agak sulit.  Diuntungkan karena MU sebagai pesaing terdekat masih harus membagi fokus di tiga kompetisi berbeda Champion, Inggris, dan FA.  Sulit karena Arsenal mengalami badai cedera, bayangkan saja disisa kompetisi Arsenal hanya memiliki satu kiper yaitu, Almunia.  Fabianski dan Sczescny cedera hingga akhir musim, kemudian cedera Djourou di FA cup menghadapi MU lalu, menjadikan bek tengah Arsenal hanya Koscielny dan Squillaci.  Ditambah lagi cedera pemain kunci seperti Fabregas, Song, dan Walcott.

Just wait and see.

Glory Glory The Real Untouchable, The Real Immortality, The Real Invicible.
Victoria Concordia Crescit.

Rabu, 09 Februari 2011

Arsenal, sebuah curahan...


Victoria Concordia Crescit


Sebuah tim yang terkenal dengan permainan indah dan menghibur namun di akhir musim selalu mendapatkan hasil nihil alias tanpa gelar.  Bisakah dikatakan sebagai klub besar? Atau hanya penghibur setia?  Atau mungkin juga juara tanpa gelar?

Pertanyaan tersebut pas dialamatkan kepada Arsenal.  Arsenal dari Liga Inggris yang dalam lima musim terakhir antara 2005-2010 selalu bermain indah dan menghibur namun di akhir musim hanya mendapatkan kekecewaan.

Bagi klub yang memiliki sejarah besar seperti Arsenal kenyataan seperti itu merupakan borok yang harus segera disembuhkan.  Dimulai dari musim 2005-2006, ketika Arsenal memulai kompetisi liga dengan sangat tidak baik (data dan fakta??) sehingga hanya menempati peringkat 4 pada akhir musim.   Itu pun harus kerja keras kejar mengejar angka dengan musuh satu kota Tottenham Hotspurs sampai pekan terakhir.  Hasil ini pertama kali dirasakan oleh Wenger dalam sepuluh tahun terakhir menukangi Arsenal karena sebelumnya selalu berada di urutan satu dan dua secara bergantian.  Di Piala FA The North Londoners sudah gagal di babak IV dan Piala Carling pun Arsenal kalah di semifinal.

Liga Champions menjadi satu-satunya harapan para punggawa dan fans Arsenal untuk mendapatkan gelar di musim tersebut.  Klub yang berdiri sejak 1886 ini melaju hingga final menghadapi Barcelona, ketika itu masih dihuni oleh pemain terbaik dunia 2004 dan 2005 pilihan FIFA, Ronaldinho.  Permainan berjalan begitu menarik dengan kedua tim saling menyerang.  Sampai pada akhirnya ulah Jens ‘crazy’ Lehmann merusak skenario Arsene Wenger.  Kiper asal jerman sengaja menangkap kaki Eto’o yang sudah melewatinya.  Ia dapat kartu merah dan Arsenal harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke 18!!.  Meski begitu Arsenal mampu unggul terlebih dahulu melalui sundulan Sol Campbell menerima umpan Thierry Henry dari sisi kiri pertahanan Barcelona.  Namun Barcelona mampu membalikan keadaan menjadi 2-1 melalui gol Eto’o dan Belleti masing-masing di menit 75 dan 81.  Hasil itu memupus harapan Arsenal mengakhiri musim dengan gelar di musim 2005-2006 sekaligus juara Liga Champions untuk pertama kalinya.

Lehmann menangkap kaki Eto'o

Terje Hauge mengeluarkan kartu merah untuk Lehmann


Campbell menangi duel udara dengan Oleguer

Perayaan Campbell

Gol Eto'o di menit 76.  Berbau offside.


