Selasa, 24 Januari 2012

Arsenal di BPL



Baru saja melihat big match antara Arsenal v MU.  Hasil akhir dimenangkan MU dengan skor 1-2.  Gol dicetak oleh Valencia (45+1) dan Wellbeck (82) berbalas Van Persie (71).  Hasil ini memaksa pasukan Emirates mengakui keunggulan MU baik tandang maunpun kandang di musim 2011-2012 ini.

Entah saya harus mengatakan dan menulis apa setelah kekalahan ini.  Hati tertekan, tenggorokan cekat, pikiran pun emosional.  Memang untuk satu hal ini mampu membuat saya begitu emosional.  Bagi saya sepak bola & Arsenal mengajarkan saya cukup banyak hal.  Sepak bola adalah panggung yang bisa dikatakan miniatur dunia, sedangkan Arsenal adalah filosofi untuk mengarungi miniature tersebut.

Saya memang seorang Gooner, jadi sebenarnya sulit bagi saya unruk rasional, tapi jangan salah sangka dulu.  Meski saya seorang Gooner, saya selalu berusaha untuk tetap rasional dan objektif.  Entah berhasil atau tidak.

Setelah pertandingan malam ini, bagaimanapun hasilnya bisa dikatakan lebih baik dari pertemuan pertama yang menghasilkan skor 8-2.  Kini hanya kalah 2-1.  Secara aggregate ini berarti Arsenal kalah dengan sangat telak, 9-3 untuk MU.  The Gunners benar-benar dilangkahi dan dikangkangi oleh MU. 

Saya tidak ingin membahas keputusan yang oleh banyak fans dan sang kapten sendiri di pertanyakan, yaitu perihal pergantian Alex Oxlade Chamberlain oleh Arshavin.  Meski belakangan ternyata AOC diketahui kelelahan dan mengalami keram di kaki.  Tapi saya akan coba membahas akibat kekalahan tersebut dan bagaimana kira-kira Arsenal di akhir musim.

Nirpoin ini adalah yang ketiga kali secara berturut-turut setelah sebelumnya dihempaskan Fulham dan Swansea, yang artinya juga pasukan Emitares belum mendapat sebiji poin pun selepas tahun baru !!! Plus kekalahan ke-8 di pekan 22.

Meski begitu Gunners masih tertolong dengan kekalahan Newcastle United dan Liverpool, sehingga mereka masih tetap bertahan di posisi 5 dengan perolehan 36 poin, sama dengan NU hanya beda selisih gol.

Meski aman di posisi 5, tapi menjadi semakin sulit mencecar top 4 di akhir musim untuk bisa berlaga di UCL musim depan.  The North London tertinggal 5 dan 10 poin dari pos ke 4 dan 3 yang diisi oleh Chelsea dan Spurs.  Bagaimana dengan kans juara!? Akh, sudahlah.  Sudah sangat tidak relevan dengan kondisi sekarang jika masih bicara juara BPL.  Finish di empat besar saja sudah cukup sulit.

Siapapun tahu, sebuah tim yang menguasai pertandingan dan terus memegang dan menciptakan peluang akan berpeluang lebih besar menciptakan banyak gol dan menang, meski tidak melulu tapi hal itu hanya sekian dari kebanyakan.  Nah melihat Arsenal di tiga kekalahan tersebut, bisa dikatakan itulah masalahnya.  Van Persie cs tidak menguasai permainan dan akhirnya kalah. 

Melawan Fulhan ball possession di pegang Fulham meski terbantu dengan dikeluarkannya Djourou, Swansea memgang permainan dengan 55,2% penguasaan, bahkan mereka berhasil mengalahkan Arsenal dengan gaya khas Arsenal.  Umpan pendek cepat, dan cepat pressing jika kehilangan bola.  Dan semalam dengan leluasa Setan Merah mengurung pertahanan Arsenal. 

Ada fakta menarik perihal penguasaan.  Menurut @orbinho, Arsenal memiliki belasan tendangan di setiap pertandingan dan setiap tiga tendangan mengarah ke gawang, satu gol akan diciptakan.  Di pertandingan melwan Swansea bukti terbaru (14 shoot, 8 mengarah gawang).

16 pekan masih tersisa di musim ini.  Berarti masih tersedia 48 poin.  Jika mampu menyapu bersih seluruh poin, Arsenal akan mampu mengumpulkan 84 poin.  Namun hal itu hampir tidak mungkin.  Dari 16 pekan tersebut Arsenal masih harus bersua Man.City (kandang), Chelsea (K), Liverpool (T), Spurs (K), dan Newcastle (K).  lima klub berpotensi besar mengganjal Arsenal.

Pertandingan pertama melawan City, Arsenal takluk 1-0 lewat gol tunggal Silva di menit 53’.  Di pertemuan kedua nanti pada pekan 32, 7 Maret mendatang, di Emirates Stadium, diprediksikan kekuatan Arsenal sudah lengkap, duo full back andalan Sagna dan Andre Santos akan bermain, plus gelandang muda Jack Wilshere.  Namun momentum nampaknya masih akan dimiliki pasukan Mancini dan itu pun jika City belum memastikan juara.  Hasil seri sudah cukup bagi Wenger ketika menghadapi City.

Lalu menghadapi Chelsea, jika berkaca pada partai pertama Arsenal akan memiliki kepercayaan diri tinggi, ditambah dengan main di kandang, plus pemain yang sudah lengkap, tampaknya Gunners akan meraih tiga angka, meski mendapat perlawanan sengit dari Chelsea. 

Bagaimana menghadapi Liverpool??  Hingga pekan ke 22, Anfield menjadi salah satu tim yang belum terkalahkan di kandang bersama dengan City.  Anfield memang dikenal susah ditaklukan meski susah juga bagi si empunya stadion untuk mengumpulkan poin penuh di rumah sendiri (menang 4, seri 7).  Tekad Arsenal untuk membalas kekalahan partai pertama dan alotnya Liverpool dirumah sendiri akan mengahasilkan pertandingan yang ketat, dan pada akhirnya berbagai angka.

Dari 19 pekan setelah dibantai City 5-1 di pekan ketiga, Spurs mencatatkan rekor yang sanagat baik.  Dari potensi 57 poin, mereka mampu mengumpulkan 45 poin dengan rincian 14 kemenangan, 3 seri dan 2 kalah.  Dengan 39 memasukkan dan 15 kemasukan, menjadikannya melaju hingga pos ke-3 dan hanya berselisih 5  & 8 angka dengan MU dan City.  Dengan fakta tersebut bahkan pasukan Redknapp digadang mampu bersaing dengan duo Manchester meraih title liga.  Statistic tersebut yang akan menjadikan pasukan Wenger sulit untuk meraih poin penuh, namun dengan sentimen musuh satu kota, pembalasan partai pertama dan gengsi besar bermain dikandang, Van Persie cs akan menang tipis dan meraih tripoin krusial.

Siapa top skor dibawah Van Persie ? jawabnya adalah Demba Ba.  Ya pemain dari Newcastle yang baru dibeli awal musim (bener gak??) menjadi top skor kedua dengan 15 gol.  Dengan kontribusinya tersebut Demba Ba menjadi andalan dan menginspirasi permainan NU.  Bahkan mereka mampu mengalahkan MU dengan skor 3-1 di Sport Direct Arena, kandang the toon Army.  Jika peringkat the toon army masih dibawah Arsenal ditambah gengsi Arsenal bermain dikandang serta fakta diatas kertas Gunners lebih unggul, tripoin bukan tidak mungkin bagi Arsenal.

Bagaimana dengan ke empat belas tim lain!!??  Perhitungan atas kertas dan tradisi yang ada menjadikan Arsenal lebih unggul, atas dasar itu seharusnya Arsenal mampu meraih poin penuh dari mereka.  Semua prediksi tersebut tentu saja harus dibarengi dengan catatan Arsenal berada di kondisi pemain yang sudah lengkap dan berada di tahap permainan yang baik pula, serta yang paling penting daya juang untuk finish di 4 besar.  Pasalnya hal terakhir menjadi hal yang sangat krusial, apalagi terjadi penyikapan yang berbeda dari sang pelatih dengan CEO perihal finish di zona Champions.

Ivan Gazidis, CEO Arsenal, mengatakan bukan masalah besar jika Arsenal tidak menyelesaikan musim di zona Champions, secara keuangan mungkin akan turun pendapatan, tapi ia bilang sudah merencanakan jika harus finish diluar 4 besar.  Sedangkan sang manajer, Arsene Wenger, baginya merupakan bencana bagi Arsenal jika mengakhiri musim diluar 4 besar.

Tentu saja pernyataan sang CEO diibaratkan sebagai bendera putih dan (mungkin) akan memengaruhi para pemain yang seperti telah menerima pemakluman jika memang tidak finish di zona UCL.  Perlu diingat selama 15 tahun berturut-turut Arsenal telah secara konsisten mengikuti UCL, hanya Real Madrid dan MU yang mampu menyamai pencapaian tersebut.

Ini semua hanya prediksi, tetap saja yang menentukan di atas lapangan.  Dan saya juga sadar, frase umum yang mengatakan, bola itu bundar, apapun bisa terjadi.  Ya betul.  So, just wait and see again.  Yes I do

#COMEONYOUGUNNERS

Rabu, 11 Januari 2012

Victoria Concordia Crescit --- Kejayaan Berawal dari Keharmonisan

Adegan Hnery berpelukan dengan Wenger semalam mengingatkan saya pada hal serupa di awal tahun 2011 lalu, tepatnya di 16 Februari 2011.  Bedanya jika Henry melakukannya kemarin, selasa 10/1, pagi hari ketika merayakan gol tunggal kemenangan melawan Leeds United, pada Februari 2011, yang melakukan adalah RvP atau Robin Van Persie.  Adegan hangat tersebut terjadi di ajang Champions League ketika menjamu Barcelona dan ia menctak gol penyama kedudukan.  Di akhir laga akhirnya kemenangan 2-1 diperoleh.

