Senin, 27 Februari 2012

Kandang dan Unbeaten

Barcelona, unbeaten di Camp Nou dengan rekor mengagumkan
Liga Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman.  Tidak ada penggila sepak bola yang memungkiri bahwa keempat liga tersebut adalah yang terbaik di Eropa, atau mungkin sejagat, tapi akan menjadi perdebatan yang panjang jika membicarakan siapa yang terbaik dari keempat liga tersebut.  Namun jika rujukannya adalah liga champion, koefisien liga inggris masih jauh lebih baik dari ketiga pesaingnya. 

Tapi bukan hal itu yang akan saya tulis disini.  Terdapat fakta menarik dari keempat liga terbaik Eropa ini.  Mereka memiliki kesamaan, setidaknya hingga musim memasuki paruh kedua.  Masing-masing liga tersebut memiliki delegasi yang tercatat sebagai tim yang belum terkalahkan di kandang sendiri.  Bahkan salah satunya belum terkalahkan sepanjang musim ini, baik kandang maupun tandang.

Tidak percaya !? Mari tengok papan klasemen di tiap liga tersebut, dan temukan angka ‘0’.  Tidak perlu kecermatan untuk menemukan angka tersebut, karena angka tersebut akan sangat mencolok diantara banyak angka lain.  Anda akan menemukan angka tersebut berada di daftar ‘K’ yang berari kalah, namun dikandang sendiri.  Setelah itu perhatikan juga ketika mereka bermain di ajang cup competition.

Menjadi luar biasa mengingat hal tersebut terjadi di era sepak bola modern seperti saat ini, apa lagi musim telah bergulir hingga mendekati akhir.  Artinya paling tidak terdapat 13-20 pertandingan kandang yang telah dijalani.

Klub-klub tersebut adalah Barcelona, Juventus, Liverpool, dan Borussia Monchengladbach.  Mereka yang belum memeroleh kekalahan satu pun di rumah sendiri.

Liverpool
Klub dari Inggris ini menjadi satu-satunya klub di luar empat besar yang mampu menjaga keperawanan dirumah sendiri dari kekalahan.  Keangkeran Anfield memang sudah menjadi rahasia umum.  Duo Manchester yang sedang merajai Barclays Premier League (BPL) pun dibuat bertekuk lutut di Anfield.  Meski pada laga melawan City hasil imbang 2-2, namun Silva cs harus pulang dengan kekecawaan karena harus tersingkir dari Carling Cup dengan kekalahan aggregat 3-2.

Mereka telah bermain sebanyak 12 pertandingan  BPL di kandang, rinciannya adalah 4 menang, 8 seri, dan belum kalah.  Selain itu The Reds juga telah menjalani tiga pertandingan FA Cup, yaitu ketika menghantam Oldham 5-1 dan MU dengan skor 2-1, serta Brighton 6-1.  Di ajang Carling Cup pun Gerrad cs telah memainkan satu laga di kandang melawan Man. City dengan skor 2-2 ketika terjadi semi final 2.  Jika di total, Reds telah menjalani 16 match, 7M, 9S, 0K, dengan catatan 29 memasukkan dan 13 kemasukan.

Ironisnya, mereka juga tercatat sebagai klub yang sulit memeroleh kemenangan dirumah sendiri dengan sembilan kali seri. 

Sebenarnya ada satu lagi tim yang belum terkalahkan yaitu Man. City, bahkan pencapaiannya melebihi The Reds dengan 13 kali main dirumah dalam ajang BPL dan seluruhnya menghasilkan tripoin!!!  Hanya saja rekor tersebut menjadi cacat ketika pada FA Cup kalah 2-3 dari Man. United dan semifinal 1 Carling Cup mereka takluk 0-1 dari The Reds.

Well, menarik ditunggu siapa yang akan meruntuhkan Anfield untuk kali pertama di musim ini, mengingat mereka masih harus menjamu Chelsea, City, dan Arsenal di ajang BPL.

Juventus
Torehan jauh lebih baik dilakukan oleh Juventus.  Selain belum kalah di Juventus Arena, mereka pun belum kalah di pertandingan tandang.  Hingga 24 kali bermain, mereka masih untouchable.  statistic yang ada mencatat mereka berhasil mengumpulkan 50 poin hasil dari 13 menang dan 11 seri.

Fakta tersebut bukan tidak mungkin menjadikan sang allenatre Nyonya Tua, Antonio Conte, untuk membidik rekor yang lebih jauh, yakni menyamai I Rossoneri pada musim 91-92 ketika berhasil meraih scudetto tanpa sekalipun memeroleh kekalahan. 

Namun yang memerihatinkan adalah rekor seri Juve pun akan menjadi masalah.  Dengan rekor belum tersentuh kekalahan seharusnya mereka bisa melaju lebih jauh dari Milan, tapi kenyataan beda 1 poin dan duduk di tangga kedua meski menyimpan satu pertandingan dengan Milan yang sudah merasakan 3 kali kalah, perlu diperbaiki.  Jangan sampai rekor tak tersentuh kekalahan selama satu musim tidak berujung scudetto, seperti pada masa 78-79 ketika Perugia mengalami 19 seri.

Barcelona & Monchengladbach 
Setali tiga uang Barcelona demikian.  Bermain 12 kali di Camp Nou, 11 kemenangan, dan 1 seri diperoleh dengan 50 memasukkan dan 4 kemasukan.  Jika ditotal dengan bermain 3 kali di liga Champions serta Piala Raja dan Piala Super Spanyol, artinya mereka telah bermain sebanyak 20 kali, berapa statistiknya!? Muncul angka mencolok 16 menang, 3 seri dan 0 kalah.  Selisih golnya pun amat jomplang 75 memasukkan hanya berbalas 8 gol !!! Alamaakkk.  Tidak berlebihan jika memang mereka disebut juara dunia, dan memang demikian.

Rekor seperti ini menjadi lebih mengejutkan ketika muncul nama Borussia Monchenggladbach.  Klub yang kini bertengger di papan ketiga klasemen Bundesliga sampai pada pekan 23, belum sekalipun terkalahkan di kandang, bahkan beberapa diantaranya berhasil menaklukan juara bertahan Dortmund dan Bayern Muenchen.  Jika ditambah sekali main di DFB Pokal berarti mereka telah 13 kali main dengan catatan 9 menang, dan 4 seri, selisih gol 28 berbanding 9.

Memang, kandang merupakan tempat paling potensial untuk meraih hasil maksimal atau paling tidak menangguk sebiji poin.  Klub promosi-pun sangat mungkin meraih poin penuh dari tim besar dirumah sendiri, seperti yang terjadi pada Swansea City ketika menaklukan Arsenal 15 Januari silam.  Atau di Italia ketika Novara menang tipis 1-0 Inter pada 12 Pebruari lalu. 

Kunjungi website BOLA untuk mendapatkan berita-berita aktual seputar olahraga
http://bolanews.com/

Ikuti juga Polling Anugrah Olah Raga Indonesia, klik link di bawah ini  
http://www.anugeraholahragaindonesia.com/    
  

Rabu, 22 Februari 2012

Membangun Insan Muda Berbudaya dengan Olah Raga



Salah satu komunitas olah raga di Jakarta, Parkour, sedang menjalani latihan rutin
 Pasti kita semua tahu bahwa olahraga memberikan kesehatan bagi tubuh kita, namun tidak cukup banyak yang menyadari bahwa dengan kita berolah raga, juga akan menyehatkan jiwa dan mental kita.  Saya jadi teringat perkataan Dra. Lydia Indira M.Psi, beliau adalah dosen saya yang juga  seorang Psikolog.  Beliau mengatakan, bahwa seseorang yang rutin berolahraga biasanya memiliki jiwa yang sportif, fair dan tidak mudah stress.  