Belletti mencetak gol kemenangan

Selanjutnya musim 2006-2007, Arsenal bisa dikatakan lebih buruk lagi.  Selain hampa gelar di akhir musim Arsenal terlihat tidak memberikan perlawanan yang mencerminkan sebuah klub yang telah menjuarai 13 gelar Liga Inggris.  Klub yang bermarkas di Emirates Stadium, Ashburton Grove ini sudah terlempar jauh pekan (pekan brp?) dari bursa juara tertinggal dari MU dan Chelsea.  Nama tim disebut pertama yang akhirnya menggondol liga.  Begitupun di Liga Champions dikandaskan PSV Eindhoven dengan aggregate 2-1 di babak 16 besar.  Piala FA pun mendapat hasil identik.  Harapan tinggi berada di Piala Carling karena Arsenal masuk ke final, hanya saja lawannya adalah Chelsea.  Yang ditakutkan pun terjadi, Arsenal kalah 2-1 meski unggul terlebih dahulu melalui gol Walcott dan akhirnya kembali mengakhiri musim tanpa gelar. 

Memasuki musim 2007-2008, pasukan Arsenal bertekad memperbaiki hasil buruk di dua musim sebelumnya.  Tandanya terlihat jelas, Arsenal sempat memimpin klasemen antara pekan ke-7 sampai ke-18 dan pekan ke-25 sampai ke-28, artinya hampir setengah musim memimpin klasemen.  Melihat hasil tersebut para pengamat pun menilai klub pengoleksi 10 piala FA ini di favoritkan menjadi juara Liga Inggris.

"lihat, gigiku putih kan!!"


Berpelukaaaaaannn


Namun memasuki paruh musim kedua Arsenal mulai menunjukan penyakit lama, yaitu sulit mendapatkan nilai penuh setelah kalah dari MU.  Ya Arsenal dihajar MU 4-0 pada babak 8 besar Piala FA yang artinya juga Arsenal harus melepaskan asa mendapatkan trophy Piala FA.  Dalam lima pertandingan liga berikutnya, Arsenal hanya meraih 1 kemenangan.  Keadaan ini dimanfaatkan baik oleh MU.  Parahnya lagi Arsenal harus turun dua peringkat ke tangga tiga setelah kalah 2-1 dari The Blues Chelsea.  Keadaan ini menyedihkan mengingat pada awal musim Arsenal begitu meyakinkan untuk mendapatkan gelar Liga Inggris.  Liverpool menambah kemirisan Arsenal ketika mengalahkannya 4-2 di 2nd Leg perempat final Liga Champions meski Arsenal mampu unggul lebih dahulu.  Begitupun di ajang kelas 3 Piala Carling Arsenal harus tersisih di semifinal.

Hasrat meraih gelar tidak pernah surut, target utama setiap tahun selalu gelar Inggris dan Liga Champions.  Harapan tersebut hampir saja menjadi kenyataan di musim 2008-09.  Arsenal melangkah ke semifinal Piala FA dan semifinal Liga Champions.  Tapi kembali gagal, terlebih di Liga Champions  kalah dengan menyakitkan.  Pasukan Wenger dianiaya musuh lama MU dengan aggregate telak 4-1.  Di Liga Inggris mengalami peningkatan dengan finis di posisi 3.  2009/10 tidak jauh berbeda, mereka hanya sampai perempat final Liga Champions, kalah oleh Barcelona dengan aggregate 6-3.  Di Inggris finis di tempat ketiga.

Jika diperhatikan, sejak terakhir kali mengangkat trophy FA Cup tahun 2005 hingga sekarang, terlepas nirgelar.  Sebenarnya secara keseluruhan Arsenal menunjukan kestabilan.  05/06 Arsenal berhasil menembus final Liga Champions dan semifinal Piala Carling.  Kemudian 06/07 final Piala Carling.  Dilanjutkan 07/08, melaju hingga semifinal Piala Carling dan 08/09 semifinal Liga Champions dan Piala FA.  Hanya saja selalu nyaris juara. 