Dua kejadian tersebut mungkin biasa dilihat bagi orang lain, tapi saya yakin, bagi para Gooner, dua adegan tersebut menjadi pemandangan luar biasa dan menyentuh.  Maaf bukan berlebihan, tapi begitu adanya, ini diperkuat oleh beberapa teman Gooner lain ketika mengomentari foto-foto tersebut di twitter dan forum.  Apalagi jika diperhatikan adegan-adegan tersebut disertai dengan ekspresi dan mimik wajah ketiganya begitu bahagia, terutama Wenger, bukan pelukan datar-datar saja.  ( Ya iyalah, orang lagi seneng ngerayain gol, lebay lu!! Bukan, bukan itu, tapi seperti ada sesuatu yang memang berurusan dengan hati tapi sulit dijelaskan) Hehehe, tapi beneran dah !!!

Nih agan-agan liat !!!



Sekarang Van Persie





Bagaimana, betul tidak !!??

Malam Sempurna Raja

Kembali di tahun 2012 dengan nomor punggung 12, mencetak gol ke 12 dari 12 laga melawan Leeds United.  Itulah fakta unik yang terjadi Selasa, 10/01, dini hari di Emirates Stadium.  Dan siapa orang dibelakang itu semua, tentu saja TH12 alias Thierry Henry.

Malam itu, Arsenal menjamu Leeds United di babak III dalam ajang FA Cup 2011-12.  Jauh sebelum dimulai hingga digelarnya laga, semua orang tertuju dengan kembalinya sang Raja Thierry Henry ke Arsenal, situasi sulit mengharuskan pelatih Wenger memanggil kembali sang Raja untuk menggantikan Gervinho dan Chamakh yang akan mengikuti Piala Afrika hingga dua bulan kedepan.  Resmilah si Raja kembali ke Utara London.

Pada laga tersebut Arsenal memasang starting line up kombinasi pemain muda dan tua macam Oxlade Chamberlain, Coquelin, Miquel dengan Arshavin, dan Arteta.  Belum ada si Raja.  Pertandingan berjalan sangat menarik, Arsenal menguasai pertandingan dan menciptakan beberapa peluang lewat Arshavin, Chamakh, Arteta dan Chambo.  Namun Leeds berhasil meredam serangan dan memaksa babak pertama berakhir imbang 0-0.

Memasuki babak dua, Arsenal terus ngotot untuk mencetak gol dan tidak mengendurkan serangan.  Satu jam lebih tidak ada gol, yang ditunggu pun datang, akhirnya Henry dimasukan oleh Wenger di menit 68.  Ketika menginjakan rumput ia langsung di sambut oleh gemuruh isi stadion, sebuah poster dibentangkan dengan tulisan "Welcome Home Thierry".

Tidak perlu waktu lama bagi sang Raja membuktikan bahwa ia masih ada, sepuluh menit setelah memasuki lapangan, ia mencatatkan namanya di papan skor.  Gol tersebut lahir berkat penempatan posisi yang baik dari Henry dan passing akurat seorang DM, Alex Song.  Gelandang Kamerun melihat celah antara dua bek dengan kiper di sisi kanan pertahanan Leeds, kemudian dengan sempurna Henry mengontrol bola dan menempatkan bola ke pojok kiri gawang Leeds dengan tendangan pelan mendatar namun akurat, Henry's Trade Mark Goals.  Gol tersebut pun akhirnya menjadi satu-satunya gol di pertandingan tersebut

Dengan gol ini TH12 menambah koleksi golnya di Arsenal menjadi 227


Praktis, aksi TH12 membuatnya semakin dicintai oleh Gooners, kini ia benar-benar berada di hati para Gooner.  Padahal sempat muncul kekhawatiran ketika banyak Gooner dan pengamat yang terlalu berharap dan menggadangnya memberikan pengaruh begitu besar, mengingat ia tidak lagi memiliki kemampuan seperti dulu di umur 34 tahun ini.  Namun semua dijawab dengan sempurna olehnya dengan mencetak gol tunggal kemenangan dan membawa Gunners melaju ke baba IV FA Cup.

Ada pemandangan menarik setelah ia mencetak gol.  Pertama, ketika ia merayakan gol dengan gerakan tubuh dan ekspresi yang sangat bersemangat sambil berlari dan mengarah ke bench Arsenal, tentu saja itu dilakukan untuk membakar semangat rekan-rekannya.  Kedua, dan ini yang sangat mengharukan, ketika ia memeluk sang Manajer Arsene Wenger.  Mencetak gol saja sudah membuat merinding Gooners, ini ditambah lagi dengan perayaan gol yang begitu menggambarkan kecintaannya terhadap Arsenal dan Wenger.  Memang, yang mengetahui dan mengerti sejarah TH12, Wenger, dan Arsenal, merinding bukanlah sesuatu yang berlebihan.

Ia memang hanya dikontrak pinjam hanya dua bulan saja, tapi melihat kontribusinya di awal laga bukan tidak mungkin ia memberikan pengaruh sangat besar terutama di ruang ganti, dan tetunya aspek psikologis, aspek yang memang diharapkan oleh Wenger ketika memutuskan memanggilnya kembali.

Lebih dari itu semua ia telah membuktikan kata-katanya "Saya datang kesini bukan sebagai pahlwan, tapi saya datang kesini sebagai pembantu".  Mungkin kau menyebut dirimu sebagai pembantu, pembantu yang mengabdi kepada majikan selama 8 musim dan sekarang 2 bulan, pembantu yang memberikan 2 gelar liga dan 3 FA Cup, pembantu yang begitu mencintai majikannya.  Tapi bagi kami, Gooners, kau adalah seorang Raja dan Pahlawan.  welcome Home Mate !!

********

Jumat, 16 Desember 2011

Kejutan Tim Promosi


Umumnya pecinta bola memang mengikuti perkembangan sepak bola hanya pada klub-klub besar saja.  Di inggris misalnya banyak berita mengenai MC, MU, Chelsea, Liverpool dan Arsenal.  Namun sebenarnya klub-klub promosi pun dapat menjadi menarik diikuti ketika ada fakta-fakta mengejutkan yang ditorehkan oleh mereka.

Contohnya adalah penampilan dari tiga klub promosi di pekan ini dan sejauh ini.  Norwich City, Swansea, dan Queens Park Rangers (QPR).  Mengapa begitu?? Perhatikan papan klasemen.  Ketiga nama tersebut berada di posisi 10, 11, dan 13.  Dua nama pertama bahkan diatas tim langganan 10 besar Everton dan ketiganya juga di atas Fulham. 

Meski sedikit terbantu memburuknya penampilan para langganan papan tengah seperti Blackburn, Bolton, Everton, dan Fulham, untuk ukuran tim promosi hal tersebut menjadi pencapaian yang luar biasa.  Tidak percaya? Pertandingan terakhir di pekan ke 15 beserta statistik yang tesaji buktinya.

Norwich City berhasil menghancurkan Newcastle United dengan skor 4-2 dirumah sendiri pada sabtu, 10/12, lalu.  Padahal anak buah Alan Pardew berada di pos ke tujuh, memang alasan klasemen kadang tidak selalu bisa dijadikan patokan, tapi fakta bahwa Newcastle United baru menerima kekalahan pertama musim ini di pekan ke 13 bisa dijadikan acuan.  Semakin istimewa jika kita lihat skor yang mencolok, 4 gol hanya berbalas 2.

Statistik lain menjelaskan bahwa gol memasukan The Canaries, julukannya, berjumlah 24.  Tahu apa artinya!? Jumlah tersebut hanya kalah dari big five klasemen!!  Artinya mereka menjadi klub tersubur ke enam di Barclays Premier League (BPL) hingga pekan ke 15 ini.

Carrow Road, markas Norwich, juga bisa dikatakan cukup angker.  Dari delapan pertandingan kandang, Morrison cs hanya dua kali kehilangan angka atau hanya menelan dua kekalahan.  14 poin dari 19 yang diperoleh dengan rincian 4 kemenangan dan 2 seri menjadi catatan yang baik.

Dari Carrow Road kita ke Liberty Stadium, markas Swansea.  Hasil The Swans di pekan 15 identik dengan Norwich, mereka berhasil mengalahkan Fulham dengan skor 2-0.  Tripoin ini begitu istimewa bagi pasukan Liberty Stadium, bagaimana tidak, hasil ini memperpanjang rekor clean sheet alias tak kebobolan sepanjang 6 pertandingan!! 

     

Hebatnya lagi dirumah sendiri, The Swans hanya sekali kehilangan poin alias satu kekalahan sepanjang musim ini.  Tahu berapa kebobolan yang di derita mereka di Liberty Stadium!? Dua gol, ya hanya dua gol!!

Enam clean Sheet dan hanya kebobolan dua kali menjadikan sang kiper Michel Vorm mencecar posisi kiper utama Belanda untuk ajang EURO 2012.  Dengan statistik yang ada sangat beralasan memang Vorm mengincar posisi tersebut, apa lagi di pertandingan terakhir menghadapi Fulham, Vorm dengan telak menggagalkan penalti Clint Dempsey.  Sempurna.

Lain lagi dengan Queens Park Rangers (QPR), diantara ketiga tim promosi, QPR yang paling rajin di bursa transfer.  Nama-nama beken di datangkan untuk memperkuat skuad yang telah ada.  Diantaranya adalah pemain temperamen Joey Barton yang di datangkan dari Newcastle, kemudian Shaun Wright Philips dari Manchester City, Armand Traore dari Arsenal.