Penyebabnya adalah selain karena memang sedang olah raga dan mencari kesehatan fisik, sebenarnya ia juga sedang melepaskan diri sejenak dari rutinitas keseharian yang memberikan potensi depresi dan kebosanan.  Apalagi rutinitas ibu kota yang sangat padat dan tiada henti seperti sekarang, menuntut untuk selalu fokus menjalani pekerjaan.   
Beliau menambahkan, olahraga adalah salah satu alternatif pelampiasan positif bagi seseorang yang stress dan agresif.  Sebuah jurnal yang ditulis oleh Daniel M.Landers dari Arizona State University mungkin bisa menguatkan perkataan dosen saya.  Menurutnya dalam jurnal tersebut, dari penelitian sejak 1990, ditemukan bahwa ada hubungan signifikan antara olah raga dengan penurunan depresi, dan kecemasan yang berlebihan.  Bahkan disana, olah raga sudah menjadi metode penyembuhan bagi orang-orang depresi selain dari pemberian obat-obat antidepresan.
Itu dari segi kesehatan mental atau jiwa.  Bagaimana dengan manfaat olah raga bagi kesehatan tubuh sendiri.  Jawabnya adalah banyak sekali.  Diantaranya adalah bertambahnya sistem kekebalan tubuh kita, artinya dengan olah raga teratur kita tidak akan mudah terkena penyakit, selain itu tubuh pun tidak mudah lelah.  Jika sudah begitu, kita pun akan dengan senang hati melakukan pekerjaan yang kita suka tanpa harus khawatir terhadap kondisi tubuh kita sendiri.
Bahkan lebih jauh, dengan olah raga, akan menunjang kesehatan kita dimasa tua nanti.  IDEA Health and Fitness Association dalam situsnya mengatakan, aktifitas fisik atau olah raga bisa memberikan efek positif bagi pria dan wanita.  Mereka yang melakukan dengan intensitas sedang sampai tinggi, memiliki 20 persen lebih rendah terkena stroke daripada mereka yang melakukan dengan intensitas ringan.  Sedangkan yang sangat aktif 27 persen lebih rendah. (Sacco dkk, 2006).  Pun demikian dengan segala macam penyakit masa tua seperti jantung, hipertensi, dan sebagainya.
Banyak alasan yang melatarbelakangi kita untuk memulai olah raga. Mungkin kita bisa mulai dengan berjalan kaki.  Karena punya kendaraan dan biasa mengendarai, kebanyakan dari kita, terutama saya, sangat malas untuk jalan ke tempat-tempat yang masih bisa dijangkau dengan jalan kaki.  Ke masjid depan rumah naik motor, ingin foto copy juga naik motor, pun demikian pergi ke warung.
Mari kita sadari betapa banyak manfaat yang di dapat dari olah raga.  Luangkan waktu untuk berolah raga.  Mari kita biasakan olah raga, buat jadwal tetap untuk olah raga.    Mulai dengan mengikuti olah raga yang kita gemari, cari teman, kalau perlu ikut komunitas olah raga untuk memelihara semangat olahraga kita.  Biasakan jalan kaki ke tempat-tempat yang masih bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Ajak teman, anak-anak, orang tua, adik, kakak, kakek, nenek, sepupu, paman, bibi, dan pembantu kita sekalipun untuk berolahraga.  Berikan hak kepada tubuh kita masing-masing setelah apa yang kita lakukan pada tubuh kita.  Sungguh tubuh kita memiliki hak mutlak untuk digerakkan, ‘dibebaskan’, diolahragakan dan disehatkan.  Dengan begitu berarti kita telah menghormati tubuh kita sendiri.  Ayo berolahraga, sadari manfaatnya, dan mari kita budayakan hidup sehat dengan olah raga. 


*** Artikel lomba untuk ajang blogging


Kunjungi website BOLA untuk mendapatkan berita-berita aktual seputar olahraga
http://bolanews.com/

Ikuti juga Polling Anugrah Olah Raga Indonesia, klik link di bawah ini
http://www.anugeraholahragaindonesia.com/





Selasa, 14 Februari 2012

Robin Van Persie FC


Foto: Istimewa
Pada awal musim 2004 pelatih Arsene Wenger mendatangkan seorang striker berumur 21 tahun untuk menambah kehebatan Invincible Arsenal.  Robin Van Persie namanya.  Sang pemain pun bersuka cita dengan kepindahannya, terlebih saat itu sudah ada idolanya yang lebih dahulu main di klub asal London utara tersebut, Dennis Bergkamp.  Ia mengatakan sangat senang bisa berada dibawah asuhan Wenger dan bisa bermain bersama idolanya.

Sang pemain dibeli dari klub Belanda, Feyenoord, dengan harga yang tidak murah.  Debutnya adalah ketika menaklukan Man. United 3-1 di ajang Community Shield sebagai pemain pengganti.  Musim pertamanya main adalah pada 2004/05.  Dan gol pertama terjadi di ajang Cerling Cup ketika menghadapi Man. City. Dimusim yang sama gelar FA sudah ia dapatkan di awal karirnya sebagai pasukan Highbury.

Kini sang striker telah berumur 28 tahun, artinya 7 (tujuh) musim karir telah ia habiskan di Arsenal.  Selama karir di Arsenal, jarang sekali ia menghabiskan semusim penuh dalam keadan fit, selalu saja ada cedera yang memaksanya untuk memasuki ruang perawatan, akibatnya ia tidak cukup memberikan kontribusi maksimal meski semua percaya bahwa ia striker kelas dunia.

Tapi tidak dimusim 2011/2012 ini, striker yang mengaku belajar banyak dari Totti ini sedang membuktikan bahwa ia memang ujung tombak yang mampu diandalkan jika cedera tidak menghampiri.  Bahkan bisa dikatakan, musim ini adalah yang terbaik darinya selama berseragam Arsenal.

Statistik yang ada menjadi bukti.  Hingga pekan ke 26 (dua puluh enam) Barclays Premier League (BPL), ia memimpin daftar pencetak gol di angka 23.  Jumlah tersebut juga berarti hampir 50 (lima puluh) persen dari total 53 (lima puluh tiga) gol Arsenal di BPL berasal dari kaki dan kepala sang pemain, plus menjadi top skor assist klub dengan jumlah 8.  Bukan hanya itu saja, ia juga menjadi pemain kedua terbanyak dibawah Shearer (36) dalam urusan mencetak gol dalam berbagai ajang selama satu kalender di angka 35 pada 2011 lalu.  Pencapaian tersebut juga melewati legenda hidup Arsenal, Thierry Henry, yang berada di urutan tiga sebanyak 34 gol.

Ia juga tercatat sebagai top skor klub di dua ajang lainnya, Liga Champions dan FA Cup dengan masing-masing 3 dan 4 gol.  Pujian pun berdatangan.

" Robin terus mencetak gol dan membuat perbedaan.  Saat ini ia setara dengan semua striker terbaik di seluruh dunia, termasuk Messi," ujar gelandang baru Arsenal, Mikel Arteta, dikutip dari bola.net.

"Van Persie telah mencetak banyak gol dan tampil sangat baik sejauh ini", ucap Rooney dikutip dari salah satu berita portal dalam negeri.

Fakta tersebut satu sisi memberikan kesenangan kepada Arsenal dan para pendukung, namun di sisi lain juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi kubu Arsenal.  Kesuburan sang pemain tidak dibarengi dengan kontribusi gol dari pemain lain terutama dari lini kedua.

Perlu diketahui bahwa hampir setiap musim lini kedua Arsenal selalu mencatatkan diri sebagai top skor klub dengan jumlah dua digit.  Fabregas dan Nasri membuktikan di dua musim sebelumnya.  Juga ada Ljungberg dahulu, bahkan sayap kiri era Invincible 2003/04, Robert Pires, menjadi runner up top skor BPL dengan 15 gol.

Semua tidak lepas dari strategi menyerang Arsene Wenger yang memberikan tugas kepada lini kedua, sayap khususnya, untuk menusuk ke jantung pertahanan lawan bahkan kadang berada dibelakang striker.  Strategi ini memang berkebalikan dengan gaya konvensional sepak bola Inggris, kick and rush, yang menugaskan sayap untuk selalu memberikan crossing ke kotak penalti lawan.  Namun pada musim ini, lini kedua lebih sebagai penyuplai bola saja kedepan gawang untuk kemudian di konversi menjadi gol oleh RvP.  Sangat riskan jika sang pemain suatu saat sedang tidak dalam top form.

Statistik lain menjawab hal ini, top skor klub kedua di BPL dibawah pemain Belanda tersebut hanya berjumlah 5 gol, yaitu Walcott disusul 4 gol oleh Arteta dan Gervinho, Vermaelen (3) dan Chamberlain serta Ramsey (2).  Di ajang Liga Champions pun serupa, di bawah RvP (4) hanya ada Walcott dengan 2 gol, sisanya dibagi keempat pemain lain masing-masing satu gol.  Setali tiga uang di FA Cup keseluruhan 4 gol dibagi tiga, Van Persie 2 gol dan Henry juga Walcott masing-masing satu gol.  

