Jumat, 23 September 2011

Houtman Zainal Arifin

Pembaca, tahu tidak atau minimal pernah dengar nama Houtman Zainal Arifin??  Yang baru dengar-dengar namanya, coba cari tahu perjalanan hidupnya, bagi yang sudah tahu, pasti mendapat pelajaran yang sangat berharga.  Saya termasuk orang yang baru tahu tentang beliau, subhanallah saya kagum dengan orang ini. Dalam kurun 19 tahun ia memulai menjadi OB dan pensiun sebagai Vice President di City Bank, jabatan tertinggi di perusahaan tersebut di Indonesia, karena President Direktur orang Amerika asli yang tentunya tidak tinggal di Indonesia.

Pertama kali saya ingin berbagi dahulu bagaimana saya mengetahui beliau.  Rabu, 10 Agustus lalu, secara tidak sengaja saya melihat TVONE di acara "Apa dan Siapa".  Di acara tersebut diundang 2 (dua) orang Social Entrepeneur, salah satunya adalah Houtman Zainal Arifin.  Pada awalnya, saya hanya menonton saja, tapi begitu lama diperhatikan luar biasa sekali beliau ini.  Pembawaan beliau sangat-sangat tenang, berpengalaman, rendah hati, dan saya pikir beliau seseorang yang memiliki semangat yang sangat tinggi dan pantang menyerah.  Suaranya serak dan berat.

Ada beberapa hal yang saya catat dari beliau di acara tersebut.  Beliau adalah seorang perantau.  Di jakarta ia pernah menjadi anak jalanan, pedagang asongan.

Beliau bercerita, ketika menjadi pedagang asongan dan sedang laku-lakunya, ia istirahat di suatu tempat dan tiba-tiba datang KAMTIB, saat itu juga dagangan yang sedang laku-lakunya di injak-injak lalu dibuang.  Dari kejadian tersebut ia belajar dua hal.  Pertama, menurutnya ia sedang diajak bercanda oleh Allah, dan ia sedang di perhatikan oleh Allah.  Kedua, ketika barangnya di injak-injak dan dibuang oleh KAMTIB, yang membantu memungut, dan mengambil barang-barang dagangan beliau adalah tukang semir sepatu, tukang koran, pedagang asongan lain, pengamen, dan lain-lain yang membuatnya berfikir jika ingin sukses dekat-dekatlah denga kaum dhuafa.  Untuk poin yang kedua ini saya beranggapan, (tanpa mengecilkan salah satu golongan lain) mungkin ketika kita dekat dengan kaum dhuafa, menumbuhkan semangat hidup untuk melakukan sesuatu dalam kelangsungan hidup, menjadi orang yang memiliki fighting spirit yang besar, tidak cengeng, tahan banting dan memiliki pengalaman atau pelajaran hidup begitu besar, dan sebagainya.

Bicara tahan banting, suatu ketika ia pernah berjalan-jalan selama 2 hari dengan Muhammad Ali, ya petinju legendaris itu.  Di satu kesempatan, beliau iseng, memencet-mencet dan memegang-megang tangannya, kata beliau keras sekali seperti batu.  Kemudian beliau bertanya pada Muhammad Ali mengapa bisa begitu keras, jawab Muhammad Ali, ia berlatih dengan sangat keras agar kuat menahan pukulan dan dihargai ribuan dolar untuk satu pukulan yang mengenainya.  Jadi pada intinya untuk sukses dalam hidup diperlukan kerja keras dan kekuatan yang besar, mental maupun fisik.  Begitu kira-kira.  Terdengar familiar tapi sepertinya itulah jawaban yang akan selalu dikeluarkan oleh orang-orang sukses ketika ditanya kisah kesuksesannya.

Diakhir acara diberikan satu kesempatan oleh beliau untuk memberi nasihat khususnya untuk kaum muda, kurang lebih seperti ini.  "Bangsa ini milik kalian, negeri ini milik kalian, jangan takut berharap dan bermimpi.  Raih mimipi kalian.  Jangan hanya menjual fisik, tapi jual juga ini (nunjuk kepala)"

Oh ya bagaimana kisah lengkap beliau, bisa di klik di http://www.thedollarcorner.com/kisah-inspiratif-tentang-houtman-zainal-arifin/

Semoga bermanfaat...


     

Senin, 19 September 2011

Cerita Arsenal hingga pekan kelima BPL 2011/12

Bekasi-- Barclays Premier League (BPL) telah memasuki pekan kelima, banyak cerita terjadi dari sepuluh pertandingan yang digelar.  MU yang semakin perkasa dan membuktikan mereka memang raja dengan permainan ngotot dan indah ketika menggasak Chelsea 3-1 di Old Trafford, MC yang secara tak terduga ditahan imbang 2-2 oleh Fulham, dan dibantainya Liverpool empat gol tanpa balas oleh Hotspurs serta fakta enam dari sepuluh pertandingan yang digelar dimenangkan oleh tuan rumah, mewarnai kejutan BPL pekan kelima.

Namun tidak ada yang lebih mengejutkan dan menyesakkan dari cerita Arsenal di pekan kelima ini, klub besar langganan big four secara mengejutkan kalah 4-3 dari Blackburn Rovers.  Kekalahan ini menjadi yang ketiga di derita Arsenal dari lima pekan BPL, setelah sebelumnya di pertandingan pertama dan ketiga menelan hasil imbang dari Newcastle dan menang tipis 1-0 menghadapi klub promosi Swansea.

Lima pertandingan dengan hasil tiga kekalahan, satu hasil imbang dan sekali menang, dan perolehan empat poin  serta menduduki peringkat tujuh belas klaemen sementara, sudah menjadi catatan terburuk mereka 58 tahun terakhir.  Ini belum ditambah dengan rekor kebobolan yang begitu banyak, bayangkan saja mereka sudah harus menelan empat belas kali kebobolan (terbanyak dari sembilan belas tim lain) berbanding enam kali membobol gawang lawan.

Hasil ini tentu saja sangat mengkhawatirkan fans Arsenal, apalagi sang pelatih, Arsene Wenger, bahkan, ketika jumpa pers seusai kalah dari Rovers, ia mengaku tengah frustasi setelah kekalahan tersebut.

"Anda tak bisa mengatakan kalau Anda tidak cemas ketika Anda melihat performa yang kami tampilkan.  Bukan sekedar tidak mampu bertahan secara solid.  Kami tidak banyak memiliki banyak momen yang menunjukan kelemahan kami.  Namun ketika kami memperlihatkannya, harga yang kami bayar sangatlah mahal.  Kami juga mencetak dua gol bunuh diri dan itu tidak biasa," ujar Wenger selepas pertandingan Blackburn, seperti yang dilansir The Sun dikutip dari bolanews.com


Sangat beralasan memang Wenger menjadi frustasi, setelah selesai dengan musim keenam tanpa gelar.  Ia mengawali musim selanjutnya dengan rentetan hasil buruk di uji coba, dan yang paling tidak mengenakkan ditinggal sejumlah pemain kunci.  Cesc (Barcelona) dan Nasri (City), setelah sebelumnya Denilson (Sao Paolo), Clichy (City) dan Eboue (Galatasaray).  Hasil di lima pekan awal seperti menjadi 'air jeruk nipis' yang disiram di luka yang menganga lebar.

Usaha untuk memperbaiki keadaan pun telah dilakukan.  Dimulai dari datangnya sembilan pemain baru yang lima diantaranya di datangkan pada detik akhir bursa transfer, Park Chu Young, Per Mertesacker, Andre Santos, Yossi Benayoun, dan Mikel Arteta.  Bahkan dengan mengubah sedikit kebijakan dengan mendatangkan pemain berumur 30 tahun.  Ya, tampaknya Wenger mulai melunak dengan kebijakan transfer yang selalu enggan mengontrak pemain yang sudah memasuki umur 30, statusnya pinjam pula.  Hingga optimisme yang terus dilayangkan Proffesor kepada pemain-pemainnya.  Namun tampaknya hasil baik masih belum memihak Arsenal.

Selalu saja ada jalan keluar di setiap kesulitan, pepatah tersebut sangat berlaku bagi siapa pun termasuk Arsenal.  Jalan keluar tersebut berada di pemain yang di datangkan oleh Wenger.  Dari sembilan pemain, lima pemain terakhir yang di datangkan plus Gervinho bisa menjadi jalan keluar (setidaknya menurut saya pribadi).  Mereka pemain yang paling menjanjikan perubahan, paling tidak dalam dua bulan kedepan, karena pengalaman dan skill yang telah terasah sebelumnya.  Berbeda dengan empat pemain lain yang masih muda dan perlu waktu tidak sebentar untuk mampu menunjukan kualitasnya.