Hasilnya mereka menjadi tim yang mampu memberikan permainan alot dan kuat kepada lawan-lawannya meski pernah sekali menjadi lumbung gol Fulham sebanyak setengah lusin.  Bahkan Manchester City dipaksa bekerja keras ketika bertandang ke QPR.  Setelah itu kubu City mengatakan bahwa menghadapi Barton cs merupakan laga tandang terberat mereka.

Meski statistik kurang memihak pada Barton cs, namun menduduki peringkat 13 sudah menjadi satu bukti bahwa mereka tidak bisa diremehkan.

Namun, dari itu semua, pertanyaan klasik yang muncul kemudian adalah, seberapa kuat mereka menghadapi kerasnya BPL, setidaknya mampukah bertahan dikasta tertinggi sepak bola Inggris.  Perjalanan masih panjang apa pun bisa terjadi, melihat hingga pekan ke 15 akan banyak kejutan yang mungkin terjadi.  So, mari nikmati hiburan dari liga sepak bola terbaik dunia.      

Serba-Serbi Liga Inggris Pekan 15


Sudah lama saya tidak mengisi blog ini, sudah lama juga yang saya lewatkan untuk saya tulis.  Tapi kali ini saya akan mencoba untuk merangkum beberapa kejadian yang belakangan ini terjadi.  Tentunya bukan kejadian politik dan korupsi yang selalu hadir tiap menit di layar televise kita.

Kejadian yang saya maksud tentu saja adalah tentang sepak bola.  Khususnya sepak bola Inggris.  Tapi saya hanya akan mebahas Kematian mendadak mantan bintang Liga Inggris dan pelatih Irlandia Utara, Garry Speed, kekalahan City, dan ulang tahun Arsenal ke 125.

Garry Speed

Pria ini adalah salah satu legenda Newcastle United (NU).  Lahir pada 8 September 1969 di Wales.  Bersama Alan Shearer ia menjadi pemain besar di klub tersebut.  Ketika bermain ia mengisi pos midfielder.  22 tahun karir sebagai pemain dimulai dari klub Leeds United, selama 8 musim ia lalui di Elland Road, markas Leeds.

Keinginan untuk merasakan tantangan baru membuatnya berpindah-pindah hingga ke 4 klub seperti Everton, NU, Bolton, dan Sheffield United.  Bersama Leeds United ia menghabiskan 8 musim dengan statistik 248 main, 39 gol.  Everton (58, 15), NU (213, 29), Bolton (121, 14), dan Sheffield United (37, 6).

Bisa dikatakan masa keemasannya adalah ketika bermain bersama Leeds United dan NU.  Ia menjadi salah satu pemain penting di 2 klub tersebut.  Terlebih di NU, ia menjadi pemain besar yang paling dibutuhkan bersama dengan Alan Shearer.

Setelah melalui 22 tahun karir sebagai pemain, pada 2010 ia memutuskan untuk gantung sepatu.  Di tahun yang sama ia mulai menjabat sebagai pelatih tim nasional Wales.  Sebagai pelatih Wales ia dinilai sukses membuat regenerasi.    

Namun kecemerlangan karirnya tidak membuatnya bahagia.  Pada 27 Nov 2011, lalu,  Ia ditemukan tewas bunuh diri karena tekanan masalah, belum diketahui pasti karena masalah apa.  Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan seorang anak.

Kematiannya yang mendadak membuat kaget dan bingung semua orang, terutama sahabatnya Alan Shearer, ia mengaku sangat kehilangan.  Saking terkejut, ketika ditanyakan tanggapan oleh seorang wartawan, ia mengatakan mati rasa, tidak sedih apalagi menangis, ia hanya merasakan mati rasa.

125th   Arsenal Anniversary

Pekan ke 15 menjadi pekan kekalahan pertama liga yang di rasakan oleh Manchester City (MC).  Ya akhirnya Manchester biru mengalami kekalahan pertama setelah melalui 14 pekan dengan 12 kemenangan dan 2 seri dengan poin 38, yang membuatnya kokoh di pucuk klasemen.

Mereka kalah dari klub London Barat, Chelsea, di Stamford Bridge, dengan skor 2-1.  Padahal sang tamu sempat unggul terlebih dahulu di menit 2 melalui gol si Bengal Super Mario.  Namun gol Chelsea di menit 31 dan 82 yang dicetak oleh Meireles dan Lampard, memastikan kekalahan pertama sang tamu.

Kekalahan ini membuat beda poin MC dengan MU menjadi 2 setelah MU berhasil menghancurkan Wolves 4-1.  Chelsea sendiri kembali menempati pos 4 setelah dua hari sebelumnya di gusur oleh tim London lain, Arsenal.

Bicara Arsenal, tampaknya mereka bersama suporternyalah yang paling bahagia di pekan ini.  Ada dua alasan yang melatarbelakangi.  Pertama, kekalahan City menjadikan kekhawatiran bahwa musim unbeaten pada 2003-04 akan di samai oleh City menjadi hilang, terlalu dini memang kekhawatiran tersebut.  Namun jika dilihat dari statistik permainan dan gol, serta cara bermain mereka, hal tersebut bukan mustahil.  Belum mengalami kekalahan dengan 12 menang, 2 seri, gol 48 dan kebobolan 13 menjadi ancaman berarti.

Kedua, pada pekan ini atau tepatnya sabtu, 10 Des kemarin, Arsenal sedang merayakan hari jadi ke 125 tahun.   Fakta tersebut menjadikan pasukan muda Arsenal ngotot menang menghadapi Everton.  Meski harus bersusah payah menang dengan skor 1-0 dan baru mampu mencetak gol di menit 70 melalui Van Persie, hal itu sudah cukup memberi kado indah untuk Arsenal.

Namun tidak sampai disitu, gol yang dicetak Van Persie tersebut dinobatkan sebagai goal of the season hingga ada yang lebih spektakuler di 2011-12.  Bagaimana tidak, mendapat umpan panjang dari Alex Song, alih-alih mengontrol bola, Van Persie malah melepaskan sepakan voli keras yang mengarah ke pojok kiri jauh Tim Howard, kiper asal Amerika hanya bisa melihat bola masuk ke gawangnya.  Saking indah dan krusialnya gol tersebut, membuat kiper muda Szczesny mencium kaki sang bomber asal belanda.  Alamaaak.

Ulang tahun, Tripoin, gol indah, goal of the season, kembali ke 4 besar (meski hanya 2 hari), kokoh di puncak top skor.  Benar-benar indah.

Berbeda seratus delapan puluh derajat dari Arsenal, klub asal London Utara lain, Tottenham Hotspurs, harus menelan pil pahit setelah 11 partai beruntun tanpa nirpoin berakhir dengan kekalahan dari tim alot Stoke City dengan skor 2-1.  Adebayor cs harus mengakui keunggulan anak asuh Tony Pulis melalui dua gol Matthew Etherington yang berbalas satu oleh Adebayor melalui titik putih.  Kekalahan ini membuat mereka turun satu pos ke tangga 4 digusur oleh Chelsea.  Namun mereka masih memiliki satu tabungan pertandingan.

Well, perjalanan masih jauh dan belum memakan setengah musim, masih banyak yang akan terjadi.  Mari kita nikmati sambil berharap tim impian masing-masing mendapat yang terbaik.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Di Datangi Orang


Pernahkah merasa sangat kesal?? Pasti pernah ya.  Ya setiap orang pasti pernah merasakan kekesalan, tidak mungkin tidak.  Karena setiap hari kita bersinggungan, berinteraksi, berkomunikasi dengan banyak orang, apalagi setiap orang memiliki karakteristik masing-masing, kemungkinan untuk kesal pasti sangat besar.  Yah, namanya juga manusia… 

Itulah yang saya rasakan belakangan ini.  Entah saya kesal dengan diri sendiri atau karena orang itu.  Bayangkan saja, hampir setiap hari dia mendatangi saya, tidak kenal waktu.  Satu waktu datang pagi hari, diwaktu lain siang hari, kadang sore, bahkan malam hari yang paling sering.  Tahu saja orang itu kalau malam hari saya suka tidak ada kerjaan.  Karena begitu kesalnya, orang itu pun tidak pernah saya gubris, setidaknya coba untuk tidak menanggapinya.  Malas sekali hati ini sebenarnya.

Akhirnya sering kali saya menanggapinya seadanya, seenaknya saya.  Seorang sahabat mengatakan untuk membiasakan saja, ajak saja bicara toh tidak ada salahnya.  Ungkapkan saja bahwa kau kesal sekali dengannya.  Saya tidak menjawab nasihat sahabat tersebut, tidak juga dalam hati.  Terlanjur kesal hati ini.

Seminggu, dua minggu tidak masalah bagi saya.  Dua minggu berubah menjadi sebulan, dua bulan hingga sekarang bulan ke empat.  Hampir setiap hari orang itu mendatangi saya, saya pikir tidak tahu diri sekali orang ini.  Apa yang dipikirkannya!?.  Ah, salah saya juga tidak tahu apa yang dipikirkannya.  Lha wong bicara saja jarang, bahkan tidak pernah berusaha mengajak bicara.  Haha, sombong sekali saya, sudah di datangi tapi tidak diajak bicara.  Di acuhkan saja.  Yang ada malah kesal dalam hati.

Dalam satu kesempatan saya berfikir.  Merenung.  Apa yang terjadi sebenarnya, mengapa saya begitu kesal, sebenarnya tidak ada salahnya kan jika di datangi.  Apa lagi jarang ada komunikasi yang baik, akibatnya saya tidak tahu apa yang dipikirkannya, terlebih orang itu juga tidak tahu bahwa saya begitu kesal dengannya.  