Akibatnya Vanpersiedependencia mendera Arsenal.  Beberapa kali Arsenal dimenangkan atau bahkan terselamatkan oleh gol ayah satu anak ini.  Bahkan hitungan ESPN yang dikeluarkan jelang North London Derby, Ahad (26/2) lalu, begitu mencolok, jika gol RvP tidak dihitung Arsenal berada di peringkat 16 !!

Saking seringnya Van Persie mencetak gol tanpa dibarengi pemain lain, sampai-sampai Wenger mengumbar kelegaannya ketika Chamberlain mampu memborong dua gol ketika melumat Blacburn 7-1 pada sabtu, 04/02, di Emirates Stadium.

Alhasil setelah musim telah bergulir hingga paruh kedua kompetisi, pasukan Emirates hanya mampu membukukan 71 gol di segala ajang yang diikuti.  Hanya unggul selisih empat dari semua gol Man.City di ajang BPL saja !!  Tergolong kecil jika berkaca pada filosofi sepak bola menyerang finalis liga champions 2006 ini.  Pada akhirnya berlebihankah jika muncul sebuah joke Robin Van Persie one man show, atau parahnya lagi, Robin Van Persie Football Club !?

*Artikel lomba untuk ajang blogging

Kunjungi website BOLA untuk mendapatkan berita-berita aktual seputar olahraga
www.bolanews.com

Ikuti juga Polling Anugrah Olah Raga Indonesia, klik link dibawah ini
www.anugeraholahragaindonesia.com

Senin, 13 Februari 2012

Henry Lagi (-:

Arsenal kembali melanjutkan tren positif di pekan kedua puluh lima dan keenam sepanjang tahun 2012 ini, setelah di awal tahun mereka dihadapkan pada hasil tiga kekalahan dan satu hasil imbang, tapi di dua pekan belakangan pasukan Emirates sudah mulai akrab dengan kemenangan.

Bertandang ke Stadium of Light, markas Sunderland, pada sabtu, 11/02, RvP cs mampu menang dengan skor 2-1.  Gol dicetak oleh James McClean dari kubu Sunderland dan dibalas dua gol oleh Ramsey dan Henry.

Meski begitu, kemenangan tidak dengan mudah di dapatkan oleh The North London, hal ini ditandai dengan gol penentu kemenangan terjadi pada masa injury time, tepatnya di menit kesatu dari tiga menit tambahan.  Taktik Martin O'Neil, pelatih Sunderland yang membuat Arsenal harus bekerja keras hingga menit terakhir. Pelaltih asal Skotlandia tersebut menerapkan taktik bertahan dan hanya mengharapkan serangan balik.

Namun, Black Cats, julukan Sunderland, mampu unggul terlebih dahulu melalui gol James McClean pada menit 70.  Sang pemain menempatkan bola di pojok kiri gawang Szczesny setelah pada beberapa detik sebelumnya, McClean berhasil memanfatkan terjatuhnya Mertesacker ketika hendak mengamankan bola.  Gol tersebut bisa dikatakan berbau keberuntungan, karena McClean berhasil memanfaatkan jatuhnya Mertesacker akibat cedera tanpa sempat mengamankan bola terlebih dahulu.  Pada akhirnya bek asal Jerman harus ditandu keluar lapangan.

Tersengat gol tersebut, Arsenal mengurung daerah Black Cats.  Hasilnya, lima menit setelah gol McClean Arsenal berhasil membalas melalui pengganti Mertesacker, Ramsey.  Pemain Wales tersebut menyepak keras kulit bundar ke gawang Mignolet yang sempat mengenai tiang kanan dan kiri sebelum akhirnya bola masuk.

Pasukan O'Neil bukan tanpa serangan, tercatat dua kali Chris Gardner benar-benar membuat Szczseny jatuh bangun mengamankan gawang.  Pertama adalah bola hasil buangan corner kick di voli langsung ke pojok kiri gawang Polandia tersebut, kemudian dari proses yang hampir sama, Gardner melakukan hal serupa, kali ini ke pojok kanan kiper nomor satu Arsenal tersebut.  

Kemudian memasuki menit pertama tambahan waktu, Arshavin yang baru bermain pada menit 85, mampu memberikan umpan manis di mulut gawang Sunderland untuk kemudian dicocor oleh Henry.  Skor 2-1 untuk RvP cs. tidak berubah di sisa tiga menit tambahan waktu.

Gol Henry tersebut bisa dipastikan menjadi gol terakhirnya di Arsenal pada ajang BPL musim ini, sang legenda sudah harus kembali dari masa peminjaman ke New York Red Bulls pada 17 februari mendatang.  Tapi tambahan satu gol ke gawang Sunderland mengokohkan pemain sebagai pencetak gol sepanjang masa Arsenal menjadi 229 gol.  Pemain keluaran Clairefontane tersebut berpeluang menggenapkan menjadi 230 jika pada 15 Februari nanti, ia dimainkan oleh Wenger di ajang Liga Chanpions menghadapi Milan pada 1st Leg babak 16 besar. 

Dengan gol tersebut pun Henry memberikan statistik cukup baik selama masa dua bulan peminjaman, yaitu 6 kali main, semuanya sebagai pemain pengganti, dan 3 gol, jika dirata-rata ia mencetak 1 gol setiap 2 pertandingan.  LEGEND !!

Kredit tersendiri patut diberikan kepada sang arsitek Arsene Wenger, pria Prancis melakukan tiga pergantian pemain dan ketiganya yang pada akhirnya memenangkan Arsenal.  Dimulai pada menit 70, Ramsey yang masuk menggantikan Mertesacker karena cedera, berhasil mencatatkan diri di papan skor lima menit setelah bermain, kemudian Arshavin yang nenberikan assist manis kepada Henry yang juga masuk di menit 68 hingga gol kemenangan tercipta.  He fucking knows what will and did he to do.

Selain itu partai tersebut juga menjadi sejarah tersendiri untuk gelandang Mikel Arteta, pemain keluaran La Masia tersebut untuk pertama kali sepanjang membela Arsenal berhasil melakukan 116 passing dengan tingkat akurasi mencapai 94 persen setelah pada musim lalu, Jack Wilshere, telah melakukan terlebih dahulu pada pertandingan melawan Stoke City sebanyak 104.  Statistik tersebut menjawab begitu vitalnya kedua pemain ini.

Tripoin tersebut akhirnya menempatkan Arsenal kembali ke zona liga champions di posisi empat, menggeser Chelsea yang kalah di Goodison Park, kandang Everton, dengan skor 2-0.  Kedua tim memiliki poin sama, 43, hanya London Utara unggul selisih gol.

Selasa, 24 Januari 2012

Arsenal di BPL



Baru saja melihat big match antara Arsenal v MU.  Hasil akhir dimenangkan MU dengan skor 1-2.  Gol dicetak oleh Valencia (45+1) dan Wellbeck (82) berbalas Van Persie (71).  Hasil ini memaksa pasukan Emirates mengakui keunggulan MU baik tandang maunpun kandang di musim 2011-2012 ini.

Entah saya harus mengatakan dan menulis apa setelah kekalahan ini.  Hati tertekan, tenggorokan cekat, pikiran pun emosional.  Memang untuk satu hal ini mampu membuat saya begitu emosional.  Bagi saya sepak bola & Arsenal mengajarkan saya cukup banyak hal.  Sepak bola adalah panggung yang bisa dikatakan miniatur dunia, sedangkan Arsenal adalah filosofi untuk mengarungi miniature tersebut.

Saya memang seorang Gooner, jadi sebenarnya sulit bagi saya unruk rasional, tapi jangan salah sangka dulu.  Meski saya seorang Gooner, saya selalu berusaha untuk tetap rasional dan objektif.  Entah berhasil atau tidak.

Setelah pertandingan malam ini, bagaimanapun hasilnya bisa dikatakan lebih baik dari pertemuan pertama yang menghasilkan skor 8-2.  Kini hanya kalah 2-1.  Secara aggregate ini berarti Arsenal kalah dengan sangat telak, 9-3 untuk MU.  The Gunners benar-benar dilangkahi dan dikangkangi oleh MU. 