Well, meminjam kalimat Bung Weshley Hutagalung dalam kolomnya di bolanews.com.  Siapakah dari antara Mikel, Arteta, Per Mertesacker, Andre Santos, hingga Gervinho bakal menjelma menjadi The Dragon Warrior seperti dalam Kungfu Panda? Pertanyaan lain, mampukah Wenger melakukan tugas seperti Master Shifu dalam membantu kemunculan The Dragon Warrior yang dibantu The Furious Five?

Just wait and see.........................................................again.

Jumat, 02 September 2011

Irshad Manji: Idola Kaum Liberal! Wallah'alam

Ngoprek-oprek document, nemu ini tulisan.  Udah lama banget ni tulisan, lupa dapat darimana...


 Today at 08:34

Sumber: http://www.insistnet.com/

Sejumlah orang yang akan berdialog dengan kaum liberal saya beri saran agar jangan pakai dalil ayat-ayat al-Quran. Sebab, banyak kaum liberal yang sudah tidak percaya lagi pada keotentikan al-Quran, sehingga tidak ada gunanya dalil al-Quran untuk mereka. Memang ada diantara mereka yang masih percaya al-Quran sebagai wahyu Allah, tetapi banyak pula diantara mereka yang memiliki pandangan dan penafsiran yang berbeda.

Jika tafsirnya kita kritik, mereka pun tak segan-segan menyatakan, ”Itu kan penafsiran anda! Penafsiran saya tidak begitu!” Mereka banyak yang sudah berpandangan bahwa hanya Tuhan saja yang tahu penafsiran yang sebenarnya. Manusia boleh menafsirkan al-Quran semaunya, dan semuanya tidak dapat disalahkan. Karena itu, ada yang menyatakan, bahwa perbedaan antara Islam dan Ahmadiyah, hanyalah soal perbedaan tafsir saja, karena itu jangan saling menyalahkan, karena semua penafsiran adalah relatif. Yang tahu kebenaran yang mutlak, hanya Allah saja.

Memang, soal utama antara Islam dan Ahmadiyah, adalah masalah tafsir. Tapi, ada tafsir yang salah dan ada tafsir yang benar. Semua manusia yang masih berakal (tidak gila), bisa saja menafsiran al-Quran. Tapi, tidak semua tafsir itu benar, sebagaimana klaim kaum liberal. Ada tafsir yang salah. Misalnya, kalau ada yang menafsirkan ayat ”Wa-aqimish shalaata lidzikri”, bahwa tujuan salat adalah mengingat Allah. Maka, jika sudah ingat Allah, berarti tujuan sudah tercapai, dan tidak perlu salat lagi. Tafsir semacam ini tentu saja tafsir yang salah.

Contoh lain, dalam buku Eik Ghalthi ka Izalah (Memperbaiki Suatu Kesalahan) karya Mirza Ghulam Ahmad (terbitan Ahmadiyah Cabang Bandung tahun 1993), hal. 5, tertulis pengakuan Ghulam Ahmad yang mendapat wahyu berbunyi: ”Muhammadur Rasulullah wal-ladziina ma’ahu asyiddaa’u ’alal kuffaari ruhamaa’u baynahum.” Lalu, dia komentari ayat tersebut: ”Dalam wahyu ini Allah swt menyebutkan namaku ”Muhammad” dan ”Rasul”.”

Ayat tersebut jelas terdapat dalam al-Quran (QS 48:29). Kaum Muslim yakin seyakin-yakinnya, bahwa ”Muhammadur Rasulullah” di situ menunjuk kepada Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah; bukan merujuk kepada Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India. Jika Ghulam Ahmad membuat tafsir bahwa dia adalah juga Muhammad sebagaimana ditunjuk dalam ayat tersebut, maka tafsir Ghulam Ahmad semacam itu jelas tafsir yang salah.

Akan tetapi, kaum liberal akan menyatakan, bahwa Ghulam Ahmad juga berhak membuat tafsir sendiri, dan tidak boleh disalahkan atau disesatkan. Anehnya, kalau umat Islam punya pandangan dan sikap yang berbeda dengan kaum liberal, maka akan disalah-salahkan, dicap fundamentalis, radikal, tidak toleran, dan sebagainya. Jadi, kita dilarang menyalahkan yang salah, tetapi kaum liberal boleh menyalahkan pendapat yang tidak sesuai dengan mereka.

Sebagaimana pernah kita bahas dalam beberapa CAP, aksi kaum liberal dalam menyerang al-Quran dari waktu ke waktu semakin brutal. Berlindung di balik wacana kebebasan, mereka tidak segan-segan lagi menyerang dan menistakan al-Quran secara terbuka. Apa yang pernah terjadi di IAIN Surabaya tahun 2006, ketika seorang dosen menginjak-injak lazadz Allah yang ditulisnya sendiri, tampaknya hanyalah fenomena gunung es belaka. Sejumlah buku, jurnal, dan artikel terbitan kaum liberal di Indonesia sudah secara terbuka menyerang al-Quran. Kita masih ingat, bagaimana jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang secara semena-mena menyerang al-Quran, dengan menyatakan:

”Karenanya, wajar jika muncul asumsi bahwa pembukuan Qur’an hanya siasat bangsa Quraisy, melalui Usman, untuk mempertahankan hegemoninya atas masyarakat Arab [dan Islam]. Hegemoni itu tampak jelas terpusat pada ranah kekuasaan, agama dan budaya. Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut.”

.

Yang kita heran, orang-orang ini adalah bagian dari kalangan akademisi yang seharusnya menjunjung tinggi tradisi intelektual yang sehat. Tapi, faktanya, mereka sering mengungkapkan pendapat tanpa didukung oleh data-data yang memadai. Belakangan ini, kaum liberal di Indonesia sedang gandrung-gandrungnya pada seorang wanita lesbian bernama Irshad Manji. Kedatangannya di Indonesia pada bulan April 2008 disambut meriah. Dia dipuji-puji sebagai wanita muslimah yang hebat. Seorang wanita alumnus UIN Jakarta bernama Nong Darol Mahmada menulis sebuah artikel di Jurnal Perempuan (edisi khusus Lesbian, 2008) berjudul: Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad. Kata si Nong: ”Manji sangat layak menjadi inspirasi kalangan Islam khususnya perempuan di Indonesia.”

Hari Kamis (14/8/2008), saya diundang untuk menghadiri satu acara bedah buku tentang FPI di kantor Majalah Gatra. Tanpa saya tahu, penerbit buku tentang FPI tersebut (Nun Publisher) adalah juga penerbit buku Irshad Manji yang edisi Indonesianya diberi judul Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini. Di sampul depan buku ini, Manji ditulis sebagai ”Satu dari Tiga Muslimah Dunia yang Menciptakan Perubahan Positif dalam Islam.” Disebutlah buku ini sebagai sebagai ”International Best Seller, New York Times Bestseller, dan telah diterbitkan di 30 negara.” Pokoknya, membaca promosi di sampulnya, sepertinya, buku ini sangat hebat.

Tapi, sebenarnya, isinya kurang memenuhi standar ilmiah. Banyak celotehan Irshad Manji, ke sana kemari, hantam sana, hantam sini, tanpa ada rujukan yang bisa dilacak kebenarannya. Maka, saya heran, bagaimana kaum liberal sampai membangga-banggakan buku karya Irshad Manji ini? Seperti inikah sosok idola kaum liberal, sampai dijuluki ”lesbian mujathidah”? Apa karena Manji sangat liberal dan secara terbuka menyatakan diri sebagai lesbi, maka sosok ini dijadikan idola?

Buku Manji ini menggugat sejumlah ajaran pokok dalam Islam, termasuk keimanan kepada keotentikan al-Quran dan kema’shuman Nabi Muhammad saw. Manji secara terbuka menggugat ini. Ia katakan:

”Sebagai seorang pedagang buta huruf, Muhammad bergantung pada para pencatat untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” – ayat-ayat yang memuja berhala – dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian mencoret ayat-ayat tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof muslim selama berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan al-Quran.” (hal. 96-97).



Cerita yang diungkap oleh Manji itu memang favorit kaum orientalis untuk menyerang al-Quran dan Nabi Muhammad saw. Cerita itu populer dikenal sebagai kisah gharanik. Riwayat cerita ini sangat lemah dan palsu. Haekal, dalam buku biografi Nabi Muhammad saw, menyebut cerita tersebut tidak punya dasar, dan merupakan bikinan satu kelompok yang melakukan tipu muslihat terhadap Islam. Karen Armstrong, dalam bukunya, Muhammad: A Biography of the Prophet juga membahas masalah ini dalam satu bab khusus.