Sampai di satu titik saya menemukan jawabannya.  DEG!!.  Kaget saya mengetahui jawabnya, terkejut.  Ya Allah, ternyata saya sedang jatuh c*nt# (geli sebenarnya nulis c#%t&)..ok saya ganti.  Ya Allah, ternyata saya sedang menyukai orang..hhmmm..kurang dramatisir.  Ya Allah, saya sedang suka dengan orang itu….....ya sedikit lebih baik.  Ya Allah saya sedang jatuh sayang.....yup lebih enaklah.  Ok kata terakhir pemenangnya.

Begitulah, orang itu selalu datang di kepala saya.  Ternyata saya sedang jatuh c*#t@, jatuh suka, jatuh menyukai, jatuh sayang dengan orang itu.  DAMN!!!  DAMN, I love her!! DAMN, I do like her!!! DAMN, I do.....I do....I do...DAMN, DAMN, DAMN, DAMN!!!.  Kesal saya begitu menyukai dan menyayanginya.  Bagaimana orang itu tahu bahwa saya kesal karena jatuh sayang dengannya, bicara saja sangat-sangat jarang, bahkan cenderung tidak pernah.  Ya Allah…….

Namanya??? Cukup saya saja yang tahu.  Apa!? Bukan itu.  Yang bisa saya katakan orang itu ..........  Terima kasih Allah kau sudah memberi kekesalan macam ini.

Sumpah Pemuda


Sekarang adalah hari Jumat, 28 Oktober 2011.  Tahu apa artinya!?  Ya, hari ini adalah hari Sumpah Pemuda.  83 tahun lalu, para pejuang muda Indonesia berkumpul menjadi satu untuk membulatkan tekad mendirikan bangsa Indonesia yang mandiri dan bermartabat.  Dalam perkumpulan tersebut para pemuda melahirkan rumusan sumpah pemuda yang berisi 3 hal. 

Singkatnya pada waktu itu kaum muda dari penjuru Indonesia, menyatakan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang harus keluar dari penjajahan bangsa manapun.  Hingga akhirnya 17 tahun kemudian hari yang ditunggu pun hadir, 17 Agustus 1945, Hari Kemerdekaan Indonesia.

Memang, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran besar pemuda-pemuda Indonesia yang memiliki semangat juang perubahan yang sangat tinggi.  Begitu signifikannya peran seorang pemuda, Soekarno, presiden RI pertama menggambarkan dengan kata-kata “beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan dapat menaklukkan dunia”.  Begitulah.

Bicara pemuda, saya sendiri sudah berusia 21 tahun.  Usia demikian jelas saya adalah seorang pemuda, bukan lagi remaja, apa lagi anak kecil.  Tapi saya malu sebenarnya sebagai pemuda belum melakukan apapun yang bermanfaat bagi setidaknya lingkungan saya.

Ketika membaca, sering kali saya menemukan fakta bahwa terdapat orang-orang yang sudah melakukan  suatu hal yang sangat besar atau membuat satu batu untuk loncatan mereka menjadi jauh lebih baik pada usia yang relatif muda.    

Sebut saja orang luar biasa yang beberapa waktu lalu harus menyerah dengan kanker pankreasnya dan meninggal di usia 56 tahun.  Ya Steve Jobs.  Pada usia 21 tahun ia sudah mendirikan Apple Inc bersama kawannya Steve Wozniak.  Banyak karya beliau yang sangat bermanfaat untuk masyarakat dunia, masyarakat dunia.  Dimulai dari produk pertamanya Apple1, kemudian, Macintosh, IPod, IPhone, IPad, dan lain-lain hingga yang terbaru IPhone 4S.  dan kabarnya pihak Apple akan mengeluarkan IPhone 5 sebagai karya terakhir beliau.  Dikabarkan, IPhone 5 ini adalah produk yang paling akhir dari tangan beliau.

Belum lagi pemuda 27 tahun yang pada 2008 terpilih sebagai miliarder termuda dengan kekayaan $ 17 Miliar lebih!!  Betul sekali, ia adalah Mark Zuckerberg.  CEO Facebook.  Karya Facebook-nya yang dibantu oleh teman-temannya ketika masih di Universitas Harvard, membawa kejayaan begitu luar biasa baginya.

Lain lagi yang dilakukan oleh tokoh perjuangan Mesir, Hasan Al-Banna.  Di usia 21 tahun ia sudah mendirikan sebuah organisasi yang kelak sebagai sentra perlawanan terhadap penjajah, Ikhwanul Muslimin namanya.  Dalam kurun beberapa bulan cabang-cabang dari Ikhwan Al-Muslim sangat menjamur di Mesir sebagai organisasi yang mampu melawan penjajahan.

Masih ada lagi, kali ini dari dunia olahraga.  Siapa yang tidak mengenal Leo Messi?  Di usia yang ke 23 tahun ia sudah terpilih sebagai pemain terbaik dunia pilihan FIFA untuk kali kedua.  Lalu apa yang di dapat sekumpulan anak muda class of 92 di MU pada musim 98/99? Mereka berhasil menyabet seluruh gelar bergengsi di kompetisi domestik dan Eropa. 

Mereka semua adalah sedikit contoh orang-orang luar biasa yang melakukan hal luar biasa di usia yang muda.  Dan banyak cerita sebenarnya bagaimana dunia ini dapat ‘diubah’ oleh pemuda-pemuda.  Jika mereka bisa melakukan hal luar biasa untuk diri, lingkungan, dan orang lain, mengapa kita tidak?  Apa yang sudah kita lakukan!? Apa yang sudah saya lakukan!?

Selamat Hari Sumpah Pemuda J
   
…………………

Senin, 24 Oktober 2011

Rest In Peace Marco Simoncelli & Dan Wheldon

Dunia balap internasional tengah mengalami duka yang mendalam.  Dalam dua pekan, dua pebalap proffesional tewas akibat kecelakaan di sirkuit.  Mereka adalah Marco Simoncelli, 24 tahun, pebalap MotoGP dan Dan Wheldon, 33, pebalap IndyCar 300.  Keduanya mengalami luka parah pada bagian kepala.

Tak pelak, kematian mereka memberikan luka yang mendalam bagi dunia balap internasional, khususnya di ajang MotoGP dan Las Vegas IndyCar 300.

Yang terbaru terjadi Ahad, 23/10/2011 lalu.  Pebalap MotoGP asal Italia, Marco Simoncelli, harus meregang nyawa akibat kecelakaan yang terjadi di sirkuit Sepang, Malaysia.  Dari rekaman terlihat jelas Super Sic, demikian ia dijuluki, tergelincir pada lap ke-2 turn 11, kemudian ia disambar dari belakang oleh Colin Edwards dan Valentino Rossi yang tak mampu menghindar.  Akibat kecelakaan ini helm Simoncelli sampai terlepas dan mengalami luka berat di bagian kepala.

I'am Fly
Balapan yang baru berjalan 2 lap ini pun akhirnya dihentikan.  Seluruh petugas medis berkonsentrasi memberikan perawatan untuk Simon.  Pada saat evakuasi ia sebenarnya masih sadar.  Pertolongan pertama pada kecelakaan telah dilakukan, Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung & paru dilakukan ketika ia mengalami serangan jantung di ambulance.  Usaha untuk menghentikan pendarahan dada juga dilakukan.

"Ketika dia sampai ke staff medis, dia tidak sadarkan diri.  Di dalam ambulance, karena serangan jantung, tim medis melakukan CPR (Resusitasi jantung & paru).  Segera setelah sesampainya di pusat medis dengan bantuan juga dari Dokter dan staff kami di Clinica Mobile dan Dokter lokal, dia di intubasi (menjaga jalan nafas yang memungkinkannya untuk menghentikan pendarahan di dada," terang Macchiagodena, direktur medis MotoGP, dikutip dari okezone.

Saat kecelakaan terjadi, tampak Simon di tabrak oleh Colin 
Kesedihan Paolo Simoncelli, ayah Simon

Namun apa daya, Simon yang mengalami luka parah pada bagian kepala, leher dan dada harus meninggal pada pukul 16:56 waktu setempat.  Kejadian ini kurang dari setahun setelah kematian Shoya Tomizawa, rider kelas 250cc, 2010 lalu.

Marco Simoncelli sendiri dilahirkan pada 20 Januari 1987 di Cattolica, Rimini, Italia.  Ia telah memulai balapan pada usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship.  Pada 2002 ia mulai berkarir di MotoGP kelas 125cc selama 3 tahun.  Kemudian tahun 2008 ia juara dunia MotoGP kelas 250cc.  Hingga pada 2010 lalu, ia bergabung dengan seniornya Valentino Rossi di kelas 500cc.


Baaaaaaa !!!!
:)
  

Las Vegas IndiCar 300


Naik Podium


Seminggu sebelum kejadian di Sepang, Malaysia.  Dunia balap internasional juga dikejutkan dengan kematian Dan Wheldon, pebalap IndyCar Motor SpeedWay Championship 2011, di Las Vegas, Amerika, Ahad 16/10/2011 lalu.

Dan meninggal akibat hantaman benda tumpul pada kepala setelah terlibat kecelakaan di lintasan yang melibatkan 15 kendaraan.  Dan beserta kendaraannya terpelanting dan kemudian terbakar hingga menewaskannya.

Ketika kecelakaan
Kematiannya mengejutkan semua pihak, tidak terkecuali para pebalap F1.  Memang, Dan sangat terkenal di dunia balap, bahkan ia sempat mengikuti ajang balap F1 ketika tergabung di tim BMW Sauber pada 2006 sebagai pebalap cadangan tim sebelum digantikan Robert Kubica.