Saya tidak ingin membahas keputusan yang oleh banyak fans dan sang kapten sendiri di pertanyakan, yaitu perihal pergantian Alex Oxlade Chamberlain oleh Arshavin.  Meski belakangan ternyata AOC diketahui kelelahan dan mengalami keram di kaki.  Tapi saya akan coba membahas akibat kekalahan tersebut dan bagaimana kira-kira Arsenal di akhir musim.

Nirpoin ini adalah yang ketiga kali secara berturut-turut setelah sebelumnya dihempaskan Fulham dan Swansea, yang artinya juga pasukan Emitares belum mendapat sebiji poin pun selepas tahun baru !!! Plus kekalahan ke-8 di pekan 22.

Meski begitu Gunners masih tertolong dengan kekalahan Newcastle United dan Liverpool, sehingga mereka masih tetap bertahan di posisi 5 dengan perolehan 36 poin, sama dengan NU hanya beda selisih gol.

Meski aman di posisi 5, tapi menjadi semakin sulit mencecar top 4 di akhir musim untuk bisa berlaga di UCL musim depan.  The North London tertinggal 5 dan 10 poin dari pos ke 4 dan 3 yang diisi oleh Chelsea dan Spurs.  Bagaimana dengan kans juara!? Akh, sudahlah.  Sudah sangat tidak relevan dengan kondisi sekarang jika masih bicara juara BPL.  Finish di empat besar saja sudah cukup sulit.

Siapapun tahu, sebuah tim yang menguasai pertandingan dan terus memegang dan menciptakan peluang akan berpeluang lebih besar menciptakan banyak gol dan menang, meski tidak melulu tapi hal itu hanya sekian dari kebanyakan.  Nah melihat Arsenal di tiga kekalahan tersebut, bisa dikatakan itulah masalahnya.  Van Persie cs tidak menguasai permainan dan akhirnya kalah. 

Melawan Fulhan ball possession di pegang Fulham meski terbantu dengan dikeluarkannya Djourou, Swansea memgang permainan dengan 55,2% penguasaan, bahkan mereka berhasil mengalahkan Arsenal dengan gaya khas Arsenal.  Umpan pendek cepat, dan cepat pressing jika kehilangan bola.  Dan semalam dengan leluasa Setan Merah mengurung pertahanan Arsenal. 

Ada fakta menarik perihal penguasaan.  Menurut @orbinho, Arsenal memiliki belasan tendangan di setiap pertandingan dan setiap tiga tendangan mengarah ke gawang, satu gol akan diciptakan.  Di pertandingan melwan Swansea bukti terbaru (14 shoot, 8 mengarah gawang).

16 pekan masih tersisa di musim ini.  Berarti masih tersedia 48 poin.  Jika mampu menyapu bersih seluruh poin, Arsenal akan mampu mengumpulkan 84 poin.  Namun hal itu hampir tidak mungkin.  Dari 16 pekan tersebut Arsenal masih harus bersua Man.City (kandang), Chelsea (K), Liverpool (T), Spurs (K), dan Newcastle (K).  lima klub berpotensi besar mengganjal Arsenal.

Pertandingan pertama melawan City, Arsenal takluk 1-0 lewat gol tunggal Silva di menit 53’.  Di pertemuan kedua nanti pada pekan 32, 7 Maret mendatang, di Emirates Stadium, diprediksikan kekuatan Arsenal sudah lengkap, duo full back andalan Sagna dan Andre Santos akan bermain, plus gelandang muda Jack Wilshere.  Namun momentum nampaknya masih akan dimiliki pasukan Mancini dan itu pun jika City belum memastikan juara.  Hasil seri sudah cukup bagi Wenger ketika menghadapi City.

Lalu menghadapi Chelsea, jika berkaca pada partai pertama Arsenal akan memiliki kepercayaan diri tinggi, ditambah dengan main di kandang, plus pemain yang sudah lengkap, tampaknya Gunners akan meraih tiga angka, meski mendapat perlawanan sengit dari Chelsea. 

Bagaimana menghadapi Liverpool??  Hingga pekan ke 22, Anfield menjadi salah satu tim yang belum terkalahkan di kandang bersama dengan City.  Anfield memang dikenal susah ditaklukan meski susah juga bagi si empunya stadion untuk mengumpulkan poin penuh di rumah sendiri (menang 4, seri 7).  Tekad Arsenal untuk membalas kekalahan partai pertama dan alotnya Liverpool dirumah sendiri akan mengahasilkan pertandingan yang ketat, dan pada akhirnya berbagai angka.

Dari 19 pekan setelah dibantai City 5-1 di pekan ketiga, Spurs mencatatkan rekor yang sanagat baik.  Dari potensi 57 poin, mereka mampu mengumpulkan 45 poin dengan rincian 14 kemenangan, 3 seri dan 2 kalah.  Dengan 39 memasukkan dan 15 kemasukan, menjadikannya melaju hingga pos ke-3 dan hanya berselisih 5  & 8 angka dengan MU dan City.  Dengan fakta tersebut bahkan pasukan Redknapp digadang mampu bersaing dengan duo Manchester meraih title liga.  Statistic tersebut yang akan menjadikan pasukan Wenger sulit untuk meraih poin penuh, namun dengan sentimen musuh satu kota, pembalasan partai pertama dan gengsi besar bermain dikandang, Van Persie cs akan menang tipis dan meraih tripoin krusial.

Siapa top skor dibawah Van Persie ? jawabnya adalah Demba Ba.  Ya pemain dari Newcastle yang baru dibeli awal musim (bener gak??) menjadi top skor kedua dengan 15 gol.  Dengan kontribusinya tersebut Demba Ba menjadi andalan dan menginspirasi permainan NU.  Bahkan mereka mampu mengalahkan MU dengan skor 3-1 di Sport Direct Arena, kandang the toon Army.  Jika peringkat the toon army masih dibawah Arsenal ditambah gengsi Arsenal bermain dikandang serta fakta diatas kertas Gunners lebih unggul, tripoin bukan tidak mungkin bagi Arsenal.

Bagaimana dengan ke empat belas tim lain!!??  Perhitungan atas kertas dan tradisi yang ada menjadikan Arsenal lebih unggul, atas dasar itu seharusnya Arsenal mampu meraih poin penuh dari mereka.  Semua prediksi tersebut tentu saja harus dibarengi dengan catatan Arsenal berada di kondisi pemain yang sudah lengkap dan berada di tahap permainan yang baik pula, serta yang paling penting daya juang untuk finish di 4 besar.  Pasalnya hal terakhir menjadi hal yang sangat krusial, apalagi terjadi penyikapan yang berbeda dari sang pelatih dengan CEO perihal finish di zona Champions.

Ivan Gazidis, CEO Arsenal, mengatakan bukan masalah besar jika Arsenal tidak menyelesaikan musim di zona Champions, secara keuangan mungkin akan turun pendapatan, tapi ia bilang sudah merencanakan jika harus finish diluar 4 besar.  Sedangkan sang manajer, Arsene Wenger, baginya merupakan bencana bagi Arsenal jika mengakhiri musim diluar 4 besar.

Tentu saja pernyataan sang CEO diibaratkan sebagai bendera putih dan (mungkin) akan memengaruhi para pemain yang seperti telah menerima pemakluman jika memang tidak finish di zona UCL.  Perlu diingat selama 15 tahun berturut-turut Arsenal telah secara konsisten mengikuti UCL, hanya Real Madrid dan MU yang mampu menyamai pencapaian tersebut.

Ini semua hanya prediksi, tetap saja yang menentukan di atas lapangan.  Dan saya juga sadar, frase umum yang mengatakan, bola itu bundar, apapun bisa terjadi.  Ya betul.  So, just wait and see again.  Yes I do

#COMEONYOUGUNNERS

Rabu, 11 Januari 2012

Victoria Concordia Crescit --- Kejayaan Berawal dari Keharmonisan

Adegan Hnery berpelukan dengan Wenger semalam mengingatkan saya pada hal serupa di awal tahun 2011 lalu, tepatnya di 16 Februari 2011.  Bedanya jika Henry melakukannya kemarin, selasa 10/1, pagi hari ketika merayakan gol tunggal kemenangan melawan Leeds United, pada Februari 2011, yang melakukan adalah RvP atau Robin Van Persie.  Adegan hangat tersebut terjadi di ajang Champions League ketika menjamu Barcelona dan ia menctak gol penyama kedudukan.  Di akhir laga akhirnya kemenangan 2-1 diperoleh.