The Legend
Masih belum

“ Selamat tinggal Arsenal !!”, “ Dadah Arsenal”.  Mungkin kata-kata seperti itu yang paling pas diucapkan Chelsea dan MU untuk menggambarkan ketertinggalan Arsenal.  Disaat Arsenal hampa gelar selama lima musim, mereka justru banyak mendulang gelar.  Terhitung sejak Arsenal nirgelar, Chelsea berhasil mengumpulkan 8 gelar dan satu kali masuk final Liga Champions ketika terjadi All English Final 07/08 dengan MU.  Rinciannya 2 kali Liga Inggris musim 05/06 dan terakhir 09/10 kemarin, kemudian 3 Piala FA 06/07, 08/09, 09/10, disusul satu Piala Carling 06/07 serta juara Charity/Community Shield 2009 dan 2010.  Terlebih MU, selama lima musim tersebut mereka berhasil mengumpulkan 9 gelar!!.  Juara Liga Inggris 3 kali berturut-turut sejak 2006 hingga 2009, 3 Piala Liga 05/06, 08/09, 09/10, 2 Charity/Community Shield 2007 dan 2008 serta Liga Champions 07/08.

Banyak kalangan yang mengatakan bahwa kegagalan Arsenal karena tidak adanya pemain berpengalaman dan terlalu mengandalkan pemain muda.  Walau ada benarnya, tapi hal tersebut bukan menjadi halangan terbesar untuk mendapatkan gelar, tapi lebih kepada dua hal yang akan saya tulis di paragraf selanjutnya.  Saya coba mengutip pernyataan Ir. Soekarno Presiden pertama RI.  Soekarno  tidak mengatakan bahwa ia perlu sepuluh pemuda dan beberapa orang tua atau tidak tua yang berpengalaman untuk bisa ‘menaklukan dunia’.  Ia hanya perlu sepuluh pemuda untuk bisa ‘menaklukan dunia’.  Sama halnya dengan Wenger, ia perlu pemain-pemain muda untuk bisa menaklukan persepakbolaan Eropa bahkan dunia hasil dari buah tangannya.  Hal tersebut beberapa kali nyaris terjadi.  Pengalaman tidak melulu dari pemain tapi bisa juga dari pelatih, orang atau institusi yang mendidik.  Arsenal, sistem dan pelatihnya sudah memiliki itu.  Dengan kemampuan fisik, dan kemampuan intelegensia bermain operan pendek cepat satu dua sentuhan dari kaki ke kaki, serta semangat yang dimiliki anak-anak muda, cepat atau lambat pasti akan membuahkan hasil yang diinginkan.   

Lalu, apa pasal!?  Menurut saya ada dua hal harus dimiliki anak-anak muda Emirates Stadium.  Konsistensi Permainan dan Mental Juara.  Secara keseluruhan Arsenal selalu bermain baik dengan ciri khas permainan operan pendek satu dua sentuhan ditambah kecepatan yang tiba-tiba dapat membuat lawan kewalahan, namun memasuki akhir musim The Gunners selalu mengalami penurunan performa yang akibatnya fatal.  Kebiasaan tersebut harus dirubah.  Arsenal seharusnya lebih bisa berkonsentrasi menjaga dan mempertahankan permainan atau bahkan lebih mengembangkan permainan mengingat konsistensi permainan sangat diperlukan dalam sebuah kompetisi besar macam Premier League dan Liga Champions.

Jika ingin menjadi juara atau setidaknya melangkah jauh dalam suatu kompetisi, terkadang jika tidak ingin dikatakan sering, pasti ada situasi yang mengesampingkan teknik, artinya mental juara.  Mental juara berperan lebih banyak dan untuk memiliki mental juara semua orang atau tim pasti bisa.  Satu contoh shahih Final Liga Champions 1998-99 di Nou Camp antara Munchen v MU.  Bagaimana bisa diajang kelas satu benua Eropa (mungkin juga karena ajang kelas satu benua Eropa menjadi bisa), Munchen lagi lawannya, final pula!!  Sebuah tim membalikan kekalahan menjadi kemenangan dalam waktu 3 menit jika tidak mental juara  yang berperan.  Ketika itu MU masih tertinggal 1-0 sementara waktu normal 90 menit telah habis, tapi MU mampu membalikan skor menjadi 2-1 melalui Sheringham dan solskjaer di 3 menit injury time.  Meskipun pemain MU rata-rata memiliki skill dan teknik diatas rata-rata tapi mental yang benar-benar juara yang ‘bermain’ ketika itu.  Sampai-sampai Pierluigi Collina sebagai wasit yang memimpin pertandingan mengatakan, bahwa partai tersebut merupakan salah satu partai terbaik tak terlupakan yang pernah ia pimpin selama menjadi wasit pro.