Kisah ”ayat-ayat setan” itu kemudian diangkat juga oleh Salma Rushdie menjadi judul novelnya: The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan). Novel yang terbit pertama tahun 1988 ini memang sangat biadab dalam menghina Nabi Muhammad saw, para sahabat, dan istri-istri beliau. Menurut Armstrong, cerita dalam novel Salman Rushdi ini mengulang semua mitos Barat tentang Nabi Muhammad saw sebagai sosok penipu, ambisius, yang menggunakan wahyu-wahyunya untuk mendapatkan sebanyak-banyak perempuan yang dia inginkan. Para sahabat nabi juga digambarkan dalam novel ini sebagai manusia-manusia tidak berguna dan tidak manusiawi. Tentu saja, judul Novel itu sendiri sudah bertendensi melecehkan al-Quran.




Karen Armstrong mencatat: ‘’It repeats all the old Western myths about the Prophet and makes him out to be an impostor, with purely political ambitions, a lecher who used his revelations as a lisence to take as many women as he wanted, and indicates that his first companions were worthless, inhuman people.”

Armstrong tidaklah keliru! Dan Umat Islam yang sangat menghormati Nabi Muhammad saw, tentu saja sangat tersinggung dengan penerbitan Novel Salman Rushdie yang sangat tidak beradab ini. Novel ini pun – dalam edisi bahasa Inggrisnya -- sudah dijual di Jakarta. Rushdie diantaranya menggambarkan istri-istri Nabi Muhammad saw sebagai penghuni rumah pelacuran bernama ”Hijab”. Rushdie juga menyebut Nabi Muhammad – yang dinamainya ”Mahound” -- sebagai “the most pragmatic of prophets.”

Penulis novel yang menghina Nabi Muhammad saw seperti Salman Rushdie inilah yang dijadikan rujukan oleh Irshad Manji dalam memunculkan isu tentang “ayat-ayat setan”. Memang, dalam bukunya ini pun Manji mengungkapkan , bahwa Salman Rushdie-lah yang mendorongnya untuk menulis buku ini. Manji menceritakan hal ini:

“Apa yang dikatakan Salman Rushdie padaku ketika aku mulai menulis buku ini teringat lagi saat aku berefleksi terhadap hidupku sejak penerbitan buku ini. Aku ingat ketika bertanya kepadanya kenapa dia memberikan semangat kepada seorang muslim muda sepertiku, untuk menulis sesuatu yang bisa mengundang malapetaka ke dalam kehidupannya, seperti yang telah menimpa dirinya. Tanpa ragu sedikit pun, dia menjawab, “Karena sebuah buku lebih penting ketimbang hidup.” (hal. 322).



Dalam bukunya ini pun Irshad Manji menjadikan pendapat Christoph Luxenberg sebagai rujukan untuk menyatakan bahwa selama ini umat Islam salah memahami al-Quran, yang seharusnya dipahami dalam bahasa Syriac. Tentang surga, dengan nada sinis ia menyatakan, bahwa ada human error yang masuk ke dalam al-Quran. Menurut riset yang baru, tulis Manji, yang diperoleh para martir atas pengorbanan mereka adalah kismis, dan bukan perawan. “Nah, bagaimana bisa Al-Quran begitu tidak akurat?” tulisnya.

Pendapat Luxenberg bahwa bahasa al-Quran harus dipahami dalam bahasa Aramaik ditulisnya dalam buku “Die syro-aramaeische Lesart des Koran: Ein Beitrag zur Entschluesselung der Koransprache”. Pendapat ini pun sangat lemah dan sudah banyak artikel ilmiah yang menanggapinya. Dr. Syamsuddin Arif telah mengupas masalah ini secara tajam dalam bukunya, Orientalis dan Diabolisme Intelektual.

Menurut Syamsuddin, Professor Hans Daiber, misalnya, memberikan seminar terbuka tentang karya polemis itu selama satu semester penuh di departemen Orientalistik Universitas Frankfurt, dimana ia ungkapkan sejumlah kelemahan-kelemahan buku itu secara metodologi dan filologi. Salah satu kelemahan Luxenberg, misalnya, untuk mendukung analisis dan argumen-argumennya, mestinya Luxenberg merujuk pada kamus bahasa Syriac atau Aramaic yang ditulis pada abad ke-7 atau 8 Masehi (zaman Islam), dan bukan menggunakan kamus bahasa Chaldean abad ke-20 karangan Jacques E. Manna terbitan tahun 1.900!

Namun, meskipun sudah dijelaskan secara ilmiah, orang-orang yang memang berniat jahat terhadap Islam, tetap tidak mau tahu dan mendengar semua argumentasi ilmiah tersebut. Irshad Manji, dalam bukunya ini, malah menyandarkan keraguannya terhadap al-Quran pada pendapat Luxenberg (seorang pendeta Kristen asal Lebanon yang menyembunyikan nama aslinya). Kata Manji:

”Jika al-Quran dipengaruhi budaya Yahudi-Kristen – yang sejalan dengan klaim bahwa al-Quran meneruskan wahyu-wahyu sebelumnya – maka bahasa Aramaik mungkin telah diterjemahkan oleh manusia ke dalam bahasa Arab. Atau, salah diterjemahkan dalam kasus hur, dan tak ada yang tahu berapa banyak lagi kata yang diterjemahkan secara kurang tepat. Bagaimana jika semua ayat salah dipahami?” (hal. 96).



Tampaknya, penerbit buku Irshad Manji dan kaum liberal di Indonesia pun sudah tidak peduli dengan perasaan umat Islam dan kehormatan Nabi Muhammad saw. Mereka begitu mudahnya menokohkan wanita lesbian seperti Irshad Manji, yang dengan entengnya melecehkan Nabi Muhammad saw dan al-Quran. Mereka mungkin sudah tahu bahwa umat Islam akan marah jika Nabi Muhammad saw dihina. Mereka akan senang melihat umat Islam bangkit rasa marahnya. Jika umat Islam marah, mereka akan tertawa sambil menuding, bahwa umat Islam belum dewasa; umat Islam emosional, dan sebagainya!!


Kasus Irshad Manji ini semakin memahamkan kita siapa sebenarnya kaum liberal dan apa maunya mereka. Kita kasihan sekali pada manusia-manusia seperti ini. Apa mereka tidak khawatir, jika anak-anak mereka nanti ditanya oleh gurunya, siapa wanita idola mereka? Maka anak-anak mereka tidak menjawab lagi, ”Idola kami adalah Khadijah, Aisyah, Kartini, Cut Nya Dien, dan sebagainya” tetapi akan menjawab: ”Idola kami Irsyad Manji, sang muslimah Lesbian teman baik Salman Rushdie sang penghujat Nabi.” Na’udzubillahi min dzalika. (Depok, 13 Sya’ban 1429 H/15 Agustus 2008).

Sumber: http://www.insistnet.com/

Rabu, 03 Agustus 2011

Cepat Sembuh Aurelia Renna

Minggu 31 Juli 2011 kemarin, saya dapat sms, isinya mengabarkan kecelakaan kendaraan yang dialami teman saya.  Aurelia Renna namanya.  Dia saudara, teman, adik saya juga.  Saya pikir kecelakaan "biasa saja", pikiran itu berubah setelah sore hari saya menjenguknya.  Meski saya lihat hanya kira-kira setengah menit (karena sudah keburu diusir satpam) di ruang UGD, saya tahu keadaannya.  Keadaannya PARAH.  Kepala bagian depan dan belakang bocor, tangan kanan patah, kaki kanan patah, dan bahu kanan tampaknya bolong, mata membiru (menurut teman saya karena pendarahan).  Pikiran saya teringat kejadian 7 tahun lalu, saat saya SMA, saya hampir kehilangan kawan saya akibat kecelakaan.  Tapi buru-buru saya hilangkan pikiran itu.

Sore itu saya menjenguk dengan Andika.  Tampak kawan saya Matthew Marcel Roebert yang terlihat sangat murung.  Alhamdulillah setelah setengah jam menunggu, saya sempat menemaninya (atas permintaan suster) untuk masuk kedalam ruangan scan membantu suster.  Di dalam, saya dengan sangat jelas melihat keadaan Aurel, benar memang kedua matanya membiru, tangan dan kaki kanan patah, bahu diperban.  Sprei dan selimut basah dan lengket karena darah.  Meski begitu alhamdulillah ia masih sempat beberapa kali menjawab panggilan dengan aunggukan kecil dan sahutan pelan dari salah seorang suster, lega mendengarnya.