Dua kejadian tersebut mungkin biasa dilihat bagi orang lain, tapi saya yakin, bagi para Gooner, dua adegan tersebut menjadi pemandangan luar biasa dan menyentuh.  Maaf bukan berlebihan, tapi begitu adanya, ini diperkuat oleh beberapa teman Gooner lain ketika mengomentari foto-foto tersebut di twitter dan forum.  Apalagi jika diperhatikan adegan-adegan tersebut disertai dengan ekspresi dan mimik wajah ketiganya begitu bahagia, terutama Wenger, bukan pelukan datar-datar saja.  ( Ya iyalah, orang lagi seneng ngerayain gol, lebay lu!! Bukan, bukan itu, tapi seperti ada sesuatu yang memang berurusan dengan hati tapi sulit dijelaskan) Hehehe, tapi beneran dah !!!

Nih agan-agan liat !!!



Sekarang Van Persie





Bagaimana, betul tidak !!??

Malam Sempurna Raja

Kembali di tahun 2012 dengan nomor punggung 12, mencetak gol ke 12 dari 12 laga melawan Leeds United.  Itulah fakta unik yang terjadi Selasa, 10/01, dini hari di Emirates Stadium.  Dan siapa orang dibelakang itu semua, tentu saja TH12 alias Thierry Henry.

Malam itu, Arsenal menjamu Leeds United di babak III dalam ajang FA Cup 2011-12.  Jauh sebelum dimulai hingga digelarnya laga, semua orang tertuju dengan kembalinya sang Raja Thierry Henry ke Arsenal, situasi sulit mengharuskan pelatih Wenger memanggil kembali sang Raja untuk menggantikan Gervinho dan Chamakh yang akan mengikuti Piala Afrika hingga dua bulan kedepan.  Resmilah si Raja kembali ke Utara London.

Pada laga tersebut Arsenal memasang starting line up kombinasi pemain muda dan tua macam Oxlade Chamberlain, Coquelin, Miquel dengan Arshavin, dan Arteta.  Belum ada si Raja.  Pertandingan berjalan sangat menarik, Arsenal menguasai pertandingan dan menciptakan beberapa peluang lewat Arshavin, Chamakh, Arteta dan Chambo.  Namun Leeds berhasil meredam serangan dan memaksa babak pertama berakhir imbang 0-0.

Memasuki babak dua, Arsenal terus ngotot untuk mencetak gol dan tidak mengendurkan serangan.  Satu jam lebih tidak ada gol, yang ditunggu pun datang, akhirnya Henry dimasukan oleh Wenger di menit 68.  Ketika menginjakan rumput ia langsung di sambut oleh gemuruh isi stadion, sebuah poster dibentangkan dengan tulisan "Welcome Home Thierry".

Tidak perlu waktu lama bagi sang Raja membuktikan bahwa ia masih ada, sepuluh menit setelah memasuki lapangan, ia mencatatkan namanya di papan skor.  Gol tersebut lahir berkat penempatan posisi yang baik dari Henry dan passing akurat seorang DM, Alex Song.  Gelandang Kamerun melihat celah antara dua bek dengan kiper di sisi kanan pertahanan Leeds, kemudian dengan sempurna Henry mengontrol bola dan menempatkan bola ke pojok kiri gawang Leeds dengan tendangan pelan mendatar namun akurat, Henry's Trade Mark Goals.  Gol tersebut pun akhirnya menjadi satu-satunya gol di pertandingan tersebut

Dengan gol ini TH12 menambah koleksi golnya di Arsenal menjadi 227


Praktis, aksi TH12 membuatnya semakin dicintai oleh Gooners, kini ia benar-benar berada di hati para Gooner.  Padahal sempat muncul kekhawatiran ketika banyak Gooner dan pengamat yang terlalu berharap dan menggadangnya memberikan pengaruh begitu besar, mengingat ia tidak lagi memiliki kemampuan seperti dulu di umur 34 tahun ini.  Namun semua dijawab dengan sempurna olehnya dengan mencetak gol tunggal kemenangan dan membawa Gunners melaju ke baba IV FA Cup.

Ada pemandangan menarik setelah ia mencetak gol.  Pertama, ketika ia merayakan gol dengan gerakan tubuh dan ekspresi yang sangat bersemangat sambil berlari dan mengarah ke bench Arsenal, tentu saja itu dilakukan untuk membakar semangat rekan-rekannya.  Kedua, dan ini yang sangat mengharukan, ketika ia memeluk sang Manajer Arsene Wenger.  Mencetak gol saja sudah membuat merinding Gooners, ini ditambah lagi dengan perayaan gol yang begitu menggambarkan kecintaannya terhadap Arsenal dan Wenger.  Memang, yang mengetahui dan mengerti sejarah TH12, Wenger, dan Arsenal, merinding bukanlah sesuatu yang berlebihan.

Ia memang hanya dikontrak pinjam hanya dua bulan saja, tapi melihat kontribusinya di awal laga bukan tidak mungkin ia memberikan pengaruh sangat besar terutama di ruang ganti, dan tetunya aspek psikologis, aspek yang memang diharapkan oleh Wenger ketika memutuskan memanggilnya kembali.

Lebih dari itu semua ia telah membuktikan kata-katanya "Saya datang kesini bukan sebagai pahlwan, tapi saya datang kesini sebagai pembantu".  Mungkin kau menyebut dirimu sebagai pembantu, pembantu yang mengabdi kepada majikan selama 8 musim dan sekarang 2 bulan, pembantu yang memberikan 2 gelar liga dan 3 FA Cup, pembantu yang begitu mencintai majikannya.  Tapi bagi kami, Gooners, kau adalah seorang Raja dan Pahlawan.  welcome Home Mate !!

********

Jumat, 16 Desember 2011

Kejutan Tim Promosi


Umumnya pecinta bola memang mengikuti perkembangan sepak bola hanya pada klub-klub besar saja.  Di inggris misalnya banyak berita mengenai MC, MU, Chelsea, Liverpool dan Arsenal.  Namun sebenarnya klub-klub promosi pun dapat menjadi menarik diikuti ketika ada fakta-fakta mengejutkan yang ditorehkan oleh mereka.

Contohnya adalah penampilan dari tiga klub promosi di pekan ini dan sejauh ini.  Norwich City, Swansea, dan Queens Park Rangers (QPR).  Mengapa begitu?? Perhatikan papan klasemen.  Ketiga nama tersebut berada di posisi 10, 11, dan 13.  Dua nama pertama bahkan diatas tim langganan 10 besar Everton dan ketiganya juga di atas Fulham. 

Meski sedikit terbantu memburuknya penampilan para langganan papan tengah seperti Blackburn, Bolton, Everton, dan Fulham, untuk ukuran tim promosi hal tersebut menjadi pencapaian yang luar biasa.  Tidak percaya? Pertandingan terakhir di pekan ke 15 beserta statistik yang tesaji buktinya.

Norwich City berhasil menghancurkan Newcastle United dengan skor 4-2 dirumah sendiri pada sabtu, 10/12, lalu.  Padahal anak buah Alan Pardew berada di pos ke tujuh, memang alasan klasemen kadang tidak selalu bisa dijadikan patokan, tapi fakta bahwa Newcastle United baru menerima kekalahan pertama musim ini di pekan ke 13 bisa dijadikan acuan.  Semakin istimewa jika kita lihat skor yang mencolok, 4 gol hanya berbalas 2.

Statistik lain menjelaskan bahwa gol memasukan The Canaries, julukannya, berjumlah 24.  Tahu apa artinya!? Jumlah tersebut hanya kalah dari big five klasemen!!  Artinya mereka menjadi klub tersubur ke enam di Barclays Premier League (BPL) hingga pekan ke 15 ini.

Carrow Road, markas Norwich, juga bisa dikatakan cukup angker.  Dari delapan pertandingan kandang, Morrison cs hanya dua kali kehilangan angka atau hanya menelan dua kekalahan.  14 poin dari 19 yang diperoleh dengan rincian 4 kemenangan dan 2 seri menjadi catatan yang baik.