Sheringham mencetak gol penyama kedudukan
"We're the Champion!!!"


Kemudian pada babak 16 besar Liga Champions 2003/04, ketika itu Deportivo La Coruna dari Spanyol mampu lolos ke perempat final setelah mengalahkan AC Milan dengan skor telak 4-0, padahal di pertemuan pertama di San Siro Super Depor kalah 4-1 dan hanya perlu 3-0 untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

Contoh lain di gelaran Liga Champions musim 2004/05, antara Liverpool v AC Milan di Stadion Attaturk, Istambul, Turki.  Liverpool berhasil memaksakan hasil seri menjadi 3-3 setelah kalah 3-0 di babak pertama untuk kemudian menang adu penalti dengan skor 5-3.  Hebatnya lagi gol-gol yang diciptakan terjadi dalam kurun waktu 6 menit.  Gerrard, Luis Garcia, dan Xabi Alonso bergantian membobol gawang AC Milan.  Kredit tersendiri patut diberikan kepada kapten tim Stevie Gerrard.  Ia mampu menjadi inspirasi rekan-rekannya ketika mencetak gol pertama.  Bahkan ia mampu mengisi posisi bek kanan untuk menggantikan Steve Finnan ketika cedera (kuota pergantian pemain telah habis di pakai).  Liverpool telah mengajarkan bagaimana sebenarnya kekuatan mental juara.

Stevie 'Gggrrr' Gerrard
"Apa salahku!?"

"Kita berhasil!!!"

The Kop


Setelah konsistensi permainan dan mental juara mungkin adalah kepergian CEO David Dein pada 18 April 2007.  David Dein merupakan orang dibalik layar yang andilnya cukup besar atas kesuksesan Arsenal 21 tahun terakhir terhitung setelah kepergiannya.  Ia yang mendatangkan George Graham pada 1986 dan Wenger pada 1996 ke Highbury.  Dua pelatih tersebut telah memberikan 18 gelar untuk Arsenal.  Dein juga merupakan orang ‘kepercayaan’ Wenger di jajaran direksi Arsenal.  Bahkan, lebih jauh Dein dan Wenger sudah bersahabat sejak pertama kali bertemu di tahun 1988 ketika diperkenalkan Gerrad Houllier (sekarang manajer Aston Villa).

Ada satu hal mengganjal dalam hati saya yang mungkin juga menjadi salah satu alasan Arsenal nirgelar.    Yaitu tentang cara kerja Wenger terhadap pemainnya.  Meskipun Wenger merupakan salah satu pelatih terbaik dunia, masalahnya adalah, Wenger ketika melakukan tugasnya, menempatkan diri sebagai rekan kerja terhadap para pemainnya yang sebagian besar pemain muda, yang mungkin memerlukan pendekatan orang tua terhadap anaknya seperti yang dilakukan oleh Sir Alex Ferguson terhadap pemainnya di kerajaan Setan Merah United.

Terakhir sebagai pecinta Arsenal tentu saya kecewa terhadap performa Arsenal selama lima musim terakhir ini yang tanpa gelar satu pun.  Artinya saat ini Arsenal hanyalah sebuah klub penghibur, tetapi suatu saat akan berubah menjadi klub besar yang memiliki banyak gelar dengan permainan menghibur.  Lebih dari itu, keyakinan saya Arsenal akan merajai persepakbolaan Eropa karena memiliki segudang pemain muda yang sangat berbakat dan bertalenta untuk kemudian dikombinasikan oleh ahli strategi berpengalaman Arsene Wenger, serta didukung manajemen solid  dan tentunya supporter setia seperti saya.  Selamat untuk MU, selamat untuk Chelsea.  Hidup Arsenal.  In Arsene We Trust!!
Immortality.  Musim yang sulit terulang