Diruangan tersebut beberapa kali saya mengangkat tangan, bahu, kepala, dan kaki Aurel untuk membantu suster memfoto bagian-bagian tubuhnya yang patah, beberapa kali itu saya merasa ngilu.  Kira-kira setelah 25 menit saya di dalam, Aurel membuka matanya, sebelah kanan terbuka kecil sekali, sebelah kiri terlihat setengah, alhamdulillah dia masih mengingat saya, "keliatan tapi burem, ka alfan kan" jawabnya.

Sekitar 45 menit bagian-bagian tubuh Aurel di scan, selanjutnya giliran kepalanya di scan.  Yang satu ini dilakukan diruangan yang berbeda.  Nah di saat ini, ia tidak bisa diam, beberapa kali ia menggerakkan kakinya yang di infus, dan menggerak-gerakan kepala.  Dan yang paling membuat kaget ketika ia mencoba melepas bantuan oksigen, secara refleks saya dan seorang suster yang berada di dekatnya memegang tangannya untuk tidak ditarik.  Menurut ibu saya kalau sudah begitu sepertinya gegar otak.  Setelah scan kepala selesai ia langsung dipindahkan keruang ICU, disana Aurel bersama dengan pasien-pasien yang sudah berumur. 

Pukul 5 sore hari, saya pulang dan sampai sekarang belum sempat lagi menjenguknya, menurut beberapa teman, alhamdulillah ia berangsur-angsur pulih setelah menjalani operasi.  Salah seorang moderator pada forum Parkour Indonesia melalui postingannya di parkourindonesia.web.id mengatakan, bahwa operasinya adalah pengangkatan pecahan tengkorak dan menindak dislokasi tulang-tulangnya.  Operasi di mulai dari jam 19.30 WIB sampai tepat pukul 00.oo WIB, Senin, 1 Agustus, malam.  Sekarang dalam proses pemulihan.  Menurut salah satu teman ia sudah bisa diajak berkomunikasi meski hanya mengangguk-angguk, menurut teman lain ia sudah mulai bawel.  Alhamdulillah. 

Yang membuat saya terharu adalah, kenyataan bahwa sangat besar sekali kepedulian dari keluarga besar Parkour Indonesia terhadap musibah yang dialami Aurel.  Teman-teman semua serentak berdoa dan menjenguk Aurel yang berada di Rumah Sakit Rawa Lumbu, Jembatan 6, Bekasi Timur.  Beberapa teman PKJKT sudah menjenguknya, bukan tidak mungkin dari luar daerah lain juga akan menjenguk.  Tidak sedikit juga yang menyumbang rezeki untuk membantu operasi dan pengobatan Aurel yang mencapai 70 (tujuh puluh) juta rupiah, untuk yang satu ini bagi yang ingin menyumbang bisa langsung transfer ke rekening Rek: 5780385059 BCA atas nama Barowi.  GBU all.

Doa kami untuk kesembuhanmu Aurel.  Tetap semangat dan cepat sembuh yaa, latihan bareng lagi kitaaa..mau liat lentur-lentur badan Aurel kalo lagi pendinginan,hehehehe.  Semangat!!!
Ki-Ka : Aurel, Matthew, Ririn

Minggu, 24 Juli 2011

Arsenal 125th Anniversary

Seperti janji saya minggu lalu, inilah posting pertama saya dalam program 9 minggu menulis.  Tulisan ini untuk merayakan 125 tahun klub favorit saya sejak kecil.  ARSENAL.  Selamat membaca.

Tahun ini adalah tepat 125 tahun hari jadi Arsenal, yaitu pada tanggal 10 bulan Desember nanti..  Sejak kedatangan manajer Herbert Chapman, klub dari Barclays Premier League ini telah menjelma menjadi salah satu kekuatan besar di sepak bola era modern.  Untuk mengenang 125 tahun Arsenal, saya akan merangkum beberapa momen-momen penting yang dilalui, mulai dari awal terbentuk, hingga sekarang.
 
1.      1886 : Terbentuk
Atau 125 tahun lalu, Arsenal dibentuk dengan nama Dial Square oleh beberapa pekerja pabrik senjata Royal Arsenal yang berbasis di Woolwich.  Pria 22 tahun bernama David Danskin, asal Kirkcaldy, Skotlandia, yang berinisiatif membentuk sebuah tim sepak bola.  Ia memutuskan membentuk sebuah tim ketika bertemu dengan teman kerjanya yang juga menggilai sepak bola seperti dirinya.  Sabtu, 11 Desember 1886 menjadi hari yang sangat bersejarah bagi tim yang baru terbentuk ini.  Saat itulah mereka menjalani pertandingan resmi pertama menghadapi Eastern Wanderes di Isle of Dogs.  Mereka menang telak 6-0.  Setelah pertandingan, nama tim menjadi Royal Arsenal.


2.      1889-90 : Trophy Pertama
Trophy pertama di dapat, mereka menjuarai Kent Senior Cup.  Gelar tersebut menjadi hiburan besar bagi Danskin yang pensiun dini akibat cedera yang di dapat pada januari 1889.  Sedangkan di London Senior Cup mereka menjadi runner-up.

3.      1891 : Menjadi Klub Professional
Seiring dengan prestasi yang di dapat, para pemain Royal Arsenal mulai dilirik klub-klub lain.  Waspada terhadap ancaman tersebut, akhirnya Royal Arsenal berubah menjadi klub professional dengan nama Woolwich Arsenal.



4.      1893 : Bergabung dengan Footbal League
Di tahun ini Woolwich Arsenal dirangkul oleh Footbal League, FA pada saat itu.  Mereka ditempatkan dan bermain di Divisi II.  11 (sebelas) tahun kemudian berhasil promosi ke  Divisi I 

5.      1910 : Henry Norris Datang
Ia adalah pengusaha properti terkemuka di London.  Setelah membeli mayoritas saham Woolwich Arsenal, akhirnya ia menjadi chairman.  Perubahan besar terjadi di eranya.  Ia yang mengalihkan home base Woolwich Arsenal ke Highbury di London Utara.  Ia juga yang banyak mengorbankan uang untuk membangun stadion Highbury, dan 3 tahun kemudian dia menjadi orang yang sangat bahagia karena Highbury rampung.  Setahun kemudian nama klub menjadi Arsenal.  Pada saat inilah perseteruan dengan Tottenham Hotspurs yang lebih dahulu bermarkas di London Utara dimulai.



6.      1925 : Herbert Chapman sebagai Manajer
Pelatih yang pertama kali menghiasi lemari Arsenal dengan trophy professional pertama.  Di musim kelimanya menukangi Arsenal, ia membawa Arsenal juara piala FA musim 1929-30.  Musim selanjutnya membawa Arsenal menjuarai liga untuk pertama kalinya.  Gelar tersebut diulangi di musim 1932-33, meskipun di januari 1934 ia meninggal mendadak akibat pneumonia, ia telah mewariskan tim luar biasa.  Tim besutannya mencatat kemenangan liga tiga kali berturut-turut sejak 1932-33 hingg 1934-1935.  Di masa kepelatihannya, 7 (tujuh) dari sebelas pemain timnas inggris adalah anak didiknya di Arsenal.  Ia juga yang melahirkan pemain top pada saat itu, diantaranya adalah legenda top Arsenal yang mecatat rekor gol semusim sebanyak 42 gol, Ted Drake, lalu ada Cliff Bastin tandemnya di depan, serta George Male.  Dan yang paling penting dari andil beliau adalah, dialah pencetus nomor punggung di sepak bola inggris.  Berkat jasa-jasanya, harian The Times memilih Chapman sebagai Greatest English Manager sepanjang masa.  Bukan Sir Matt Busby maupun Sir Alf Ramsey.




7.      1969-70 : Piala Fairs, Gelar Eropa Pertama
Ketika itu, tim dibesut oleh Bertie Mee yang sebenarnya adalah seorang fisioterapis tim, tapi karena kewibawaan dan pengorganisasiannya yang ciamik, ia mampu membawa kesuksesan Arsenal di Eropa.  Arsenal bertemu dengan Anderlecht, sempat kalah 1-3 dikandang lawan, mereka membalas di rumah sendiri dengan skor 3-0.  Gol dicetak oleh Eddie Kelly, John Radford, dan Jon Sammels.

                                        



8.      1974-75, 1975-76 : Masa Kelam
Sejak kembali ke Divisi I pasca perang dunia di tahun 1919, masa ini adalah masa terkelam Arsenal, selama dua musim tersebut mereka terperosok ke papan bawah.  Namun tidak sampai degradasi.