Dari Carrow Road kita ke Liberty Stadium, markas Swansea.  Hasil The Swans di pekan 15 identik dengan Norwich, mereka berhasil mengalahkan Fulham dengan skor 2-0.  Tripoin ini begitu istimewa bagi pasukan Liberty Stadium, bagaimana tidak, hasil ini memperpanjang rekor clean sheet alias tak kebobolan sepanjang 6 pertandingan!! 

     

Hebatnya lagi dirumah sendiri, The Swans hanya sekali kehilangan poin alias satu kekalahan sepanjang musim ini.  Tahu berapa kebobolan yang di derita mereka di Liberty Stadium!? Dua gol, ya hanya dua gol!!

Enam clean Sheet dan hanya kebobolan dua kali menjadikan sang kiper Michel Vorm mencecar posisi kiper utama Belanda untuk ajang EURO 2012.  Dengan statistik yang ada sangat beralasan memang Vorm mengincar posisi tersebut, apa lagi di pertandingan terakhir menghadapi Fulham, Vorm dengan telak menggagalkan penalti Clint Dempsey.  Sempurna.

Lain lagi dengan Queens Park Rangers (QPR), diantara ketiga tim promosi, QPR yang paling rajin di bursa transfer.  Nama-nama beken di datangkan untuk memperkuat skuad yang telah ada.  Diantaranya adalah pemain temperamen Joey Barton yang di datangkan dari Newcastle, kemudian Shaun Wright Philips dari Manchester City, Armand Traore dari Arsenal.

Hasilnya mereka menjadi tim yang mampu memberikan permainan alot dan kuat kepada lawan-lawannya meski pernah sekali menjadi lumbung gol Fulham sebanyak setengah lusin.  Bahkan Manchester City dipaksa bekerja keras ketika bertandang ke QPR.  Setelah itu kubu City mengatakan bahwa menghadapi Barton cs merupakan laga tandang terberat mereka.

Meski statistik kurang memihak pada Barton cs, namun menduduki peringkat 13 sudah menjadi satu bukti bahwa mereka tidak bisa diremehkan.

Namun, dari itu semua, pertanyaan klasik yang muncul kemudian adalah, seberapa kuat mereka menghadapi kerasnya BPL, setidaknya mampukah bertahan dikasta tertinggi sepak bola Inggris.  Perjalanan masih panjang apa pun bisa terjadi, melihat hingga pekan ke 15 akan banyak kejutan yang mungkin terjadi.  So, mari nikmati hiburan dari liga sepak bola terbaik dunia.      

Serba-Serbi Liga Inggris Pekan 15


Sudah lama saya tidak mengisi blog ini, sudah lama juga yang saya lewatkan untuk saya tulis.  Tapi kali ini saya akan mencoba untuk merangkum beberapa kejadian yang belakangan ini terjadi.  Tentunya bukan kejadian politik dan korupsi yang selalu hadir tiap menit di layar televise kita.

Kejadian yang saya maksud tentu saja adalah tentang sepak bola.  Khususnya sepak bola Inggris.  Tapi saya hanya akan mebahas Kematian mendadak mantan bintang Liga Inggris dan pelatih Irlandia Utara, Garry Speed, kekalahan City, dan ulang tahun Arsenal ke 125.

Garry Speed

Pria ini adalah salah satu legenda Newcastle United (NU).  Lahir pada 8 September 1969 di Wales.  Bersama Alan Shearer ia menjadi pemain besar di klub tersebut.  Ketika bermain ia mengisi pos midfielder.  22 tahun karir sebagai pemain dimulai dari klub Leeds United, selama 8 musim ia lalui di Elland Road, markas Leeds.

Keinginan untuk merasakan tantangan baru membuatnya berpindah-pindah hingga ke 4 klub seperti Everton, NU, Bolton, dan Sheffield United.  Bersama Leeds United ia menghabiskan 8 musim dengan statistik 248 main, 39 gol.  Everton (58, 15), NU (213, 29), Bolton (121, 14), dan Sheffield United (37, 6).

Bisa dikatakan masa keemasannya adalah ketika bermain bersama Leeds United dan NU.  Ia menjadi salah satu pemain penting di 2 klub tersebut.  Terlebih di NU, ia menjadi pemain besar yang paling dibutuhkan bersama dengan Alan Shearer.

Setelah melalui 22 tahun karir sebagai pemain, pada 2010 ia memutuskan untuk gantung sepatu.  Di tahun yang sama ia mulai menjabat sebagai pelatih tim nasional Wales.  Sebagai pelatih Wales ia dinilai sukses membuat regenerasi.    

Namun kecemerlangan karirnya tidak membuatnya bahagia.  Pada 27 Nov 2011, lalu,  Ia ditemukan tewas bunuh diri karena tekanan masalah, belum diketahui pasti karena masalah apa.  Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan seorang anak.

Kematiannya yang mendadak membuat kaget dan bingung semua orang, terutama sahabatnya Alan Shearer, ia mengaku sangat kehilangan.  Saking terkejut, ketika ditanyakan tanggapan oleh seorang wartawan, ia mengatakan mati rasa, tidak sedih apalagi menangis, ia hanya merasakan mati rasa.

125th   Arsenal Anniversary

Pekan ke 15 menjadi pekan kekalahan pertama liga yang di rasakan oleh Manchester City (MC).  Ya akhirnya Manchester biru mengalami kekalahan pertama setelah melalui 14 pekan dengan 12 kemenangan dan 2 seri dengan poin 38, yang membuatnya kokoh di pucuk klasemen.

Mereka kalah dari klub London Barat, Chelsea, di Stamford Bridge, dengan skor 2-1.  Padahal sang tamu sempat unggul terlebih dahulu di menit 2 melalui gol si Bengal Super Mario.  Namun gol Chelsea di menit 31 dan 82 yang dicetak oleh Meireles dan Lampard, memastikan kekalahan pertama sang tamu.

Kekalahan ini membuat beda poin MC dengan MU menjadi 2 setelah MU berhasil menghancurkan Wolves 4-1.  Chelsea sendiri kembali menempati pos 4 setelah dua hari sebelumnya di gusur oleh tim London lain, Arsenal.

Bicara Arsenal, tampaknya mereka bersama suporternyalah yang paling bahagia di pekan ini.  Ada dua alasan yang melatarbelakangi.  Pertama, kekalahan City menjadikan kekhawatiran bahwa musim unbeaten pada 2003-04 akan di samai oleh City menjadi hilang, terlalu dini memang kekhawatiran tersebut.  Namun jika dilihat dari statistik permainan dan gol, serta cara bermain mereka, hal tersebut bukan mustahil.  Belum mengalami kekalahan dengan 12 menang, 2 seri, gol 48 dan kebobolan 13 menjadi ancaman berarti.

Kedua, pada pekan ini atau tepatnya sabtu, 10 Des kemarin, Arsenal sedang merayakan hari jadi ke 125 tahun.   Fakta tersebut menjadikan pasukan muda Arsenal ngotot menang menghadapi Everton.  Meski harus bersusah payah menang dengan skor 1-0 dan baru mampu mencetak gol di menit 70 melalui Van Persie, hal itu sudah cukup memberi kado indah untuk Arsenal.

Namun tidak sampai disitu, gol yang dicetak Van Persie tersebut dinobatkan sebagai goal of the season hingga ada yang lebih spektakuler di 2011-12.  Bagaimana tidak, mendapat umpan panjang dari Alex Song, alih-alih mengontrol bola, Van Persie malah melepaskan sepakan voli keras yang mengarah ke pojok kiri jauh Tim Howard, kiper asal Amerika hanya bisa melihat bola masuk ke gawangnya.  Saking indah dan krusialnya gol tersebut, membuat kiper muda Szczesny mencium kaki sang bomber asal belanda.  Alamaaak.

Ulang tahun, Tripoin, gol indah, goal of the season, kembali ke 4 besar (meski hanya 2 hari), kokoh di puncak top skor.  Benar-benar indah.

Berbeda seratus delapan puluh derajat dari Arsenal, klub asal London Utara lain, Tottenham Hotspurs, harus menelan pil pahit setelah 11 partai beruntun tanpa nirpoin berakhir dengan kekalahan dari tim alot Stoke City dengan skor 2-1.  Adebayor cs harus mengakui keunggulan anak asuh Tony Pulis melalui dua gol Matthew Etherington yang berbalas satu oleh Adebayor melalui titik putih.  Kekalahan ini membuat mereka turun satu pos ke tangga 4 digusur oleh Chelsea.  Namun mereka masih memiliki satu tabungan pertandingan.