Jenson Button, pebalap F1 yang tergabung di tim Mclaren dan pernah bersaing dengan Dan di ajang Karting Formula Ford UK pada 1998, mengungkapan belasungkawanya.  "Saya memiliki banyak memori bersama Dan di awal tahun 90-an, ia merupakan petarung yang gigih.  Kita tidak hanya kehilangan legenda balap, tapi   juga pria yang bail," terang fan Arsenal ini.

Tidak ketinggalan Ruben Barrichello yang juga memiliki kenangan bersama Dan di Brazil.  "Baru saja mendengar kabar kematian kawan kita.  Akan selalu ingat waktu berharga saat balap karting di Brazil, rest in peace kawan," demikian terangnya.

Begitu besar nama Dan Wheldon di dunia balap 4 roda.  Pihak seri IndyCar membangun lokasi khusus untuk mengenang sang pebalap.  Penghormatan juga dilakukan oleh produsen chasis asal Italia, Dallara, namun berbeda cara, mereka memberikan nama Dan Wheldon pada produk Chasis IndyCar 2012.

Dan lahir dengan nama Daniel Clive "Dan" Wheldon pada 22 Juni 1978, di Olney, Inggris.  Ia juara seri IndyCar pada 2005 dan dua kali juara di ajang balapan legendaris Indianapolis 500 di tahun 2005 dan 2011.

Semoga kematian mereka memberikan pelajaran dan manfaat untuk dunia balap internasional.  Yang terpenting semoga kematian mereka menjadi yang terakhir di dunia balap internasional.  Selamat jalan  Dan, selamat jalan Super Sic.  Istirahat dalam damai kawan.

Bersama istri Susie Behm
:)

   

Senin, 10 Oktober 2011

“Kepuasan dari satu tugas yang berhasil diselesaikan adalah kekuatan untuk melakukan yang lain”



Kata tersebut keluar dari mulut seorang George Eliot.  Menurutnya ketika kita telah berhasil menyelesaikan satu tugas, maka keberhasilan tersebut otomatis menjadi bahan bakar untuk melakukan usaha keberhasilan yang lain.

Lalu mengapa saya menulis ini.  Saya hanya ingin berbagi yang ada hubungannya dengan kutipan tersebut.  Sebagai penulis amatir, sebagai blogger, tentu saya memiliki beberapa target yang ingin saya capai.  Salah satunya adalah agar opini atau tulisan saya masuk ke dalam Tabloid Bola.  Tepatnya masuk ke halaman 23 bagian “Suara Tifosi”.

Untuk masuk pada bagian tersebut sebenarnya yang paling sulit adalah masuk ke dalam Boks Suara Tifosi.  Tempat untuk opini yang dianggap redaksi paling berbobot, paling baik dari sekian banyak opini yang masuk.

Nah, tak disangka ternyata saya berhasil masuk.  Istimewanya bagi saya, itu adalah usaha yang ketiga bagi saya tapi sudah berhasil.  Senang sekali rasanya, nama @alfan_m dan opini saya berada di setiap ribuan eksemplar Tabloid Bola yang terbit di seluruh Indonesia. 

Tabloid tersebut edisi ‘Kamis-Jumat 6-7 Oktober’.  Kala itu saya memberikan opini setelah tema yang dilemparkan keluar.  “Menurut Anda siapakah yang mengalami krisis, Inter atau Milan.  Alasannya?”.  Lalu saya jawab “Inter.  Menempati papan bawah klasemen Serie A.  Gonta-ganti formasi dan pelatih pada awal musim plus jumlah kebobolan paling banyak.  Menunjukan bahwa Inter benar-benar mengalami krisis”

Begitu saja!? Hanya seperti itu!? Ya, betul sesederhana itu.  Tapi bagi saya itu sangat berkesan.  Hal itu membuat saya sangat bersemangat dan ingin melakukannya lagi.  Dan yang paling penting, hal itu saya anggap sebagai keberhasilan (kecil) dan bahan bakar untuk melakukan usaha (tulisan) keberhasilan lain.  Saya merasakan betul kalimat di atas.  Terima kasih.   

Rabu, 05 Oktober 2011

Pergantian Wenger?? Tidak perlu!!

Raihan gelar dan penemuan bakat untuk kemudian menjadikannya bintang.  Pastinya anda setuju jika dua hal tersebut sebagai syarat seorang pelatih bisa dikatakan hebat.  Tapi yang terjadi, tidak semua pelatih mampu memenuhi kriteria yang kedua.  Hanya sedikit pelatih yang mampu memenuhi dua kriteria tersebut.  Di Inggris sudah ada dua pelatih yang secara konsisten melakukannya.  Sir Alex Ferguson, dan Arsene Wenger.



Namun disini saya hanya akan membicarakan tentang Arsene Wenger.  Pria Prancis ini telah memiliki banyak gelar, dan secara konsisten mampu menelurkan pemain-pemain berbakat.  Antara lain 4 FA Cup, 3 trophy BPL.  Dan yang paling fenomenal, pada musim 2003/04, Arsenal, mendapat julukan The Invincible (tak terkalahkan) karena berhasil juara tanpa sekalipun beroleh kekalahan.  

Itu dari gelar.  Mari kita tengok berapa pemain yang sudah di orbitkannya.  Wenger datang ke Arsenal pada september 1996.  Tahu apa salah satu persyaratan yang dia ajukan terhadap manajemen?? Dia mengajukan syarat untuk memboyong Patrick Vieira ke Highbury.  Jadilah sang pemain sebagai rekrutan pertama Wenger di Highbury.  Saat itu Vieira di boyong sebagai salah satu pemain GAGAL di AC Milan.  Ia hanya bermain sebanyak dua kali disitu.  Namun apa yang terjadi ketika ia di tangan Wenger.  Tidak perlu saya menjabarkannya, Anda sudah tahu.

Kemudian ketika ingin memulai musim 1999/00.  Sekali lagi, ia memboyong satu pemain GAGAL di Juventus, Serie A, yaitu Thierry Daniel Henry.  Ya pemain yang sekarang dikenal sebagai "The King" di Arsenal dan sebagai pencetak gol terbanyak Arsenal hingga sekarang.  Itu adalah polesan Wenger.  Saya jadi teringat ketika pertama kali saya mengetahui pemain ini.  Pertama kali saya tahu pemain ini, pada saat ia bermain untuk Juventus dan membobol gawang lawannya, namun kemudian gol tersebut di anulir karena sebelumnya  kedapatan ia melakukan handball dengan gaya seolah-olah menyundul bola.  Belum lagi Pires, Ljungberg, A.Cole, Lauren, Toure, dll.

Ok itu pemain-pemain yang sudah lama. Ada Wilshere, Diaby dan Alex Song sekarang, dan yang mulai terlihat Francis Coquelin.  Yang paling besar Cecs. Bagaimana dengan Cesc Fabregas!? Untuk pemain yang satu ini saya berbeda pendapat dengan kebanyakan orang.  Banyak yang mengatakan ia sudah besar ketika berada di La Masia.  Saya katakan TIDAK.  Begini, mungkinkah salah satu pemain terbaik dari La Masia akan dijual oleh mereka?? Mungkinkah aset berharga masa depannya rela mereka lepas?? Apa yang dilakukan mereka ketika tahu bakat Messi walau tahu ia memiliki kelainan?? Mereka benar-benar menjaga dan 'memelihara' Messi.  Bahkan mereka sampai membuat pra-kontrak di atas selembar tisu untuk mengikat Messi.

Yang ingin saya katakan adalah mungkin Cesc adalah binaan La Masia, tapi Wengerlah yang mengasah, mengembangkan, teknik serta mental, kemudian diorbitkan. Mungkin ia bisa dikatakan yang "gagal" dan dianggap "tidak mampu bersaing" di La Masia, hingga akhirnya ia di lepas dan dijual ke Arsenal.  Beda halnya ketika dipinjamkan untuk menambah jam terbang.  Di Arsenal, ia di poles oleh Wenger hingga menjadi seperti sekarang.  Ia kembali ke Barcelona?? Karena ia memang benar-benar mencintai kampung halamannya.  Barcelona?? Saya pikir ada sela-nya ia mengambil keuntungan kecintaan pemain dengan Barca dan tentunya semakin berumurnya Xavi untuk di proyeksikan sebagai suksesor Xavi, mengingat kemampuannya yang tinggi walau masih dibawah Xavi.

Selain itu rotasi dan utak atik formasi yang berujung kemenangan dan trophy pun sudah dibuktikan.  Siapa sangka Kolo Toure bisa sukses di posisi bek tengah sementara posisi aslinya midfielder bahkan striker? Siapa sangka Henry bisa sukses sebagai striker sementara posisi sebenarnya sayap? Siapa sangka Flamini bisa sukses di bek kiri hingga mengantar final UCL 2006? Siapa sangka Song mampu bermain baik di midfielder sementara posisi asli bek tengah?

Siapa yang secara konsisten mengantar Arsenal ke Liga Champion 14 musim secara beruntun, yang hanya bisa di saingi oleh dua klub besar, MU dan Madrid?? 

Siapa yang merubah permainan yang dikenal boring, boring, boring Arsenal menjadi permainan begitu indah dan enak untuk dilihat.  Untuk yang satu ini, saya pernah membaca salah satu pernyataan Wenger mengomentari permainannya.  Menurutnya ia hanya mencari pemain-pemain yang memiliki teknik diatas rata-rata dan mengajarkan mereka untuk memegang bola tidak lebih dari 2-3 detik, maka dengan sendirinya permainan akan berjalan dengan baik, indah dan enak untuk dilihat.