9.      1986 - 1994  : George Graham, dan Masa Kembali ke Tangga Juara
Setelah gagal mendapatkan Sir Alex Ferguson dari Aberdeen karena terdesak oleh waktu, Arsenal menunjuk mantan pemainnya era 70-an George Graham.  Masa kembali ke tangga juara ditandai dengan memuncaki klasemen pada natal 1986, itu adalah pertama kalinya sejak satu dekade terakhir!! Ditambah berhasil mencatat 22 partai tak terkalahkan antara oktober 1986 dan januari 1987.  Optimisme pun berkobar-kobar.  Selama 9 (Sembilan) musim kepelatihannya, ia memberikan enam gelar. Gelar pertamanya adalah piala liga 1986-87 yang sekaligus mengakhiri puasa gelar selama delapan tahun.  Selain itu juga ada, satu gelar liga yang di dapat secara dramatis di musim 1988-89 dari Liverpool. Ketika itu pasukan Arsenal tertinggal dua poin dengan selisih dua gol, fakta tersebut mewajibkan Arsenal memenangi pertandingan di Anfield dengan selisih dua gol.  Terasa mustahil, mengingat Liverpool tidak pernah kalah dengan selisih sebanyak itu sejak 1986, namun semua terjadi di babak kedua, sundulan Alan Smith di menit ke 52 dan sontekan Michael Thomas di masa injury time membunuh Anfield.
Meski The Gunners mendapat pengurangan dua poin akibat perkelahian dengan pemain MU, gelar tersebut diulangi kembali dua musim kemudian.  Musim 1993-94 menjadi musim penutup bagi George Graham, meski begitu di musim terakhirnya ia berhasil membawa Arsenal meraih gelar eropa kedua, Piala Winners (sekarang UEFA) di dapat.  Sayang itulah gelar terakhir Arsenal di Eropa hingga sekarang.






10.  1996 : (Proffesor) Arsene Wenger Datang
Arsene who?” Tulis Evening Standard.  “Siapa dia?Apa yang akan dilakukam disini?” sinis Tony Adams, kapten Arsenal saat itu.  “…dengan kaca matanya, dia lebih mirip guru sekolahan..” Tambah Adams.  Memang kedatangan Wenger ke Arsenal pada awalnya diragukan oleh banyak pihak.  Dia datang dari sepak bola yang notabene dinilai kelas dua, J-League (Liga Jepang) Nagoya Grampus Eight.  Namun dia membuktikan siapa sebenarnya dirinya.  Musim kedua ia melatih, berhasil mengawinkan dua gelar domestik, Liga Inggris dan Piala FA.  Hasil itu memutus dominasi MU. Double Winner diulanginya kembali musim 2001-02, sekali lagi memutus dominasi MU.  Puncaknya adalah pada musim 2003-04, The Gunners memenangkan liga inggris tanpa sekalipun beroleh kekalahan.  Ia juga dikenal dengan kejeliannya membeli pemain, beberapa pemain ia beli justru ketika mereka sedang turun, diantaranya, Patrick Vieira, dan Thierry Henry.  Sejak kedatangannya ke Arsenal 1996-97 lalu, hingga sekarang, 11 gelar telah ia sumbangkan untuk lemari trophy Arsenal.



 
11.  2001-02 : Juara di Theater Of Dreams     
Ya, di musim ini Arsenal menjuarai liga inggris di rumah bebuyutan, Old Trafford, MU, yang dijuluki Theater Of Dreams.  Pada awal musim mereka terseok-seok, tapi titik balik terjadi di pekan ke-18 ketika menang 2-1 dengan Liverpool.  20 laga berikutnya, mereka hanya seri tiga kali dan sisanya dimenangkan.  3 tahun hanya membayang-bayangi MU, membuat gerah, namun semua itu terbayar di musim ini.  Emosi kemenangan membuncah ketika gol tunggal Sylvain Wiltord di Old Trafford memenangkan hasil akhir sekaligus kepastian juara dari MU.  Semakin manis dirasakan karena empat hari sebelumnya telah memastikan juara FA dari Chelsea.  We Won The League at Old Trafford, We Won The League in Manchester!!!  Glory, Glory, Glory Arsenal!!!




12.  2003-04 : Puncak Kejayaan
Puncak kejayaan Arsenal terjadi di musim ini, begitu berkesannya, membuat Wenger ogah menukarnya dengan trophy apapun.  Kemenangan ini begitu indah karena selama satu musim penuh tak tersentuh kekalahan, 26 kemenangan, 12 seri, 0 kekalahan, dan 90 poin.   Menjadi klub paling subur dengan 90 gol, kemasukan paling sedikit dengan 26 gol, Thierry Henry sebagai pemain terbaik versi PFA (Asosiasi Pemain Professional), dan top skor dengan 30 gol.  Wenger sebagai manajer terbaik.  Lengkap sudah.




13.  2005 : Rekor
24 Oktober 2005, Arsenal resmi memecahkan rekor 49 kali tak terkalahkan.  Pada tanggal ini seharusnya Arsenal bisa menggenapkan menjadi 50 kali tak tersentuh kekalahan, namun apa daya, lagi-lagi MU, Ferguson dengan kerajaan MU-nya memutus rekor tetap di angka 49 dengan mengalahkan Arsenal 2-0 di Old Trafford.  Selama itu Arsenal memeroleh 121 poin, 2,3 rataan gol per partai, 112 gol, 20 jumlah clean sheet, 34 kemasukan, 36 kemenangan, 17 laga tanpa putus mencetak gol antara 6/12/2003 s/d 9/4/2004, 4 jumlah laga tanpa memasukan, dan 39 jumlah gol yang dihasilkan Henry, yang setara 34,82% dari keseluruhan gol Arsenal.  42 tanpa kalah Nottingham Forest musim 1977-78 juga terlewati.  Satu musim Preston North End tanpa kalah juga dilewati, pasalnya pada saat itu mereka hanya bermain 24 kali.


 

14.   2006 : Menangis di Saint Dennis
Tepatnya 17 Mei 2006, partai paling menyesakkan bagi para Gooner (sebutan pendukung Arsenal).   Di waktu tersebut Arsenal bermain di final liga Champions untuk pertama kali, Barcelona lawannya.  Sempat unggul melalui sundulan Campbell di menit 37, Barca membalikkan skor melalui Eto’o dan Belleti masing-masing di menit 76 dan 80.  Aarrgghh, 14 menit lagiii!!!  Semakin menyesakkan karena Piala Champions menjadi satu-satunya asa Arsenal mendapatkan trophy di musim tersebut.




 
15.  2006 – 2011 : Masa Kelam
Berbeda dengan masa kelam era 70-an, kali ini Arsenal sudah berubah status menjadi klub besar dengan tradisi satu gelar di tiap musim.  Selama masa kelam ini, Arsenal tidak sekalipun mendapat trophy, mereka dinilai hanya menjadi tim penghibur saja karena selalu bermain indah namun tidak disertai dengan trophy di akhir kompetisi.  Pada awal-awal musim, pasukan Arsenal selalu saja menjadi pesaing utama MU, Chelsea, Liverpool, untuk menjadi kampiun di segala ajang. Namun memasuki akhir musim menjadi tidak diperhitungkan.  Kebijakan Wenger menggunakan pemain muda mulai diragukan, karena kondisi ini bahkan Arsenal terancam kehilangan sejumlah pemain bintang, macam Samir Nasri dan Francesc Fabregas.





Itulah beberapa kejadian yang mewarnai perjalanan 125 tahun Arsenal.  Semoga dengan hari jadi yang ke 125 tahun ini, memberikan semangat baru untuk musim depan.  Dan tentunya yang paling ditunggu adalah Arsenal kembali mengangkat trophy dan memberikan gelar pertama kali untuk Emirates Stadium.  Salam VVC !!!

Kamis, 14 Juli 2011

Lakukan Saja

Banyak orang bilang susah sekali untuk mulai menulis, tidak sedikit juga yang bilang mudah, menurutnya tulis saja apa yang ingin ditulis.  Berdasar pernyataan kedua itu akhirnya saya tulis apa yang ingin saya tulis sekarang ini.  Raditya Dika dalam sebuah bincang-bincang di salah satu stasiun telivisi swasta awal 2011 mengatakan, tulis saja apa yang ingin anda tulis, seburuk apapun mood yang dirasakan, ketika mood baik periksa kembali tulisan anda dan coba revisi.

Lain halnya Menurut Jonru Ginting (syukron katsir pak), pendiri Writers Academy Indonesia, menurut beliau motivasi dan konsistensi menjadi satu hal yang wajib dipelihara apalagi untuk penulis pemula macam saya ini.  Tanpa motivasi ibarat kendaraan bermotor tanpa bensin.