Well, perjalanan masih jauh dan belum memakan setengah musim, masih banyak yang akan terjadi.  Mari kita nikmati sambil berharap tim impian masing-masing mendapat yang terbaik.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Di Datangi Orang


Pernahkah merasa sangat kesal?? Pasti pernah ya.  Ya setiap orang pasti pernah merasakan kekesalan, tidak mungkin tidak.  Karena setiap hari kita bersinggungan, berinteraksi, berkomunikasi dengan banyak orang, apalagi setiap orang memiliki karakteristik masing-masing, kemungkinan untuk kesal pasti sangat besar.  Yah, namanya juga manusia… 

Itulah yang saya rasakan belakangan ini.  Entah saya kesal dengan diri sendiri atau karena orang itu.  Bayangkan saja, hampir setiap hari dia mendatangi saya, tidak kenal waktu.  Satu waktu datang pagi hari, diwaktu lain siang hari, kadang sore, bahkan malam hari yang paling sering.  Tahu saja orang itu kalau malam hari saya suka tidak ada kerjaan.  Karena begitu kesalnya, orang itu pun tidak pernah saya gubris, setidaknya coba untuk tidak menanggapinya.  Malas sekali hati ini sebenarnya.

Akhirnya sering kali saya menanggapinya seadanya, seenaknya saya.  Seorang sahabat mengatakan untuk membiasakan saja, ajak saja bicara toh tidak ada salahnya.  Ungkapkan saja bahwa kau kesal sekali dengannya.  Saya tidak menjawab nasihat sahabat tersebut, tidak juga dalam hati.  Terlanjur kesal hati ini.

Seminggu, dua minggu tidak masalah bagi saya.  Dua minggu berubah menjadi sebulan, dua bulan hingga sekarang bulan ke empat.  Hampir setiap hari orang itu mendatangi saya, saya pikir tidak tahu diri sekali orang ini.  Apa yang dipikirkannya!?.  Ah, salah saya juga tidak tahu apa yang dipikirkannya.  Lha wong bicara saja jarang, bahkan tidak pernah berusaha mengajak bicara.  Haha, sombong sekali saya, sudah di datangi tapi tidak diajak bicara.  Di acuhkan saja.  Yang ada malah kesal dalam hati.

Dalam satu kesempatan saya berfikir.  Merenung.  Apa yang terjadi sebenarnya, mengapa saya begitu kesal, sebenarnya tidak ada salahnya kan jika di datangi.  Apa lagi jarang ada komunikasi yang baik, akibatnya saya tidak tahu apa yang dipikirkannya, terlebih orang itu juga tidak tahu bahwa saya begitu kesal dengannya.  

Sampai di satu titik saya menemukan jawabannya.  DEG!!.  Kaget saya mengetahui jawabnya, terkejut.  Ya Allah, ternyata saya sedang jatuh c*nt# (geli sebenarnya nulis c#%t&)..ok saya ganti.  Ya Allah, ternyata saya sedang menyukai orang..hhmmm..kurang dramatisir.  Ya Allah, saya sedang suka dengan orang itu….....ya sedikit lebih baik.  Ya Allah saya sedang jatuh sayang.....yup lebih enaklah.  Ok kata terakhir pemenangnya.

Begitulah, orang itu selalu datang di kepala saya.  Ternyata saya sedang jatuh c*#t@, jatuh suka, jatuh menyukai, jatuh sayang dengan orang itu.  DAMN!!!  DAMN, I love her!! DAMN, I do like her!!! DAMN, I do.....I do....I do...DAMN, DAMN, DAMN, DAMN!!!.  Kesal saya begitu menyukai dan menyayanginya.  Bagaimana orang itu tahu bahwa saya kesal karena jatuh sayang dengannya, bicara saja sangat-sangat jarang, bahkan cenderung tidak pernah.  Ya Allah…….

Namanya??? Cukup saya saja yang tahu.  Apa!? Bukan itu.  Yang bisa saya katakan orang itu ..........  Terima kasih Allah kau sudah memberi kekesalan macam ini.

Sumpah Pemuda


Sekarang adalah hari Jumat, 28 Oktober 2011.  Tahu apa artinya!?  Ya, hari ini adalah hari Sumpah Pemuda.  83 tahun lalu, para pejuang muda Indonesia berkumpul menjadi satu untuk membulatkan tekad mendirikan bangsa Indonesia yang mandiri dan bermartabat.  Dalam perkumpulan tersebut para pemuda melahirkan rumusan sumpah pemuda yang berisi 3 hal. 

Singkatnya pada waktu itu kaum muda dari penjuru Indonesia, menyatakan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang harus keluar dari penjajahan bangsa manapun.  Hingga akhirnya 17 tahun kemudian hari yang ditunggu pun hadir, 17 Agustus 1945, Hari Kemerdekaan Indonesia.

Memang, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran besar pemuda-pemuda Indonesia yang memiliki semangat juang perubahan yang sangat tinggi.  Begitu signifikannya peran seorang pemuda, Soekarno, presiden RI pertama menggambarkan dengan kata-kata “beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan dapat menaklukkan dunia”.  Begitulah.

Bicara pemuda, saya sendiri sudah berusia 21 tahun.  Usia demikian jelas saya adalah seorang pemuda, bukan lagi remaja, apa lagi anak kecil.  Tapi saya malu sebenarnya sebagai pemuda belum melakukan apapun yang bermanfaat bagi setidaknya lingkungan saya.

Ketika membaca, sering kali saya menemukan fakta bahwa terdapat orang-orang yang sudah melakukan  suatu hal yang sangat besar atau membuat satu batu untuk loncatan mereka menjadi jauh lebih baik pada usia yang relatif muda.    

Sebut saja orang luar biasa yang beberapa waktu lalu harus menyerah dengan kanker pankreasnya dan meninggal di usia 56 tahun.  Ya Steve Jobs.  Pada usia 21 tahun ia sudah mendirikan Apple Inc bersama kawannya Steve Wozniak.  Banyak karya beliau yang sangat bermanfaat untuk masyarakat dunia, masyarakat dunia.  Dimulai dari produk pertamanya Apple1, kemudian, Macintosh, IPod, IPhone, IPad, dan lain-lain hingga yang terbaru IPhone 4S.  dan kabarnya pihak Apple akan mengeluarkan IPhone 5 sebagai karya terakhir beliau.  Dikabarkan, IPhone 5 ini adalah produk yang paling akhir dari tangan beliau.

Belum lagi pemuda 27 tahun yang pada 2008 terpilih sebagai miliarder termuda dengan kekayaan $ 17 Miliar lebih!!  Betul sekali, ia adalah Mark Zuckerberg.  CEO Facebook.  Karya Facebook-nya yang dibantu oleh teman-temannya ketika masih di Universitas Harvard, membawa kejayaan begitu luar biasa baginya.

Lain lagi yang dilakukan oleh tokoh perjuangan Mesir, Hasan Al-Banna.  Di usia 21 tahun ia sudah mendirikan sebuah organisasi yang kelak sebagai sentra perlawanan terhadap penjajah, Ikhwanul Muslimin namanya.  Dalam kurun beberapa bulan cabang-cabang dari Ikhwan Al-Muslim sangat menjamur di Mesir sebagai organisasi yang mampu melawan penjajahan.

Masih ada lagi, kali ini dari dunia olahraga.  Siapa yang tidak mengenal Leo Messi?  Di usia yang ke 23 tahun ia sudah terpilih sebagai pemain terbaik dunia pilihan FIFA untuk kali kedua.  Lalu apa yang di dapat sekumpulan anak muda class of 92 di MU pada musim 98/99? Mereka berhasil menyabet seluruh gelar bergengsi di kompetisi domestik dan Eropa. 

Mereka semua adalah sedikit contoh orang-orang luar biasa yang melakukan hal luar biasa di usia yang muda.  Dan banyak cerita sebenarnya bagaimana dunia ini dapat ‘diubah’ oleh pemuda-pemuda.  Jika mereka bisa melakukan hal luar biasa untuk diri, lingkungan, dan orang lain, mengapa kita tidak?  Apa yang sudah kita lakukan!? Apa yang sudah saya lakukan!?