Keadaan sekarang?? 6 musim nirgelar?? Oh Come on, setiap hidup, pekerjaan, pasti memasuki masa sulit dan itu yang sedang dialaminya.  Ada yang tahu berapa musim dilewati Sir Alex Ferguson untuk mendapat piala pertama di kerajaannya, Setan Merah?? 7 Musim!!! Tapi setelah itu berbagai gelar terus mengalir untuk MU.

Saat ini banyak wacana untuk mengganti manajer di Arsenal.  Karena sudah tidak layak, karena sudah kehilangan sentuhan, atau apa pun itu.  Dengan statistik dan data-data yang ada, percayalah, pergantian manajer di Arsenal?? Saya rasa tidak perlu !!!   


Selasa, 04 Oktober 2011

Target Realistis, Finish 4 Besar

Arsenal kembali kalah.  Kali ini mereka harus takluk dari musuh bebuyutan satu kota, Tottenham Hotspurs, dengan skor 2-1 di White Hart Lane, Minggu 2/10 lalu.  Praktis, hasil ini menambah panjang keterpurukan Gunners musim 2011/12.

Bermodal dua kemenangan beruntun di EPL dan UCL menghadapi Bolton dan Olympiakos, pasukan Wenger percaya diri bertandang ke White Hart Lane, kandang Spurs.  Kick Off dilakukan terlebih dahulu oleh Arsenal.  Pertandingan berjalan sangat menarik dengan kedua tim saling menyerang.  Dua tendangan kaki kiri Walcott yang berada sedikit melebar ke kanan dan berada di atas mistar gawang friedel, menjadi bukti Gunners sedikit mendominasi babak awal.  Peluang terbaik di dapatkan oleh Gervinho setelah menerima umpan datar RvP dari sisi kanan pertahanan Spurs, namun tidak dapat dikonversi menjadi gol.

Petaka bagi Arsenal terjadi lima menit sebelum waktu normal habis.  VdV berhasil membuat gol dengan sepakan voli indah setelah mendapat umpan matang Adebayor.  Skor 1-0 untuk tuan rumah.  Bagi saya pribadi sepertinya itu bukan handball seperti yang diperdebatkan.  Babak pertama tuan rumah unggul.



Memasuki babak dua Arsenal ngotot untuk merubah keadaan.  Mereka bermain agresif, bahkan Spurs terpaksa di buat bertahan.  Usaha mereka tak sia-sia.  Menit 51, Alex Song yang dimalam itu bertindak sebagai bek tengah sampai maju dan memberikan assist dari sisi kanan pertahanan Spurs kepada Ramsey.  Sama kuat 1-1.




Namun gol cantik bek kanan Spurs, Walker, di menit 73,  meredam ambisi kemenangan Arsenal.  Di sisa waktu yang ada skor tidak berubah.  Arsenal kembali kalah untuk keempat kalinya di tujuh pertandingan yang dijalani.

Hasil ini membuat Arsenal tersasar di posisi 15 klasemen sementara di atas WBA dan Sunderland.  menjadi tim dengan kebobolan terbanyak ketiga dengan 16 gol, di bawah Bolton (21) dan Rovers (17).  

Keadaan ini memaksa Wenger untuk sedikit merubah target untuk sementara waktu.  Ia mengatakan bahwa saat ini yang paling realistis adalah berjuang untuk bangkit dan berjuang untuk posisi Liga Champions.

"Saya pikir, saat ini kami harus memasang target realistis dulu dan tetap dekat dengan tim-tim yang berjuang untuk posisi Liga Champions.  Jika Anda mengatakan hari ini bahwa kami akan menjuarai liga, itu tidak realistis," ujar Wenger di situs resmi klub dikutip dari bolanews.com

"Saat ini kami tertinggal 12 poin di belakang MU dan MC.  Tidak realistis jika mengatakan kami akan menjuarai liga saat ini.  Kami harus berjuang untuk bangkit lagi menuju posisi yang lebih baik.  Itu baru realita," tutup Wenger.

Perlu dicatat.  Semenjak Wenger menangani Arsenal selama 15 musim ini, banyak pemain bintang yang datang dan pergi, namun tidak ada masalah yang dihadapi. Tapi tidak untuk kali ini.  Kepergian (terutama) Cecs dan Nasri sepertinya sangat berpengaruh dengan keadaan sekarang.  Ramsey yang digadang mengisi posisi tersebut masih belum maksimal.  Jack Wilshere yang digadang mampu (dan telah dibuktikannya) mengalami cedera hingga Desember.

Cerita Arsenal ini mirip seperti Liverpool musim lalu, namun Gunners lebih beruntung.  Musim lalu hingga pekan ketujuh The Kop hanya mampu meraih 6 poin hasil dari 1 kemenangan, 3 kalah, dan 3 seri, dan berada di zona degradasi!!  Bahkan harus finish di tangga ke 6 meski menincar big four.

Jadi yang paling mungkin memang kembali ke 4 besar terlebih dahulu.  Tidak ada yang perlu disalahkan dengan keadaan sekarang.  Tidak pemain, apalagi pelatih.  Bukan juga manajemen.  Toh secara permainan juga masih baik.  Maju terus Opa Wenger.  Maju terus Arsenal.

ARSENAL??? It's About SOUL!!!




Jumat, 23 September 2011

Houtman Zainal Arifin

Pembaca, tahu tidak atau minimal pernah dengar nama Houtman Zainal Arifin??  Yang baru dengar-dengar namanya, coba cari tahu perjalanan hidupnya, bagi yang sudah tahu, pasti mendapat pelajaran yang sangat berharga.  Saya termasuk orang yang baru tahu tentang beliau, subhanallah saya kagum dengan orang ini. Dalam kurun 19 tahun ia memulai menjadi OB dan pensiun sebagai Vice President di City Bank, jabatan tertinggi di perusahaan tersebut di Indonesia, karena President Direktur orang Amerika asli yang tentunya tidak tinggal di Indonesia.

Pertama kali saya ingin berbagi dahulu bagaimana saya mengetahui beliau.  Rabu, 10 Agustus lalu, secara tidak sengaja saya melihat TVONE di acara "Apa dan Siapa".  Di acara tersebut diundang 2 (dua) orang Social Entrepeneur, salah satunya adalah Houtman Zainal Arifin.  Pada awalnya, saya hanya menonton saja, tapi begitu lama diperhatikan luar biasa sekali beliau ini.  Pembawaan beliau sangat-sangat tenang, berpengalaman, rendah hati, dan saya pikir beliau seseorang yang memiliki semangat yang sangat tinggi dan pantang menyerah.  Suaranya serak dan berat.

Ada beberapa hal yang saya catat dari beliau di acara tersebut.  Beliau adalah seorang perantau.  Di jakarta ia pernah menjadi anak jalanan, pedagang asongan.

Beliau bercerita, ketika menjadi pedagang asongan dan sedang laku-lakunya, ia istirahat di suatu tempat dan tiba-tiba datang KAMTIB, saat itu juga dagangan yang sedang laku-lakunya di injak-injak lalu dibuang.  Dari kejadian tersebut ia belajar dua hal.  Pertama, menurutnya ia sedang diajak bercanda oleh Allah, dan ia sedang di perhatikan oleh Allah.  Kedua, ketika barangnya di injak-injak dan dibuang oleh KAMTIB, yang membantu memungut, dan mengambil barang-barang dagangan beliau adalah tukang semir sepatu, tukang koran, pedagang asongan lain, pengamen, dan lain-lain yang membuatnya berfikir jika ingin sukses dekat-dekatlah denga kaum dhuafa.  Untuk poin yang kedua ini saya beranggapan, (tanpa mengecilkan salah satu golongan lain) mungkin ketika kita dekat dengan kaum dhuafa, menumbuhkan semangat hidup untuk melakukan sesuatu dalam kelangsungan hidup, menjadi orang yang memiliki fighting spirit yang besar, tidak cengeng, tahan banting dan memiliki pengalaman atau pelajaran hidup begitu besar, dan sebagainya.

Bicara tahan banting, suatu ketika ia pernah berjalan-jalan selama 2 hari dengan Muhammad Ali, ya petinju legendaris itu.  Di satu kesempatan, beliau iseng, memencet-mencet dan memegang-megang tangannya, kata beliau keras sekali seperti batu.  Kemudian beliau bertanya pada Muhammad Ali mengapa bisa begitu keras, jawab Muhammad Ali, ia berlatih dengan sangat keras agar kuat menahan pukulan dan dihargai ribuan dolar untuk satu pukulan yang mengenainya.  Jadi pada intinya untuk sukses dalam hidup diperlukan kerja keras dan kekuatan yang besar, mental maupun fisik.  Begitu kira-kira.  Terdengar familiar tapi sepertinya itulah jawaban yang akan selalu dikeluarkan oleh orang-orang sukses ketika ditanya kisah kesuksesannya.

Diakhir acara diberikan satu kesempatan oleh beliau untuk memberi nasihat khususnya untuk kaum muda, kurang lebih seperti ini.  "Bangsa ini milik kalian, negeri ini milik kalian, jangan takut berharap dan bermimpi.  Raih mimipi kalian.  Jangan hanya menjual fisik, tapi jual juga ini (nunjuk kepala)"

Oh ya bagaimana kisah lengkap beliau, bisa di klik di http://www.thedollarcorner.com/kisah-inspiratif-tentang-houtman-zainal-arifin/

Semoga bermanfaat...


     

Senin, 19 September 2011

Cerita Arsenal hingga pekan kelima BPL 2011/12

Bekasi-- Barclays Premier League (BPL) telah memasuki pekan kelima, banyak cerita terjadi dari sepuluh pertandingan yang digelar.  MU yang semakin perkasa dan membuktikan mereka memang raja dengan permainan ngotot dan indah ketika menggasak Chelsea 3-1 di Old Trafford, MC yang secara tak terduga ditahan imbang 2-2 oleh Fulham, dan dibantainya Liverpool empat gol tanpa balas oleh Hotspurs serta fakta enam dari sepuluh pertandingan yang digelar dimenangkan oleh tuan rumah, mewarnai kejutan BPL pekan kelima.