Sebenarnya saya juga termasuk orang yang merasakan kesulitan ketika ingin mulai menulis, sekarang pun masih begitu meskipun sebenarnya banyak ide-ide yang ada di fikiran saya.  Pepatah mengatakan untuk menjadi pembicara yang baik kita terlebih dahulu harus menjadi pendengar yang baik.  Bagaimana jika ingin menjadi penulis yang baik??  Untuk menjadi penulis yang baik kita perlu menjadi pembaca yang baik, artinya kita harus banyak membaca.  Baca sebanyak mungkin apa yang bisa dibaca, baca sebanyak mungkin tulisan yang bisa dibaca.  Baca sebanyak mungkin apa yang bisa dibaca selain tulisan.

Minggu ini adalah yang pertama setelah saya selesai mengikuti satu program dari http://www.writersacademyindonesia.com.  Programnya adalah memberikan e-book mengenai segala sesuatu tentang dunia tulis menulis selama 9 minggu.  Terus terang saya sangat menikmati pembawaan atau gaya penulisannya, ringan, sistematis, informatif, dan tidak menggurui.

Banyak hal baru yang saya dapat dari program tersebut.  Di pekan awal, e-Book tentang motivasi menjadi pilihan pertama yang dikirim.  Betapa tidak, bagi pemula apapun yang dilakukan memang diperlukan satu motivasi yang besar untuk memulainya.  Bagi kebanyakan orang mungkin memang  berbakat dalam menulis, dan bagi kebanyakan orang tersebut, pasti juga ingin menjadi penulis hebat macam John Grisham, Stephen King, Helvy Tiana Rosa atau Gumira Ajidarma.  Namun semua itu tidak akan terwujud jika tidak memiliki motivasi.  Tanpa motivasi anda hanya menjadi mobil tanpa ada bensin.

Sebagai penulis pemula, kita bisa memulai dengan menulis kegiatan, perasaan, dan hal lain tentang diri kita sendiri.  Ya, macam diary.  Bukan rahasia lagi bahwa Laskar Pelangi adalah curhatan atau diary dari sang penulis Andrea Hirata sendiri.

Pekan kedua dengan judul Rahasia Terbesar Dunia Penulisan.  Begitu saya menerima tulisan ini dan membaca-baca dibagian awal, dalam hati saya berkata bahwa sepertinya memang ada rahasia besar dalam dunia penulisan, tapi ternyata sangat sederhana.  kuncinya adalah Otak Kiri dulu baru Otak Kanan.  Apa maksudnya???

Begini.  Otak kanan adalah otak yang penuh dengan kreativitas, suka spontanitas, suka kebebasan sebebas bebasnya, dan tak peduli aturan apapun.  Sementara otak kiri adalah otak yang suka menganalisis, berfikir dan mempertimbangkan banyak hal.

Banyak orang yang mencoba menulis tapi tidak jadi-jadi atau bahkan belum memulainya sama sekali, itu karena mereka terlalu banyak berfikir, mempertimbangkan teori A dan teori B dalam penulisannya.  Semua itu memenuhi otaknya dan terus menghantui.  Sebagai pemula, mulai menulis dengan cara seperti itu pasti akan sangat sulit dan bahkan tidak jadi satu tulisan pun.  Lakukan saja.

Pekan ketiga terus berlanjut hingga ke pekan sembilan, hingga akhirnya saya mendapatkan banyak pelajaran.  Banyak sekali manfaat yang bisa saya ambil. 

Berdasar program tersebut, hati berkata mengapa tidak saya coba!?  Ok mulai hari ini Kamis, tanggal 14 Juli, pukul 23.20 WIB, memutuskan bahwa, selama sembilan minggu kedepan saya akan menulis.  Menulis apapun yang bisa saya tulis.  Menulis apapun yang saya punya di kepala.  Menulis apapun yang pernah saya ikuti dan ketahui.  Saya akan menulis tentang sepak bola sebagai olahraga tercinta saya sejak kecil.  Bagaimana sejarah dari olahraga paling populer ini, perkembangannya, sampai pada pemain. Pengalaman sekolah saya dan perkuliahan saya   Bisa juga dengan Parkour yang telah saya geluti selama 3 tahun ini.  Permasalahan yang muncul di dalam Parkour itu sendiri, samakah Parkour dan Freerunning.  Siapa David Belle dan Sebastian Foucan, bagaimana latihan untuk pemula, dsb.  Hahaha, saya semangat.  So, lakukan saja!!!

Sabtu, 21 Mei 2011

Kung Fu Peremuk Tulang (Chinmi Kung Fu Boy)

This is it!!



Memang tampaknya mustahil menyamai kekuatan (&stamina) Chinmi dari kuil Dairin Shaolin Kungfu :p, tapi segala prinsip Kungfu peremuk tulang adalah valid & benar dalam konsep seni bela diri Kungfu.

1. Pukulan yang dilancarkan dengan kecepatan yang sama, lebih bertenaga kalau dilakukan orang yang lebih berat badannya. Lantas bagaimana dengan orang yang badannya ringan? Maka esensi dari kungfu peremuk tulang Shaolin Kungfu adalah melipatgandakan berat badan di saat memukul, yang juga akan melipatgandakan tenaga pukulan yang dilancarkan. Lihat Kungfu Academy dan Kung Fu Schools.

2. Biasanya tenaga pukulan (Shaolin Kung Fu) diperoleh dengan memberi jarak kemudian diberi kecepatan. Tapi kungfu peremuk tulang hampir tak memberi jarak. Kunci pertama adl pada hentakan kaki yang sangat kuat. Semakin kuat hentakan kaki, semakin besar berat badan yang bisa menambah tenaga pukulan. Klik Kungfu Fighting dan Kungfu Shaolin.

3. Kunci kedua adl memperkuat hentakan kaki penopang. Sewaktu memukul atau menendang, titik pukul diperkecil menjadi satu titik (Kungfu Shaolin). Maka dalam kungfu peremuk tulang (Shaolin Kung Fu), bagian yang harus diperkuat adalah ibu-jari kaki penopang, tempat tenaga diberikan sampai akhir. Hentakan ibu jari menentukan kekuatan pijakan. Lihat Kung Fu Schools dan Kungfu Fighting.

4. Kunci ketiga adalah menjalarkan tenaga (Academy Kungfu) yang didapat dari pijakan kaki. Pijakan kaki bukan hanya menambah laju pukulan, tapi juga menghasilkan tenaga tambahan, yang kemudian harus dipindahkan ke lengan sambil memuntir pinggang

Sumber: akhmadguntar.com

Selasa, 17 Mei 2011

Setelah Membaca "Cinta di Rumah Hasan Al Banna"




Buku ini secara tidak sengaja saya beli di toko buku di masjid besar (lupa namanya) Universitas Indonesia karena kebetulan murah, hanya 25.000 rupiah dan menarik karena beberapa waktu sebelumnya saya lihat di wall facebook penulis kang mas Herry Nurdi (maklum saya salah satu penyuka tulisannya,hehe).

Cinta di Rumah Hasan Al Banna merupakan satu buku tentang kehidupan Imam Hasan Al Banna rohimahullah.  Buku setebal 92 halaman ini menceritakan bagaimana Al Banna mengajarkan anak-anaknya agar kelak menjadi mujahid sejati.  Al Banna memiliki 6 anak yang terdiri dari lima anak perempuan dan satu anak laki-laki.  Sulung seorang wanita bernama Wafa, kedua laki-laki bernama Ahmad Saiful Islam, ketiga Tsana, kemudian Roja lalu Hallah dan terakhir Istisyhad.

Dalam buku ini tentu saja banyak berdasar kesaksian dari anak-anaknya, namun tidak semua anak dari beliau yang memberikan kesaksian.  Kesaksian banyak bersumber dari anak pertama, Wafa hingga Tsana, ditambah sedikit keterangan dari Roja.  Hal ini dikarenakan hanya mereka yang merasakan bimbingan, pendidikan, pengayoman, dan kasih sayang langsung dari Al Banna.  Sedangkan anak kelima dan keenam yaitu Hallah dan Istisyhad ditinggal syahid terlebih dahulu sejak masing-masing berusia 2 tahun dan masih berbentuk janin.

Siapakah Hasan Al Banna??