Selamat Hari Sumpah Pemuda J
   
…………………

Senin, 24 Oktober 2011

Rest In Peace Marco Simoncelli & Dan Wheldon

Dunia balap internasional tengah mengalami duka yang mendalam.  Dalam dua pekan, dua pebalap proffesional tewas akibat kecelakaan di sirkuit.  Mereka adalah Marco Simoncelli, 24 tahun, pebalap MotoGP dan Dan Wheldon, 33, pebalap IndyCar 300.  Keduanya mengalami luka parah pada bagian kepala.

Tak pelak, kematian mereka memberikan luka yang mendalam bagi dunia balap internasional, khususnya di ajang MotoGP dan Las Vegas IndyCar 300.

Yang terbaru terjadi Ahad, 23/10/2011 lalu.  Pebalap MotoGP asal Italia, Marco Simoncelli, harus meregang nyawa akibat kecelakaan yang terjadi di sirkuit Sepang, Malaysia.  Dari rekaman terlihat jelas Super Sic, demikian ia dijuluki, tergelincir pada lap ke-2 turn 11, kemudian ia disambar dari belakang oleh Colin Edwards dan Valentino Rossi yang tak mampu menghindar.  Akibat kecelakaan ini helm Simoncelli sampai terlepas dan mengalami luka berat di bagian kepala.

I'am Fly
Balapan yang baru berjalan 2 lap ini pun akhirnya dihentikan.  Seluruh petugas medis berkonsentrasi memberikan perawatan untuk Simon.  Pada saat evakuasi ia sebenarnya masih sadar.  Pertolongan pertama pada kecelakaan telah dilakukan, Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung & paru dilakukan ketika ia mengalami serangan jantung di ambulance.  Usaha untuk menghentikan pendarahan dada juga dilakukan.

"Ketika dia sampai ke staff medis, dia tidak sadarkan diri.  Di dalam ambulance, karena serangan jantung, tim medis melakukan CPR (Resusitasi jantung & paru).  Segera setelah sesampainya di pusat medis dengan bantuan juga dari Dokter dan staff kami di Clinica Mobile dan Dokter lokal, dia di intubasi (menjaga jalan nafas yang memungkinkannya untuk menghentikan pendarahan di dada," terang Macchiagodena, direktur medis MotoGP, dikutip dari okezone.

Saat kecelakaan terjadi, tampak Simon di tabrak oleh Colin 
Kesedihan Paolo Simoncelli, ayah Simon

Namun apa daya, Simon yang mengalami luka parah pada bagian kepala, leher dan dada harus meninggal pada pukul 16:56 waktu setempat.  Kejadian ini kurang dari setahun setelah kematian Shoya Tomizawa, rider kelas 250cc, 2010 lalu.

Marco Simoncelli sendiri dilahirkan pada 20 Januari 1987 di Cattolica, Rimini, Italia.  Ia telah memulai balapan pada usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship.  Pada 2002 ia mulai berkarir di MotoGP kelas 125cc selama 3 tahun.  Kemudian tahun 2008 ia juara dunia MotoGP kelas 250cc.  Hingga pada 2010 lalu, ia bergabung dengan seniornya Valentino Rossi di kelas 500cc.


Baaaaaaa !!!!
:)
  

Las Vegas IndiCar 300


Naik Podium


Seminggu sebelum kejadian di Sepang, Malaysia.  Dunia balap internasional juga dikejutkan dengan kematian Dan Wheldon, pebalap IndyCar Motor SpeedWay Championship 2011, di Las Vegas, Amerika, Ahad 16/10/2011 lalu.

Dan meninggal akibat hantaman benda tumpul pada kepala setelah terlibat kecelakaan di lintasan yang melibatkan 15 kendaraan.  Dan beserta kendaraannya terpelanting dan kemudian terbakar hingga menewaskannya.

Ketika kecelakaan
Kematiannya mengejutkan semua pihak, tidak terkecuali para pebalap F1.  Memang, Dan sangat terkenal di dunia balap, bahkan ia sempat mengikuti ajang balap F1 ketika tergabung di tim BMW Sauber pada 2006 sebagai pebalap cadangan tim sebelum digantikan Robert Kubica.

Jenson Button, pebalap F1 yang tergabung di tim Mclaren dan pernah bersaing dengan Dan di ajang Karting Formula Ford UK pada 1998, mengungkapan belasungkawanya.  "Saya memiliki banyak memori bersama Dan di awal tahun 90-an, ia merupakan petarung yang gigih.  Kita tidak hanya kehilangan legenda balap, tapi   juga pria yang bail," terang fan Arsenal ini.

Tidak ketinggalan Ruben Barrichello yang juga memiliki kenangan bersama Dan di Brazil.  "Baru saja mendengar kabar kematian kawan kita.  Akan selalu ingat waktu berharga saat balap karting di Brazil, rest in peace kawan," demikian terangnya.

Begitu besar nama Dan Wheldon di dunia balap 4 roda.  Pihak seri IndyCar membangun lokasi khusus untuk mengenang sang pebalap.  Penghormatan juga dilakukan oleh produsen chasis asal Italia, Dallara, namun berbeda cara, mereka memberikan nama Dan Wheldon pada produk Chasis IndyCar 2012.

Dan lahir dengan nama Daniel Clive "Dan" Wheldon pada 22 Juni 1978, di Olney, Inggris.  Ia juara seri IndyCar pada 2005 dan dua kali juara di ajang balapan legendaris Indianapolis 500 di tahun 2005 dan 2011.

Semoga kematian mereka memberikan pelajaran dan manfaat untuk dunia balap internasional.  Yang terpenting semoga kematian mereka menjadi yang terakhir di dunia balap internasional.  Selamat jalan  Dan, selamat jalan Super Sic.  Istirahat dalam damai kawan.

Bersama istri Susie Behm
:)

   

Senin, 10 Oktober 2011

“Kepuasan dari satu tugas yang berhasil diselesaikan adalah kekuatan untuk melakukan yang lain”



Kata tersebut keluar dari mulut seorang George Eliot.  Menurutnya ketika kita telah berhasil menyelesaikan satu tugas, maka keberhasilan tersebut otomatis menjadi bahan bakar untuk melakukan usaha keberhasilan yang lain.

Lalu mengapa saya menulis ini.  Saya hanya ingin berbagi yang ada hubungannya dengan kutipan tersebut.  Sebagai penulis amatir, sebagai blogger, tentu saya memiliki beberapa target yang ingin saya capai.  Salah satunya adalah agar opini atau tulisan saya masuk ke dalam Tabloid Bola.  Tepatnya masuk ke halaman 23 bagian “Suara Tifosi”.

Untuk masuk pada bagian tersebut sebenarnya yang paling sulit adalah masuk ke dalam Boks Suara Tifosi.  Tempat untuk opini yang dianggap redaksi paling berbobot, paling baik dari sekian banyak opini yang masuk.

Nah, tak disangka ternyata saya berhasil masuk.  Istimewanya bagi saya, itu adalah usaha yang ketiga bagi saya tapi sudah berhasil.  Senang sekali rasanya, nama @alfan_m dan opini saya berada di setiap ribuan eksemplar Tabloid Bola yang terbit di seluruh Indonesia. 

Tabloid tersebut edisi ‘Kamis-Jumat 6-7 Oktober’.  Kala itu saya memberikan opini setelah tema yang dilemparkan keluar.  “Menurut Anda siapakah yang mengalami krisis, Inter atau Milan.  Alasannya?”.  Lalu saya jawab “Inter.  Menempati papan bawah klasemen Serie A.  Gonta-ganti formasi dan pelatih pada awal musim plus jumlah kebobolan paling banyak.  Menunjukan bahwa Inter benar-benar mengalami krisis”

Begitu saja!? Hanya seperti itu!? Ya, betul sesederhana itu.  Tapi bagi saya itu sangat berkesan.  Hal itu membuat saya sangat bersemangat dan ingin melakukannya lagi.  Dan yang paling penting, hal itu saya anggap sebagai keberhasilan (kecil) dan bahan bakar untuk melakukan usaha (tulisan) keberhasilan lain.  Saya merasakan betul kalimat di atas.  Terima kasih.