Namun tidak ada yang lebih mengejutkan dan menyesakkan dari cerita Arsenal di pekan kelima ini, klub besar langganan big four secara mengejutkan kalah 4-3 dari Blackburn Rovers.  Kekalahan ini menjadi yang ketiga di derita Arsenal dari lima pekan BPL, setelah sebelumnya di pertandingan pertama dan ketiga menelan hasil imbang dari Newcastle dan menang tipis 1-0 menghadapi klub promosi Swansea.

Lima pertandingan dengan hasil tiga kekalahan, satu hasil imbang dan sekali menang, dan perolehan empat poin  serta menduduki peringkat tujuh belas klaemen sementara, sudah menjadi catatan terburuk mereka 58 tahun terakhir.  Ini belum ditambah dengan rekor kebobolan yang begitu banyak, bayangkan saja mereka sudah harus menelan empat belas kali kebobolan (terbanyak dari sembilan belas tim lain) berbanding enam kali membobol gawang lawan.

Hasil ini tentu saja sangat mengkhawatirkan fans Arsenal, apalagi sang pelatih, Arsene Wenger, bahkan, ketika jumpa pers seusai kalah dari Rovers, ia mengaku tengah frustasi setelah kekalahan tersebut.

"Anda tak bisa mengatakan kalau Anda tidak cemas ketika Anda melihat performa yang kami tampilkan.  Bukan sekedar tidak mampu bertahan secara solid.  Kami tidak banyak memiliki banyak momen yang menunjukan kelemahan kami.  Namun ketika kami memperlihatkannya, harga yang kami bayar sangatlah mahal.  Kami juga mencetak dua gol bunuh diri dan itu tidak biasa," ujar Wenger selepas pertandingan Blackburn, seperti yang dilansir The Sun dikutip dari bolanews.com


Sangat beralasan memang Wenger menjadi frustasi, setelah selesai dengan musim keenam tanpa gelar.  Ia mengawali musim selanjutnya dengan rentetan hasil buruk di uji coba, dan yang paling tidak mengenakkan ditinggal sejumlah pemain kunci.  Cesc (Barcelona) dan Nasri (City), setelah sebelumnya Denilson (Sao Paolo), Clichy (City) dan Eboue (Galatasaray).  Hasil di lima pekan awal seperti menjadi 'air jeruk nipis' yang disiram di luka yang menganga lebar.

Usaha untuk memperbaiki keadaan pun telah dilakukan.  Dimulai dari datangnya sembilan pemain baru yang lima diantaranya di datangkan pada detik akhir bursa transfer, Park Chu Young, Per Mertesacker, Andre Santos, Yossi Benayoun, dan Mikel Arteta.  Bahkan dengan mengubah sedikit kebijakan dengan mendatangkan pemain berumur 30 tahun.  Ya, tampaknya Wenger mulai melunak dengan kebijakan transfer yang selalu enggan mengontrak pemain yang sudah memasuki umur 30, statusnya pinjam pula.  Hingga optimisme yang terus dilayangkan Proffesor kepada pemain-pemainnya.  Namun tampaknya hasil baik masih belum memihak Arsenal.

Selalu saja ada jalan keluar di setiap kesulitan, pepatah tersebut sangat berlaku bagi siapa pun termasuk Arsenal.  Jalan keluar tersebut berada di pemain yang di datangkan oleh Wenger.  Dari sembilan pemain, lima pemain terakhir yang di datangkan plus Gervinho bisa menjadi jalan keluar (setidaknya menurut saya pribadi).  Mereka pemain yang paling menjanjikan perubahan, paling tidak dalam dua bulan kedepan, karena pengalaman dan skill yang telah terasah sebelumnya.  Berbeda dengan empat pemain lain yang masih muda dan perlu waktu tidak sebentar untuk mampu menunjukan kualitasnya.

Well, meminjam kalimat Bung Weshley Hutagalung dalam kolomnya di bolanews.com.  Siapakah dari antara Mikel, Arteta, Per Mertesacker, Andre Santos, hingga Gervinho bakal menjelma menjadi The Dragon Warrior seperti dalam Kungfu Panda? Pertanyaan lain, mampukah Wenger melakukan tugas seperti Master Shifu dalam membantu kemunculan The Dragon Warrior yang dibantu The Furious Five?

Just wait and see.........................................................again.

Jumat, 02 September 2011

Irshad Manji: Idola Kaum Liberal! Wallah'alam

Ngoprek-oprek document, nemu ini tulisan.  Udah lama banget ni tulisan, lupa dapat darimana...


 Today at 08:34

Sumber: http://www.insistnet.com/

Sejumlah orang yang akan berdialog dengan kaum liberal saya beri saran agar jangan pakai dalil ayat-ayat al-Quran. Sebab, banyak kaum liberal yang sudah tidak percaya lagi pada keotentikan al-Quran, sehingga tidak ada gunanya dalil al-Quran untuk mereka. Memang ada diantara mereka yang masih percaya al-Quran sebagai wahyu Allah, tetapi banyak pula diantara mereka yang memiliki pandangan dan penafsiran yang berbeda.

Jika tafsirnya kita kritik, mereka pun tak segan-segan menyatakan, ”Itu kan penafsiran anda! Penafsiran saya tidak begitu!” Mereka banyak yang sudah berpandangan bahwa hanya Tuhan saja yang tahu penafsiran yang sebenarnya. Manusia boleh menafsirkan al-Quran semaunya, dan semuanya tidak dapat disalahkan. Karena itu, ada yang menyatakan, bahwa perbedaan antara Islam dan Ahmadiyah, hanyalah soal perbedaan tafsir saja, karena itu jangan saling menyalahkan, karena semua penafsiran adalah relatif. Yang tahu kebenaran yang mutlak, hanya Allah saja.

Memang, soal utama antara Islam dan Ahmadiyah, adalah masalah tafsir. Tapi, ada tafsir yang salah dan ada tafsir yang benar. Semua manusia yang masih berakal (tidak gila), bisa saja menafsiran al-Quran. Tapi, tidak semua tafsir itu benar, sebagaimana klaim kaum liberal. Ada tafsir yang salah. Misalnya, kalau ada yang menafsirkan ayat ”Wa-aqimish shalaata lidzikri”, bahwa tujuan salat adalah mengingat Allah. Maka, jika sudah ingat Allah, berarti tujuan sudah tercapai, dan tidak perlu salat lagi. Tafsir semacam ini tentu saja tafsir yang salah.

Contoh lain, dalam buku Eik Ghalthi ka Izalah (Memperbaiki Suatu Kesalahan) karya Mirza Ghulam Ahmad (terbitan Ahmadiyah Cabang Bandung tahun 1993), hal. 5, tertulis pengakuan Ghulam Ahmad yang mendapat wahyu berbunyi: ”Muhammadur Rasulullah wal-ladziina ma’ahu asyiddaa’u ’alal kuffaari ruhamaa’u baynahum.” Lalu, dia komentari ayat tersebut: ”Dalam wahyu ini Allah swt menyebutkan namaku ”Muhammad” dan ”Rasul”.”

Ayat tersebut jelas terdapat dalam al-Quran (QS 48:29). Kaum Muslim yakin seyakin-yakinnya, bahwa ”Muhammadur Rasulullah” di situ menunjuk kepada Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah; bukan merujuk kepada Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India. Jika Ghulam Ahmad membuat tafsir bahwa dia adalah juga Muhammad sebagaimana ditunjuk dalam ayat tersebut, maka tafsir Ghulam Ahmad semacam itu jelas tafsir yang salah.

Akan tetapi, kaum liberal akan menyatakan, bahwa Ghulam Ahmad juga berhak membuat tafsir sendiri, dan tidak boleh disalahkan atau disesatkan. Anehnya, kalau umat Islam punya pandangan dan sikap yang berbeda dengan kaum liberal, maka akan disalah-salahkan, dicap fundamentalis, radikal, tidak toleran, dan sebagainya. Jadi, kita dilarang menyalahkan yang salah, tetapi kaum liberal boleh menyalahkan pendapat yang tidak sesuai dengan mereka.

Sebagaimana pernah kita bahas dalam beberapa CAP, aksi kaum liberal dalam menyerang al-Quran dari waktu ke waktu semakin brutal. Berlindung di balik wacana kebebasan, mereka tidak segan-segan lagi menyerang dan menistakan al-Quran secara terbuka. Apa yang pernah terjadi di IAIN Surabaya tahun 2006, ketika seorang dosen menginjak-injak lazadz Allah yang ditulisnya sendiri, tampaknya hanyalah fenomena gunung es belaka. Sejumlah buku, jurnal, dan artikel terbitan kaum liberal di Indonesia sudah secara terbuka menyerang al-Quran. Kita masih ingat, bagaimana jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang secara semena-mena menyerang al-Quran, dengan menyatakan:

”Karenanya, wajar jika muncul asumsi bahwa pembukuan Qur’an hanya siasat bangsa Quraisy, melalui Usman, untuk mempertahankan hegemoninya atas masyarakat Arab [dan Islam]. Hegemoni itu tampak jelas terpusat pada ranah kekuasaan, agama dan budaya. Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut.”

.