Sebenarnya, sudah cukup lama saya mengetahui nama Hasan Al Banna.  Jika saya tidak salah, sejak SMP, kala itu saya mengetahui dari satu buku saku doa kecil tentang dzikir-dzikir yang dilakukan Rasulullah tiap pagi dan petang.  Ya Al Matsurat, dilembar pertama itu selalu terpampang nama beliau.  Tapi saya masih belum mengerti kenapa nama beliau selalu ada di sebagian besar Al Matsurat.  Hasan Al Banna lahir tahun 1906 di desa Mahmudiyah, satu daerah Buhairah, 90 km dari Kairo dari seorang bapak terhormat, seorang ulama, imam, guru, dan pengarang terkenal lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, bernama Syekh Ahmad bin Abdul Rahman.

Ia tinggal di daerah petani yang terkenal dengan keagamaannya yang kuat.  Sejak kecil sudah diajarkan agama oleh sang ayah.  Di usia 14 tahun beliau telah menghafal Al quran.

Pada tahun 1928 atau ketika berumur 22 tahun beliau mendirikan Jamaah Ikhwanul Muslim (orang arab menyebut Al Ikhwan) bersama keenam tokoh lainnya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurrahman Hasbullah, Ismail Izz dan Zaki al-Maghribi (gw 21 tahun, udah bikin apa ya?haha). Ikhwanul Muslimin pada saat itu dipimpin oleh Hassan al-Banna. Pada tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimin dibuat dan disahkan pada Rapat Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September 1930. Pada tahun 1932, struktur administrasi Ikhwanul Muslimin disusun dan pada tahun itu pula, Ikhwanul Muslimin membuka cabang di Suez, Abu Soweir dan al-Mahmoudiya. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang dipimpin oleh Muhibuddin Khatib.

Dalam buku sejarah dakwahnya ditulis, Al Banna telah berhasil membentuk fondasi gerakan dakwah Ikhwanul Muslim hanya setelah ia tinggal 6 bulan di Ismailiyah, satu distrik kota Kairo Mesir.  Lalu dalam waktu 15 tahun, beliau mampu melebarkan sayap dakwahnya ikwanul muslim hingga ke 20 negara.  Di Kairo sendiri ia mendirikan fondasi pembentukan 2000 cabang Al Ikhwan.

Ia memperjuangkan Islam menurut Al-Quran dan Sunnah hingga dibunuh oleh penembak misterius yang oleh banyak kalangan diyakini sebagai penembak 'titipan' pemerintah pada 12 Februari 1949 di Kairo di usia yang terbilang muda, 43 tahun.

Menurut Herry Nurdi dalam buku “Perjalanan Meminang Bidadari” beliau dikatakan sebagai “Guru Para Syuhada”, mengapa demikian?(tolong koreksi jika saya salah) mungkin karena beliau telah mendirikan dan membangun Ikhwanul Muslim bukan hanya sebagai gerakan dakwah saja, tetapi juga sebagai gerakan perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan (khususnya terhadap Islam) sampai sekarang, dan dari Ikhwanul Muslim tersebut lahir para pejuang pembela islam di zaman modern ini untuk melawan ketidakadilan, penindasan yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya, dan salah satu nama termasyur adalah Syekh Abdullah Yusuf Azzam.

Jelaslah dengan latar belakang seperti itu beliau ingin menjadikan anaknya seperti dirinya, seperti bagaimana sang ayah Syekh Ahmad bin Abdul Rahman menjadikannya seperti sekarang.

Alur cerita

Dalam buku ringan dari penulis Muhammad Lili Nur Aulia ini, sebenarnya bukan suatu cerita yang runut dari awal sampai akhir.  Bukan cerita yang ada klimaks dan anti klimaks.  Tapi merupakan penggalan-penggalan kehidupan Hasan Al Banna dalam mendidik anak-anaknya yang insya Allah bisa diambil kebaikannya.  Membuka lembar demi lembar kehidupan Hasan Al Banna sebagai seorang ayah, bagaimana seting kehidupan yang dibina seorang pejuang dakwah yang memiliki banyak prestasi dalam hidupnya selama 43 tahun.  Bagaimana kehangatan hubungan dan warna jiwa sebuah keluarga yang dibina oleh seorang penggagas gerakan dakwah yang sibuk.

Satu contoh, yaitu beliau membuat arsip untuk anak-anaknya sendiri.  Arsip tersebut berisi sebuah map yang di dalamnya terdapat poin-poin penting.  Saiful Islam mengatakan diantaranya adalah tanggal dan sejarah kelahiran, nomor kelahiran, schedule pemberian obat dan makanan, surat dokter dan lain sebagainya hingga catatan seputar prestasi anak-anak di sekolah.  Kemudian di setiap arsip beliau menuliskan sendiri keterangan detail tentang sejarah, dan tanggal lahir pola pengaturan makan, dan seterusnya.  Beliau selalu memberikan tulisan di poin seputar prestasi.  Bahkan beliau menulis layaknya seorang wali kelas terhadap murid-muridnya. Misal, Saiful perlu peningkatan di mata pelajaran ini,…Saiful perlu perbaikan di mata pelajaran itu.  Beliau memiliki kesemua catatan untuk masing-masing anaknya dan beliau selalu menjaganya. 

Anak adalah investasi terbesar untuk dakwah dan tentu untuk kemanusiaan.  Hal tersebut dimengerti betul oleh Hasan Al Banna.  Karena itu Hasan Al Banna melakukan perencanaan yang baik untuk semua anak-anaknya.  Tidak terkecuali tentang kedisiplinan anak-anaknya.  Beliau mempunyai cara sendiri dalam mendisiplinkan anaknya, yaitu dengan memberikan tiga kategori uang kepada anak-anaknya:

  1. Uang harian 3 qirsy
  2. Uang pekanan atau mingguan 10 ma’adin
  3. Uang bulanan 50 qirsy
Tidak seperti orang tua lain yang memberikan uang kepada anaknya, tapi di waktu lain meminta lagi dengan alasan untuk menabung dan lainnya.  Selain kedisiplinan, beliau mengajarkan bagaimana anaknya agar mampu bertanggung jawab, mengatur keuangan, dan lainnya.  Selain itu maksud dari pembagian uang tersebut juga untuk memberi kecukupan pada anak.  Jumlah uang yang diberikan oleh Al Banna memang cukup besar pada zamannya, dan beliau memang dari kalangan berada.

Yang begitu menarik dan membuat saya iri adalah beliau selalu memberikan uang khusus untuk membeli buku, beliau mengajarkan anak-anaknya untuk biasa membaca.  Ia pun menyuruh anak-anaknya membuat perpustakaan mini untuk pribadi. 

“Saif, bagaimana bila ayah yang memuliakan tamumu?”.  Inilah bagian yang paling saya suka dari buku ini, begitu menyentuh saya membaca bagian ini.  Ketika itu datang sekelompok Ikhwan untuk berziarah kepada beliau, kemudian putranya (Saiful Islam) menerima mereka di pintu rumah dan segera bertanya “apakah kalian datang berkunjung kepadaku, atau ayahku??” lalu ikhwan menjawab bahwa mereka datang kepada ayahnya, sejurus kemudian Saif mengatakan kepada ikhwan “baik kalau begitu biarkanlah ayah saja yang membukakan pintu untuk kalian” kemudian Saif menutup pintu dihadapan mereka dan langsung pergi!! (apa susahnya mempersilahkan tamu tersebut untuk masuk dan mempersilahkan duduk kemudian memanggil sang ayah!!!).  Lalu  sang ikhwan tersebut berbicara kepada Al Banna.  Setidaknya sedikit banyak saya tahu reaksinya, pasti beliau tidak akan marah.  Menurut saya beliau pasti menasehati dengan lembut dan hati-hati bahwa tidak baik seperti itu.  Diluar dugaan ternyata perkataan seperti itu yang keluar dari mulut beliau.  Dan akhirnya perkataan tersebut menjadi kesepakatan anatara beliau dengan Saiful, bahwa jika ada tamu untuk beliau, saiful yang menerima dan memuliakan mereka, dan jika ada tamu untuk saiful, beliau yang menerima dan memuliakan mereka.  

Masih banyak petikan kenangan terhadap anak-anaknya, semoga saja bisa menjadi salah satu contoh nyata yang bisa diambil manfaatnya.  Perilaku atau perlakuan Hasan Al Banna terhadap anaknya bisa kita jadikan contoh yang baik.  Namun jangan lupa, paling ideal tetaplah merujuk pada baginda Rasulullah SAW. 