Yang kita heran, orang-orang ini adalah bagian dari kalangan akademisi yang seharusnya menjunjung tinggi tradisi intelektual yang sehat. Tapi, faktanya, mereka sering mengungkapkan pendapat tanpa didukung oleh data-data yang memadai. Belakangan ini, kaum liberal di Indonesia sedang gandrung-gandrungnya pada seorang wanita lesbian bernama Irshad Manji. Kedatangannya di Indonesia pada bulan April 2008 disambut meriah. Dia dipuji-puji sebagai wanita muslimah yang hebat. Seorang wanita alumnus UIN Jakarta bernama Nong Darol Mahmada menulis sebuah artikel di Jurnal Perempuan (edisi khusus Lesbian, 2008) berjudul: Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad. Kata si Nong: ”Manji sangat layak menjadi inspirasi kalangan Islam khususnya perempuan di Indonesia.”

Hari Kamis (14/8/2008), saya diundang untuk menghadiri satu acara bedah buku tentang FPI di kantor Majalah Gatra. Tanpa saya tahu, penerbit buku tentang FPI tersebut (Nun Publisher) adalah juga penerbit buku Irshad Manji yang edisi Indonesianya diberi judul Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini. Di sampul depan buku ini, Manji ditulis sebagai ”Satu dari Tiga Muslimah Dunia yang Menciptakan Perubahan Positif dalam Islam.” Disebutlah buku ini sebagai sebagai ”International Best Seller, New York Times Bestseller, dan telah diterbitkan di 30 negara.” Pokoknya, membaca promosi di sampulnya, sepertinya, buku ini sangat hebat.

Tapi, sebenarnya, isinya kurang memenuhi standar ilmiah. Banyak celotehan Irshad Manji, ke sana kemari, hantam sana, hantam sini, tanpa ada rujukan yang bisa dilacak kebenarannya. Maka, saya heran, bagaimana kaum liberal sampai membangga-banggakan buku karya Irshad Manji ini? Seperti inikah sosok idola kaum liberal, sampai dijuluki ”lesbian mujathidah”? Apa karena Manji sangat liberal dan secara terbuka menyatakan diri sebagai lesbi, maka sosok ini dijadikan idola?

Buku Manji ini menggugat sejumlah ajaran pokok dalam Islam, termasuk keimanan kepada keotentikan al-Quran dan kema’shuman Nabi Muhammad saw. Manji secara terbuka menggugat ini. Ia katakan:

”Sebagai seorang pedagang buta huruf, Muhammad bergantung pada para pencatat untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” – ayat-ayat yang memuja berhala – dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian mencoret ayat-ayat tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof muslim selama berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan al-Quran.” (hal. 96-97).



Cerita yang diungkap oleh Manji itu memang favorit kaum orientalis untuk menyerang al-Quran dan Nabi Muhammad saw. Cerita itu populer dikenal sebagai kisah gharanik. Riwayat cerita ini sangat lemah dan palsu. Haekal, dalam buku biografi Nabi Muhammad saw, menyebut cerita tersebut tidak punya dasar, dan merupakan bikinan satu kelompok yang melakukan tipu muslihat terhadap Islam. Karen Armstrong, dalam bukunya, Muhammad: A Biography of the Prophet juga membahas masalah ini dalam satu bab khusus.

Kisah ”ayat-ayat setan” itu kemudian diangkat juga oleh Salma Rushdie menjadi judul novelnya: The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan). Novel yang terbit pertama tahun 1988 ini memang sangat biadab dalam menghina Nabi Muhammad saw, para sahabat, dan istri-istri beliau. Menurut Armstrong, cerita dalam novel Salman Rushdi ini mengulang semua mitos Barat tentang Nabi Muhammad saw sebagai sosok penipu, ambisius, yang menggunakan wahyu-wahyunya untuk mendapatkan sebanyak-banyak perempuan yang dia inginkan. Para sahabat nabi juga digambarkan dalam novel ini sebagai manusia-manusia tidak berguna dan tidak manusiawi. Tentu saja, judul Novel itu sendiri sudah bertendensi melecehkan al-Quran.




Karen Armstrong mencatat: ‘’It repeats all the old Western myths about the Prophet and makes him out to be an impostor, with purely political ambitions, a lecher who used his revelations as a lisence to take as many women as he wanted, and indicates that his first companions were worthless, inhuman people.”

Armstrong tidaklah keliru! Dan Umat Islam yang sangat menghormati Nabi Muhammad saw, tentu saja sangat tersinggung dengan penerbitan Novel Salman Rushdie yang sangat tidak beradab ini. Novel ini pun – dalam edisi bahasa Inggrisnya -- sudah dijual di Jakarta. Rushdie diantaranya menggambarkan istri-istri Nabi Muhammad saw sebagai penghuni rumah pelacuran bernama ”Hijab”. Rushdie juga menyebut Nabi Muhammad – yang dinamainya ”Mahound” -- sebagai “the most pragmatic of prophets.”

Penulis novel yang menghina Nabi Muhammad saw seperti Salman Rushdie inilah yang dijadikan rujukan oleh Irshad Manji dalam memunculkan isu tentang “ayat-ayat setan”. Memang, dalam bukunya ini pun Manji mengungkapkan , bahwa Salman Rushdie-lah yang mendorongnya untuk menulis buku ini. Manji menceritakan hal ini:

“Apa yang dikatakan Salman Rushdie padaku ketika aku mulai menulis buku ini teringat lagi saat aku berefleksi terhadap hidupku sejak penerbitan buku ini. Aku ingat ketika bertanya kepadanya kenapa dia memberikan semangat kepada seorang muslim muda sepertiku, untuk menulis sesuatu yang bisa mengundang malapetaka ke dalam kehidupannya, seperti yang telah menimpa dirinya. Tanpa ragu sedikit pun, dia menjawab, “Karena sebuah buku lebih penting ketimbang hidup.” (hal. 322).



Dalam bukunya ini pun Irshad Manji menjadikan pendapat Christoph Luxenberg sebagai rujukan untuk menyatakan bahwa selama ini umat Islam salah memahami al-Quran, yang seharusnya dipahami dalam bahasa Syriac. Tentang surga, dengan nada sinis ia menyatakan, bahwa ada human error yang masuk ke dalam al-Quran. Menurut riset yang baru, tulis Manji, yang diperoleh para martir atas pengorbanan mereka adalah kismis, dan bukan perawan. “Nah, bagaimana bisa Al-Quran begitu tidak akurat?” tulisnya.

Pendapat Luxenberg bahwa bahasa al-Quran harus dipahami dalam bahasa Aramaik ditulisnya dalam buku “Die syro-aramaeische Lesart des Koran: Ein Beitrag zur Entschluesselung der Koransprache”. Pendapat ini pun sangat lemah dan sudah banyak artikel ilmiah yang menanggapinya. Dr. Syamsuddin Arif telah mengupas masalah ini secara tajam dalam bukunya, Orientalis dan Diabolisme Intelektual.

Menurut Syamsuddin, Professor Hans Daiber, misalnya, memberikan seminar terbuka tentang karya polemis itu selama satu semester penuh di departemen Orientalistik Universitas Frankfurt, dimana ia ungkapkan sejumlah kelemahan-kelemahan buku itu secara metodologi dan filologi. Salah satu kelemahan Luxenberg, misalnya, untuk mendukung analisis dan argumen-argumennya, mestinya Luxenberg merujuk pada kamus bahasa Syriac atau Aramaic yang ditulis pada abad ke-7 atau 8 Masehi (zaman Islam), dan bukan menggunakan kamus bahasa Chaldean abad ke-20 karangan Jacques E. Manna terbitan tahun 1.900!

Namun, meskipun sudah dijelaskan secara ilmiah, orang-orang yang memang berniat jahat terhadap Islam, tetap tidak mau tahu dan mendengar semua argumentasi ilmiah tersebut. Irshad Manji, dalam bukunya ini, malah menyandarkan keraguannya terhadap al-Quran pada pendapat Luxenberg (seorang pendeta Kristen asal Lebanon yang menyembunyikan nama aslinya). Kata Manji:

”Jika al-Quran dipengaruhi budaya Yahudi-Kristen – yang sejalan dengan klaim bahwa al-Quran meneruskan wahyu-wahyu sebelumnya – maka bahasa Aramaik mungkin telah diterjemahkan oleh manusia ke dalam bahasa Arab. Atau, salah diterjemahkan dalam kasus hur, dan tak ada yang tahu berapa banyak lagi kata yang diterjemahkan secara kurang tepat. Bagaimana jika semua ayat salah dipahami?” (hal. 96).



Tampaknya, penerbit buku Irshad Manji dan kaum liberal di Indonesia pun sudah tidak peduli dengan perasaan umat Islam dan kehormatan Nabi Muhammad saw. Mereka begitu mudahnya menokohkan wanita lesbian seperti Irshad Manji, yang dengan entengnya melecehkan Nabi Muhammad saw dan al-Quran. Mereka mungkin sudah tahu bahwa umat Islam akan marah jika Nabi Muhammad saw dihina. Mereka akan senang melihat umat Islam bangkit rasa marahnya. Jika umat Islam marah, mereka akan tertawa sambil menuding, bahwa umat Islam belum dewasa; umat Islam emosional, dan sebagainya!!


Kasus Irshad Manji ini semakin memahamkan kita siapa sebenarnya kaum liberal dan apa maunya mereka. Kita kasihan sekali pada manusia-manusia seperti ini. Apa mereka tidak khawatir, jika anak-anak mereka nanti ditanya oleh gurunya, siapa wanita idola mereka? Maka anak-anak mereka tidak menjawab lagi, ”Idola kami adalah Khadijah, Aisyah, Kartini, Cut Nya Dien, dan sebagainya” tetapi akan menjawab: ”Idola kami Irsyad Manji, sang muslimah Lesbian teman baik Salman Rushdie sang penghujat Nabi.” Na’udzubillahi min dzalika. (Depok, 13 Sya’ban 1429 H/15 Agustus 2008).

Sumber: http://www.insistnet.com/