Jumat, 22 April 2011

Kabbalah dan Psikologi (Era Muslim)

Infiltrasi Teologi Kabbalah Dalam Psikologi

Jumat, 22/04/2011 07:05 WIB | email | print

"Mengapa kita harus terkejut ketika diberi fakta bahwa inti pelajaran-pelajaran di sekolah kita 95% adalah ajaran setanisme? Toh kita telah membuang Tuhan Yang Maha Esa dari sekolah-sekolah umum kita sudah sejak awal tahun 1960-an. Jadi, sekarang sekolah milik kita telah dibersihkan dari Tuhan selama tiga dekade, sekarang saatnya untuk memperkenalkan agama Anti-Kristus, murni Setanisme. Namun, pengenalan ini, setidaknya pada tahap awal, harus disamarkan, sehingga sebagian besar guru dan pengelola sekolah akan tertipu untuk sifat sejati ajaran ini. Jadi, Setanisme ajaran ini telah diperkenalkan ke sekolah-sekolah kita dengan kedok psikologi"
Kata-kata ini penulis ambil dari ucapan David Bay, seorang praktisi pendidikan di Amerika yang berang bukan kepalang. Ia bicara lantang dihadapan para guru untuk menyadarkan bahwa selama ini mereka telah tertipu. Tertipu oleh apa? Tertipu oleh psikologi.
Psikologi di Barat memang menjadi musuh Tuhan. Ia tidak mengenal lagi batasan teologis dimana manusia harus menghamba kepadaNya. Namun dibalik kekecewaan Bay, orang tidak menyadari darimanakah istilah psikologi ini muncul.
Pergulatan Psyche
Suatu ketika Almarhum Sukanto MM, salah seorang akademisi yang begitu konsen terhadap Psikologi, sekaligus pencetus Nafsiologi, merasa keheranan yang luar biasa. Ia begitu bingung kenapa nama psikologi harus diambil dari istilah psyche, gubahan Plato, filosof Yunani Kuno klasik dari 25 abad yang lalu itu. Padahal Plato hanya memberikan sinyal psyche dari hasil lamunan semata, bersifat insitingtif dan pastinya spekulatif. Jika ditelusuri lebih jauh Plato dalam hipotesanya membagi manusia menjadi tiga bagian, yakni, akal (kepala), afeksi (dada), dan nafsu (perut).
Almarhum Sukanto menangkap jelas bahwa struktur psyche Plato mengalami invaliditas kebenaran ilmiah. Alhasil psyche Plato telah kadung dicap gagal untuk menyerap aspirasi publik modern yang haus atas nafas keshahihan sebuah ilmu.
Selanjutnya, pengajar di Universitas Islam Batik Solo tersebut mengatakan gagasan Aristoteles dengan Entelechi-nya sedikit lebih baik, ketimbang mengacu kepada trilogi Plato itu. Sebab spekulasi yang sifatnya elementer seperti yang Plato cetuskan amat sukar dibuktikan.
Fakta menarik ditemukan bahwa sedari dulu Aristoteles sebagai murid Plato sendiri memang menyangkal adanya psyche yang diurai gurunya tersebut. Menurut Aristoteles, entelechi dengan badan membentuk kesatuan total sebagai susunan monodualis, bukan susunan dikotomi seperti dugaan Plato. Namun yang lebih penting bahwa buku-buku psikologi sendiri tidak menjelaskan bagaimana sejarah Plato dan siapa Plato sebenarnya.
Plato, Seorang Kabbalah
Adalah David Livingstone yang menjawab itu. Ia menulis dalam artikelnya “Plato The Kabbalist”. Jika anda belum mengenal studi tentang Yahudi, singkatnya Kaballah adalah "satanic ideology" yang dari zaman Mesir Kuno dan hingga saat ini telah mewarnai pemikiran keilmuan dunia demi kelanggengan gegemoni ajaran Yahudi.
Seperti kepercayaan Mesir purba, Kabbalah menolak keras bahwa hakikat material terjadi dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Kabbalah juga menitiktekankan pada esoterisme dan memvonis penciptaan manusia ala Islam menjadi sebuah isu semata.
Bagi Kaballah, manusia adalah reinkarnasi, persis seperti teori evolusi Darwin. Individu juga tidak boleh diatur dalam sekat-sekat agama, karena manusia haruslah bebas membuat apa saja yang mereka kehendaki. Manusia yang seharusnya hanya hamba, dalam kabbalah menjadi pusat materi. Dari titik tolak inilah banyak para psikolog kemudian menerjemahkannya dengan nama psikologi humanistik dan psikologi transpersonal.
Untuk lebih jeli memperhatikan pergerakan mereka, David Livingstone harus sampai menulis bahwa, “harus menjadi keprihatinan kita bahwa gurita filsuf Kabbalis seperti Plato ini telah menjadi pilar banyak doktrin yang telah melanda abad kedua puluh. Dan konyolnya, satu-satunya alasan dia telah mencapai reputasi besar adalah bahwa dalam rimba sejarah Barat dan Timur, tradisi okultisme Plato telah dianggap sebagai ‘godfather’ dari berbagai doktrin, dan sebagai wakil besar dari orang-orang yang berhubungan dengan tradisi kuno Kabbalah.”

Dalam bukunya Republik, Plato sudah merancang konsep dasar negara totaliter masa depan, yang diperintah oleh elit, atau "filsuf raja", atau "wali", dalam Kabbalah. Pada dasarnya, Republik memberikan dasar untuk semua proyek Illuminati masa depan, termasuk komunisme, penghapusan perkawinan dan keluarga, pendidikan wajib, penggunaan eugenika oleh negara, dan kerja-kerja dengan metode propaganda penipuan.
Pada sisi lain, ajaran Kaballah tanpa terendus mata kemudian berkembang biak dengan baik dalam alam konspirasi keilmuan yang dilakukan Freemasonry (perkumpulan rahasia Yahudi). Padahal tradisi tersebut bertentangan dengan semangat ilmu, sebab tradisi Kabballah berasal dari peradaban jahiliah Mesir Purba, Yunani Purba, dan Rom yang telah membangun pra konsepsi akan sebuah atheisme sains.
Penolakan Terhadap Psyche Dari Kristen
Yang menarik adalah bahwa termin psyche Plato sebelumnya sudah menjadi perdebatan sengit dalam teologi Kristen. Teolog Kristen menolak tegas penggunaan psyche. Karena mereka tahu betul bahwa menerima psyche sebagai sebuah pemahaman akan berimplikasi pada ketuhanan Yesus.
Filosof Yunani sendiri memang menganut paham dimana manusia terdiri atas dua bagian saja atau biasa disebut teori manusia dua unsur, yakni tubuh dan jiwa. Sedangkan Kristen mengenal bahwa manusia memiliki tiga unsur. Manusia terdiri dari tiga bagian karena dia diciptakan dalam gambar dan rupa Tuhan.
“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Genesis 1:26)
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita". (Ibrani 4: 12)

Namun pada dasarnya, dari fakta penjajahan Yunani ini serta fakta bahwa Perjanjian Baru awalnya di tuliskan di dalam bahasa Yunani, terjadilah perembesan paham. Menurut teologi Kristen inilah rupanya yang mengakibatkan masuknya istilah ‘psyche’ (Indonesia: ‘jiwa’) ke dalam Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, istilah ‘jiwa’ ditemukan dalam 34 ayat, tetapi yang paling tersohor adalah yang dianggap menopang Teori Manusia yang terdiri dari 3 unsur.
Dari sini kita menjadi paham pula bahwa dari pemikiran filsafat Plato (dua orang filosof Yunani) berkembanglah apa yang kita kenal selama ini, yakni Psikologi. Sejatinya psikologi bukanlah sebuah ilmu obyektif yang mempelajari perilaku dengan metode ilmiah.
Namun sejatinya psikologi tak bisa berkelit ketika tertangkap tangan tengah menyisipkan ideologi melenyapkan Tuhan di dalam seluruh pengajarannya dan menjalankan nilai-nilai kepribadian kabbalis yang bebas Tuhan (baca: atheistik). Baik itu mengeyampingkan konteks Tuhan seperti psikologi behaviorisme dan psikoanalsis atau menjadikan manusia untuk menggantikan peran tuhan seperti psikologi humanistik maupun transpersonal.
Psikologi transpersonal ini pula yang berkembang menjadi pluralisme psikologi dimana pada dasarnya tiap manusia mampu menyingkap ‘esoterisme’ apapun agamanya. Bahkan tidak hanya itu, manusia bisa mengklaim diri sebagai Tuhan apapun ‘tuhannya’. Itu memang menjadi keniscayaan hingga kini. Bayangkan Calvin Hall dan Gardner Lindzey saja dalam tiga jilid bukunya (yang menjadikan rujukan fakultas psikologi) tak satupun merumuskan tiga aliran Psikologi yang menyertakan Tuhan dalam tampilan yang sebetulnya. Setali tiga uang, John Nevid dalam Psikologi Abnormal-nya pun demikian. (pz)